Home / News

Tuesday, 8 September 2020 - 08:00 WIB

Jatam Sebut Dua Anak Tewas di Lubang Tambang, Ini Jawaban ESDM Kaltim

ilustrasi. (ist)

ilustrasi. (ist)

WAYOUT.ID, SAMARINDA – Lubang tambang kembali makan korban. Dua anak dilaporkan tewas tenggelam. Laporan tersebut dirilis Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Kaltim.

Kejadian nahas itu terjadi pada 6 September 2020. Mereka yang meregang nyawa di usia belia adalah MRS (15) dan MAPS (14). Keduanya diduga tenggelam di lubang tambang milik PT Sarana Daya Hutana, sekira pukul 15.00 Wita.

“6 September 2020, jatuh korban lubang tambang batu bara di Kaltim. Rakyat tewas berguguran. Kini sudah 39 tewas sejak 2011-2020, mayoritas korban anak-anak,” tulis Jatam, dalam rilisnya.

Dikonfirmasi terkait peristiwa itu, Kabid Minerba Dinas ESDM Kaltim, Azwar Busra mengaku jika pihaknya belum mendapat informasi lengkap. Saat ini, lanjut dia, inspektur tambang Dinas ESDM Kaltim tengah diturunkan untuk melakukan investigasi.

“Inspektur tambang mau ke sana untuk investigasi,” kata Azwar, dikonfirmasi via telepon Senin sore (7/9/2020).

Info awal yang dirinya terima, lokasi kejadian dua anak tenggelam di Paser, berada di lahan konsesi milik PT Sarana Daya Hutama. Namun, menurutnya perusahaan tersebut sudah menghentikan proses penambangan pada 2012 lalu.

“Itu saya dapat info di PT Sarana Daya Hutama, lokasinya memang di Paser, di Long Ikis ya. Itu kegiatan penambangan sudah berhenti sejak 2012. Sudah setop penambangan,” jelasnya.

Azwar melanjutkan, pada tahun 2016 pihak perusahaan menyerahkan dokumen pasca-tambang ke Pemprov Kaltim. Lalu dimulailah proses penutupan lubang tambang.

“Kemudian tahun 2016 sudah diserahkan kepada Pemprov Kaltim. Jadi dia mulai lah kegiatan reklamasi. Akhirnya kegiatan itu sudah ada beberapa lubang ditutup, sisa satu lubang informasinya,” sambungnya.

Satu lubang tambang tersebut masih menjadi tanggung jawab pihak perusahaan. Karena diketahui dana jaminan reklamasi lubang tambang, masih berada di Dinas ESDM Kaltim, dan belum dicairkan.

Baca Juga:  Bayi Dua Bulan Terpapar Covid-19, RS di Balikpapan Siapkan Ruangan Khusus

“Karena dana jamrek-nya masih dijaminkan, belum dicairkan. Tanggung jawab masih di perusahaan. Karena belum diserahkan ke pemerintah,” paparnya.

Lahan posisi lubang tambang yang memakan korban tersebut juga diketahui milik warga sekitar. Proses penambangan dilakukan usai adanya kesepakatan perusahaan dan warga.

Azwar juga menegaskan, tidak ditutupnya lubang tambang tersebut lantaran dirinya mendapat informasi bahwa lubang tersebut akan dijadikan objek wisata.

“Status lahan itu milik masyarakat. Rencannya lubang ini mau dijadikan objek wisata,” pungkasnya. (***)

 

Reporter: Bima Putra Perkasa

Editor: Guntur Marchista Sunan

Share :

Baca Juga

News

Dikirim saat Demo Omnibus Law di Samarinda, Polisi Ungkap Peredaran Ribuan Pil Ekstasi Asal Malaysia

News

Ada Ratusan Kasus Terkonfirmasi Positif Covid-19 Per Harinya, Masyarakat Kaltim Rentan Terpapar

News

Tiga Kecamatan di Samarinda Zona Merah, Total Kasus Meninggal Terpapar Covid-19 Kini 804 Kasus

News

Ujian Nasional Bakal Ditiadakan Mulai Tahun Depan, Begini Respon Disdik Kota Samarinda

News

Safaruddin Kutuk Keras Ledakan Bom di Gereja Katedral Makassar, Ajak Masyarakat Lakukan Pencegahan

News

Dua Orang Jadi Tersangka di Demo Omnibus Law di Samarinda, Aliansi Mahakam Menggugat: Kami yang Dituduh

News

Cerita Penggali Kubur Pasien Meninggal Covid-19, Dapat Bayaran Rp 500 Ribu untuk Satu Makam

News

Zairin Zain Dikabarkan Positif Covid-19, Begini Respon Dinas Kesehatan Samarinda