Home / Olahraga

Friday, 11 September 2020 - 08:00 WIB

Peringati Hari Olahraga Nasional ke-37 di Tengah Pandemi, Ini Pesan Menpora Zainudin Amali

Menpora Zainudin Amali dalam peringatan Haornas ke-37. (ist)

Menpora Zainudin Amali dalam peringatan Haornas ke-37. (ist)

WAYOUT.ID, JAKARTA – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Zainudin Amali dalam acara Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-37 menyampaikan rasa syukurnya. Pasalnya, peringatan Haornas 2020 masih bisa terselenggara meski di tengah pandemi Covid-19.

Menurutnya, pelaksanaan Haornas ini tidak terlepas dari sejarah Pekan Olahraga Nasional (PON) yang pertama di Solo, Jawa Tengah, 9 September 1948.

“Pelaksanaan peringatan Haornas pada tahun sebelumnya selalu dilaksanakan dengan upacara dan kegiatan fisik di lapangan serta tatap muka secara langsung dan berpindah-pindah tempat di berbagai daerah. Namun hal itu tidak bisa kita laksanakan secara normal mengingat situasi sekarang ini sedang dalam kondisi pandemi,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (10/9/2020).

Zainudin mengatakan, pihaknya menyadari saat ini tengah berada di dalam situasi krisis sehingga ini menjadi tantangan tersendiri bagi Kemenpora agar bisa berpikir dan melakukan langkah-langkah extraordinary supaya tetap produktif dengan tetap menerapkan protokol kesehatan agar bisa disiplin.

“Didasari atas kesadaran dan pemikiran tersebut maka kami mendorong tiga tema besar sekaligus. Haornas ke-37 ini tentu berbeda dengan lazimnya pelaksanaan setiap kegiatan yang dipandu hanya oleh satu tema. Dan tiga tema besar itu adalah: sport science, sport tourism, sport industry,” imbuhnya.

Zainudin menjelaskan, sport science harus dijadikan pendamping pembinaan olahraga di Tanah Air bila prestasi olahraga kebugaran masyarakat ingin ditingkatkan. Ia juga mengatakan berbagai negara maju di bidang olahraga juga telah menerapkan sport science.

Dijelaskannya, sport science bisa mengukur dengan tepat sehingga hasilnya dapat dijadikan standar dan panduan bagi pembinaan atlet. Apalagi menurutnya Indonesia berkeinginan menjadi tuan rumah Olimpiade tahun 2032 sehingga harus sejak saat ini talenta-talenta muda berusia 10-13 tahun disiapkan menjadi atlet andal dengan pendampingan sport science yang tepat.

Baca Juga:  Enam Negara Mundur dari Piala Thomas dan Uber, Bagaimana dengan Indonesia?

Mengenai sport tourism, Zainudin mengatakan, kondisi alam Indonesia yang meliputi daratan, lautan, pegunungan, dan cuaca sangat mendukung untuk menjadi daerah tujuan wisata olahraga (sport tourism). Berbagai negara juga sudah menyediakan paket-paket wisata olahraga untuk menjadi sumber devisa negaranya.

“Kegiatan-kegiatan yang ada seperti Tour de Singkarak, dan Tour de Ijen untuk Olahraga sepeda Borobudur Marathon dan kegiatan Triathlon serta kegiatan lainnya yang juga mendatangkan turis harus lebih kita kembangkan, apalagi tahun depan kita akan menjadi tuan rumah MotoGP di Mandalika, NTB,” jelasnya.

Sementara terkait sport industry, Zainudin mengatakan saat ini kegiatan olahraga tidak bisa dipisahkan lagi dari industri, baik industri barang (peralatan olahraga) maupun industri jasa (pengelola event-event olahraga). Potensi Industri olahraga di Indonesia besar, namun belum dimanfaatkan secara optimal. Kebutuhan peralatan olahraga juga masih banyak yang harus didatangkan dari luar negeri.

“Kalangan industri harus sudah mulai mensosialisasikan kepada stakeholder olahraga untuk semaksimal mungkin menggunakan peralatan olahraga produksi dalam negeri,” tegasnya.

Guna menindaklanjuti tiga tema besar ini, pada Minggu (4/9) telah diadakan penandatanganan MoU antara Kemenpora dan Kementerian Perindustrian untuk sport industry dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk sport tourism. Sedangkan untuk sport science akan dilakukan setelah acara peringatan Haornas bersama dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan serta Menteri Riset dan Teknologi sekaligus beberapa perguruan tinggi.

Dalam laporan ini, dilakukan pula pemberian penghargaan Satya Lencana Dharma Olahraga kepada 34 orang dan 148 orang pelaku olahraga berprestasi yang diwakili nama-nama berikut.

Kategori Pembina Olahraga

  • Ketua Umum PB. Wushu Indonesia, Airlangga Hartarto
  • Ketua Umum PB. PODSI, Mochamad Basoeki Hadimoeljono
  • Ketua Umum PB. Perbakin, Joni Supriyanto
  • Wakil Ketua Umum PB. PABSI, Djoko Pramono
  • Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah
  • Gubernur Sulawesi Tengah, Longki Djanggola
  • Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi
Baca Juga:  Target Tinggi Banteng di Benua Etam, Sapu Bersih Sembilan Pilkada

Kategori Penggerak Olahraga Masyarakat

  • Penggerak Olahraga Masyarakat, Iskandar Zulkarnain Adisapoetra
  • Ketua Umum PB.Perwosi, Tri Tito Karnavian

Kategori Akademisi

  • Rektor Universitas Negeri Jakarta yang peduli terhadap olahraga dan sport science, Komarudin
  • Rektor Universitas Negeri Surabaya yang peduli terhadap olahraga dan sport science, Nurhasan

Kategori Jurnalis Olahraga

  • Suryopratomo

Kategori Pelatih

  • Joni Firdaus Effendi, Cabang Olahraga Angkat Besi

Kategori Atlet

  • Ni Nengah Widiasih, Cabang Olahraga Para Powerlifting

Kategori Satya Lancana

  • Dian David Mickael Jacobs, Cabang Olahraga Para Tenis Meja
  • R Candra Wijaya, Cabang Olahraga Bulu tangkis (***)

 

Reporter: Aulia Maulana Jaya

Editor: Guntur Marchista Sunan

Share :

Baca Juga

Olahraga

MotoGP 2020 Bakal Lebih Sulit Seandainya Marc Marquez Ikut Balapan Lagi

Olahraga

Lebih Memilih Jalani Olahraga di Rumah, Coba Lakukan Hal Ini

Olahraga

PSSI Tetapkan Enam Stadion untuk Penyelenggaraan Piala Dunia U-20

Olahraga

Menerawang Nasib Industri Sepak Bola Usai Corona

Olahraga

Dorong Masyarakat untuk Tetap Aktif #DIRUMAHBANGET Melalui Kelas Digital

Olahraga

Cristiano Ronaldo Terpapar Covid-19, Bagaimana Kondisi Pemain Portugal Lainnya?

Olahraga

Inter Diperkirakan Segera Jual Eriksen, Gelandang Liverpool Diincar Barcelona

Olahraga

Pernyataannya Dianggap Menghina Umat Islam, Khabib Nurmagomedov “Injak” Wajah Presiden Prancis