Home / Ekobiz

Friday, 15 November 2019 - 09:11 WIB

Bagaimana Satu Produsen Furnitur Menjadi “Beyond Sustainability”

Perusahaan yang sehat juga harus memiliki kepedulian terhadap lingkungan. (ist)

Perusahaan yang sehat juga harus memiliki kepedulian terhadap lingkungan. (ist)

WAYOUT.ID, WASHINGTON – Tidak mengherankan jika semakin banyak perusahaan yang memperhatikan dampaknya terhadap lingkungan mereka. Namun, beberapa menonjol dengan lebih dari sekadar mengurangi jejak karbon mereka, untuk menumbuhkan budaya perusahaan yang sadar sosial di mana membuat dampak positif sama pentingnya dengan menghasilkan keuntungan.

Humanscale, pemimpin dalam desain dan pembuatan produk kantor ergonomis berkinerja tinggi, mendemonstrasikan bagaimana kepemimpinan sebuah perusahaan dapat memberikan contoh.

“Terkait dampak lingkungan: kurang buruk, tidak cukup baik,” kata pendiri dan CEO Humanscale, Bob King.

“Kami melihat aktivitas manufaktur dan operasional kami untuk memahami dampak utama kami: energi, air, emisi, penipisan sumber daya, pelestarian satwa liar, tanggung jawab sosial, dan bahan yang sehat,” kata King.

Di setiap area, pihaknya mempertimbangkan apa yang diperlukan untuk melampaui keberlanjutan untuk membuat dampak yang benar-benar positif pada dunia di sekitar. Dia menambahkan, Jika sebuah perusahaan dapat membuat dampak positif dengan semua cara ini, itu akan bertindak seperti pohon.

“Sementara pohon bertujuan untuk tumbuh, mereka mandiri dan mengisi kembali lingkungan. Jika kita ingin hidup damai dengan planet ini, maka pabrik kita harus seperti pohon, perusahaan kita seperti hutan,” ujarnya.

Humanscale akan merilis Laporan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR) tahunan pada waktunya untuk berkoordinasi dengan Earth Overshoot Day, tanggal yang dihitung untuk menandai ketika manusia telah menghabiskan sumber daya Bumi melebihi kemampuannya untuk meregenerasi sumber daya ini dalam tahun tertentu.

Prestasi perusahaan yang disorot dalam laporan tersebut termasuk penggunaan energi matahari untuk hampir 70 persen listrik yang digunakan oleh fasilitas manufaktur utama perusahaan

Pada 2018; pengurangan emisi gas rumah kaca yang dinormalisasi sebesar 63 persen sejak 2011; dan penggunaan air hujan untuk 100 persen air produksi di Amerika Serikat.

Baca Juga:  Tidak Mengalami Kenaikan karena Pandemi Covid-19, UMP Kaltim 2021 Tetap di Angka Rp 2,9 Jutaan

Selain itu, pada tahun lalu, hampir 500 karyawan Humanscale secara sukarela menyelesaikan lebih dari 10.340 aktivitas yang mencakup penghematan energi, pengurangan penggunaan air, dan pengurangan emisi mereka.

Humanscale juga menjadikan transparansi material sebagai prioritas. Transparansi bahan berarti pelabelan produk, seperti furnitur, mirip dengan label bahan makanan yang dengan jelas menyatakan bahan apa yang dikandung suatu produk. Label transparansi material, seperti label Deklarasi Produk Kesehatan (HPD), mengidentifikasi potensi racun dan bahan tidak sehat dalam produk sehingga konsumen dapat membuat keputusan yang tepat sebelum memilih produk ini untuk rumah atau kantor mereka.

Humanscale telah memimpin di bidang ini. Produk mereka tidak mengandung bahan kimia daftar merah, dan per Desember 2018, perusahaan telah menerbitkan 60 persen dari semua label deklarasi dan 54 persen dari semua HPD yang ada di seluruh industri furnitur.

Pada tahun 2018, Humanscale menerima Business and Institutional Furniture Manufacturer’s Association (BIFMA) Level 3 (level tertinggi dari sertifikasi asosiasi tersebut) untuk semua produknya. BIFMA didasarkan pada analisis pembuatan produk, termasuk penggunaan air dan energi, emisi, bahan kimia, limbah, dan desain lingkungan. (***)

 

Editor: Guntur Marchista Sunan

Share :

Baca Juga

Ekobiz

Masyarakat Indonesia Optimistis Krisis Ekonomi Segera Berlalu, Ini Penyebabnya

Ekobiz

Resesi Ancam Perekonomian Indonesia, Menteri Keuangan Optimistis Lebih Baik

Ekobiz

Pertamina Ekspor 200 Ribu Barel Soral ke Negeri Jiran, Nilainya Fantastis

Ekobiz

Tidak Mengalami Kenaikan karena Pandemi Covid-19, UMP Kaltim 2021 Tetap di Angka Rp 2,9 Jutaan

Ekobiz

Imbas Penutupan Sementara, Omzet Pemilik Kedai Citra Niaga Turun Drastis

Ekobiz

Bank Dunia Gelontorkan USD 1 Juta ke Indonesia, Dukung Investasi Berkelanjutan di Sektor Perikanan Pesisir

Ekobiz

Enam Karyawan Bukopin Samarinda Terpapar, Layanan Nasabah Dialihkan ke Cabang Lain  

Ekobiz

Dana Bagi Hasil Turun, APBD Kaltim Diprediksi Tergeurs Rp 864 Miliar