Home / News

Thursday, 10 September 2020 - 08:00 WIB

20 Orang Diperiksa KPK Terkait Kasus Korupsi Mantan Bupati Kutim, Termasuk Anggota Dewan

Ruang Aula Wira Pratama saat digunakan KPK melakukan pemeriksaan saksi terkait kasus rasuah mantan Bupati Kutim Ismunandar. (ist)

Ruang Aula Wira Pratama saat digunakan KPK melakukan pemeriksaan saksi terkait kasus rasuah mantan Bupati Kutim Ismunandar. (ist)

WAYOUT.ID, SAMARINDA –  Kasus perkara rasuah yang menjerat mantan Bupati Kutai Timur (Kutim), Ismunandar bersama istrinya Encek Firgasih dan lima orang lainnya kembali dilanjutkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Mapolresta Samarinda, Jalan Slamet Riyadi, Kecamatan Sungai Kunjang, Rabu (9/9/2020) pagi.

Dalam rilis tertulisnya, plt juru bicara (jubir) KPK, Ali Fikri di Jakarta menyampaikan lembaga antirasuah itu menjadwalkan pemeriksaan 20 saksi terkait kasus yang menjerat mantan orang nomor satu di Kutim tersebut.

“Penyidik KPK kembali memeriksa beberapa orang saksi dalam perkara dugaan suap infrastruktur di Kabupaten Kutim,” ucap Ali Fikri.

Untuk diketahui, 20 saksi yang akan diperiksa KPK sebagian di antaranya merupakan orang yang pernah diagendakan dalam pemeriksaan sebelumnya.

Sedangkan sebagian besar lainnya diketahui merupakan saksi baru yang berasal dari lingkungan Pemkab Kutim, staf DPRD Kutim, dan para rekanan swasta.

Berikut daftar nama saksi yang dijadwalkan KPK dalam agenda pemeriksaan hari ini.

  1. Edward Azran – Kepala Bappeda Kutim.
  2. Arham – Kasubbag Perencanaan Bappeda Kutim.
  3. Panji Asmara – Kasi Program Bappenda Kutim.
  4. Faizal Rahman – Anggota Fraksi PDI-P DPRD Kutim.
  5. Bayu – Swasta.
  6. Surpani – Pengurus DPD KNPI Kutim.
  7. Lila Mei Puspitasari – Swasta.
  8. Hj Anik – Wiraswasta.
  9. Awang Amir – Kabid Anggaran BPKAD Kutim.
  10. Ayub Arrwan Bone – ASN Sekretariat DPRD Kutim.
  11. Mj Ence Febri Irawan – ASN Sekretariat DPRD Kutim.
  12. Fery Maulana – ASN Sekretariat DPRD Kutim.
  13. Ichwansyah – ASN Sekretariat DPRD Kutim.
  14. Juliansyah – ASN Sekretariat DPRD Kutim.
  15. Muhammad Zulfianur – ASN Sekretariat DPRD Kutim.
  16. Nanang – ASN Sekretariat DPRD Kutim.
  17. Rifai NL – ASN Sekretariat DPRD Kutim.
  18. Taufik Hidayat – ASN Sekretariat DPRD Kutim.
  19. Urip Santosa – ASN Sekretariat DPRD Kutim.
  20. Ufri Eka – ASN Sekretariat DPRD Kutim.
Baca Juga:  Pandemi Covid-19 Belum Juga Berakhir, Samarinda Perpanjang Masa Tanggap Darurat

Dari 20 nama itu, satu di antaranya bernama Faizal Rahman yang menjabat sebagai ketua Komisi B DPRD Kutim.

Saat dijumpai awak media sekira pukul 15.30 Wita, Faizal mengaku diberi 18 pertanyaan oleh penyidik KPK.

Dari semua pertanyaan tersebut, lanjut Faizal, poin utamanya yakni terkait peran dan tugas dari Komisi B DPRD Kutim.

“Yang sekarang berkasus ini kan bermitra kerja dengan Komisi B. Jadi saya tadi lebih banyak ditanya kepada fungsi dan tugas Komisi B. Karena ini kan BPKAD dan Bappenda di bawah Komisi B,” beber Faizal.

Untuk diketahui, dari hasil operasi tangkap tangan (OTT), KPK menetapkan tujuh tersangka. Yakni mantan Bupati Kutim Ismunandar, ketua DPRD Kutim Encek UR Firgasih, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kutim Musyaffa, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Suriansyah, dan Kepala Dinas PU Kutim Aswandini. Sedangkan dua sisanya dari pihak rekanan swasta, Arditya Maharani dan Deky Arianto.

“Intinya pertanyaan itu lebih kepada empat tersangka. Rekanan swastanya ada keterkaitan ke situ. Karena yang ditahan KPK ini kan mitra kerja komisi B,” imbuh pria yang berasal dari Fraksi PDI Perjuangan itu.

Selain itu, kata Faizal, dirinya juga menerangkan kepada para penyidik kalau pada saat pengesahan APBD 2020 Kutim pihak legislatif saat tidak dilibatkan dalam prosesnya. Sebab, pada saat pengesahan para anggota legislatif baru dilantik pada Agustus 2019 dan pembentukan alat kelengkapan dewan (AKD)  serta pendefinitifan para anggota legislator baru terlaksana di pertengahan November 2019.

“Sedangkan APBD harus disahkan dan dilaporkan ke pusat pada November itu juga. Kalau tidak maka Kutim bisa terkena potongan dana alokasi umumnya. Makanya salah satu pertanyaannya tadi itu, Komisi B tidak dilibatkan dalam proses penganggaran 2020,” urainya.

Baca Juga:  Berhasil Keluar dari Zona Merah, Balikpapan Terapkan PPKM Jilid 2 dengan Berbagai Relaksasi

Mulai menjalani pemeriksaan pada pukul 09.00 Wita hingga sore, Faizal rencananya akan langsung berpulang kembali ke Sangatta, Kabupaten Kutim.

“Hari ini sudah selesai. Saya belum tau kalau nanti diperlukan lagi saya akan datang memenuhi panggilan,” jelasnya.

Sementara itu, para penyidik lembaga superpower ini meninggalkan ruang penyidikan di Mapolresta Samarinda sekira pukul 16.20 Wita yang menandakan pemeriksaan saksi hari ini telah selesai. (***)

 

Reporter: Bima Putra Perkasa

Editor: Guntur Marchista Sunan

Share :

Baca Juga

News

Pandemi Belum Berakhir, Balikpapan-Samarinda Tak Siap Sistem Pembelajaran Tatap Muka

News

Update Covid-19 di Kaltim 24 September 2020, Ada Penambahan 195 Pasien Positif

News

Jembatan Dondang Retak Gegara Ditabrak Tongkang, Dishub Kaltim Masih Menunggu Hasil Penyelidikan

News

Tak Perketat Protokol Kesehatan di Rumah, Jubir Satgas Covid-19 Kaltim Terpapar

News

APBD Kaltim 2021 Bakal Segera Diketok, Anggaran Penanganan Covid-19 Masih Difasilitasi

News

Puluhan Pekerja Lepas Pantai Pertamina Terpapar Covid-19, Lokasi Di-lockdown  

News

Kasus Harian di Balikpapan Semakin Menurun, Vaksinasi Covid-19 Pun Terus Digencarkan

News

Pemberlakukan Jam Malam Bisa Lebih Cepat, Ini Alasan Wali Kota Balikpapan