Home / Olahraga

Friday, 15 November 2019 - 09:10 WIB

Diveheart Foundation: Tanpa Lengan, Tanpa Kaki, dan Tanpa Kekhawatiran

Keterbatasan bukan menjadi penghalang untuk menjalankan aktivitas. (ist)

Keterbatasan bukan menjadi penghalang untuk menjalankan aktivitas. (ist)

WAYOUT.ID, CHICAGO – Orang mungkin tidak berpikir bahwa seseorang tanpa lengan dan kaki dapat berenang, apalagi menyelam. Tetapi dengan bantuan satu organisasi nirlaba yang berbasis di daerah Chicagoland, anak-anak, veteran, dan orang-orang dari seluruh dunia dapat memperoleh manfaat darinya gravitasi nol dan terapi scuba.

Diveheart Foundation yang berbasis di Downers Grove telah melayani individu dengan segala hal mulai dari cedera tulang belakang dan cedera otak traumatis hingga mereka yang memiliki spektrum autisme dan dengan gangguan stres pasca-trauma.

Sejak 2001, 501 C3, badan amal yang digerakkan oleh sukarelawan ini telah melakukan segalanya mulai dari membantu memfasilitasi penelitian terapi scuba mutakhir dengan pusat medis universitas di seluruh negeri hingga meluncurkan program pelatihan scuba adaptif internasional terkemuka untuk instruktur scuba, teman penyelam, dan penyelam adaptif.

“Ini bukan tentang scuba diving,” menurut Tinamarie Hernandez, Direktur Eksekutif Diveheart.

Menurutnya, tujuan akhir Diveheart adalah untuk mengambil potensi manusia yang belum disadari yang ada dengan penyandang disabilitas dan menciptakan perubahan paradigma dalam hidup mereka.

“Kami membawa Chris di kursi roda dan membantunya menjadi Chris penyelam scuba. Sekarang Chris tidak lagi ditentukan oleh kecacatannya,” tambahnya.

Diveheart kemudian membantu mengarahkan mereka ke aktivitas seperti restorasi terumbu karang, biologi kelautan dan oseanografi, memberi mereka fokus, tujuan, dan membantu mereka merasa dihargai saat mereka belajar menjadi penjaga lingkungan yang baik.

Program pengalaman scuba gratis Diveheart menjangkau dari pantai ke pantai di A.S. dan direplikasi oleh tim Diveheart hingga Malaysia.

Para peneliti dari seluruh negeri telah menemukan bahwa manfaat terapi scuba dan gravitasi nol di bawah air berkisar dari meredakan gejala yang disebabkan oleh gangguan stres pascatrauma dan nyeri kronis hingga peningkatan fokus dan rasa nyaman bagi mereka yang mengalami gangguan perkembangan.

Baca Juga:  Cari Tahu Dana untuk Perbaikan, Pemprov Kaltim Bakal Audit Bangunan Stadion Utama Palaran

Para peneliti juga telah menemukan bahwa ada manfaat besar dalam menyelam karena tubuh menghasilkan keluaran ekstra serotonin begitu penyelam mencapai ketinggian 66 kaki di bawah air. Namun, mereka yang cacat perkembangan dan fisik bisa mendapatkan keuntungan dari sesi pengumpulan pertama.

Tujuan akhir Diveheart adalah mendapatkan pendanaan untuk membangun fasilitas penelitian dan pelatihan air hangat yang dalam sehingga manfaat terapi scuba dapat direplikasi di lingkungan air hangat yang aman, terbatas, dan air hangat. (***)

 

Editor: Guntur Marchista Sunan

Share :

Baca Juga

Olahraga

Inna Lillahi Wa Inna Ilaihi Raji’un, Coach Riedl Tutup Usia Gegara Penyakit Mematikan Ini

Olahraga

Pernyataannya Dianggap Menghina Umat Islam, Khabib Nurmagomedov “Injak” Wajah Presiden Prancis

Olahraga

PSSI Tetapkan Enam Stadion untuk Penyelenggaraan Piala Dunia U-20

Olahraga

Menerawang Nasib Industri Sepak Bola Usai Corona

Olahraga

Real Madrid Masih Lapar Gelar, Bidik Semua Trofi Musim Depan

Olahraga

Daripada Menjadi Penggemar Olahraga, Jadilah Peserta Olahraga

Olahraga

Cari Tahu Dana untuk Perbaikan, Pemprov Kaltim Bakal Audit Bangunan Stadion Utama Palaran

Olahraga

MotoGP 2020 Bakal Lebih Sulit Seandainya Marc Marquez Ikut Balapan Lagi