Home / Infrastruktur

Saturday, 12 September 2020 - 08:00 WIB

2.500 Sambungan Air Bersih untuk Ibu Kota Negara, 2021 Mulai Pemasangan

ilustrasi. (ist)

ilustrasi. (ist)

WAYOUT.ID, PENAJAM – Kendati pemerintah menunda pemindahan ibu kota negara (IKN) dari Jakarta ke Kalimantan Timur (Kaltim), namun pembangunan infrastruktur pendukung terus dilakukan. Rencananya, Penajam Paser Utara (PPU) sebagai pusat ibu kota akan mendapat jatah 2.500 sambungan air bersih.

Direktur Perumda Air Minum Danum Taka, Abdul Rasyid mengatakan, 2.500 sambungan air bersih itu diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

“Pada tahun 2021, PPU mendapat jatah 2.500 sambungan air bersih bagi MBR dari Kemen PUPR (Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat),” jelas Rasyid.

Di tahun ini, lanjut dia, Kemen PUPR sudah memberi jatah 2 ribu sambungan air bersih. Proyek tersebut diperkirakan rampung akhir tahun.

Perumda Danum Taka sendiri mempunyai kapasitas produksi air bersih mencapai 150 liter per detik yang belum difungsikan atau digunakan. Jumlah itu setara dengan 15 ribu sambungan rumah.

”Kami masih punya kapasitas produksi untuk 15 ribu sambungan rumah,” beber Rasyid. Hanya saja, pihaknya masih terhambat soal air baku dan jaringan pipa distribusi. (***)

Reporter: Satria Dirgantara

Editor: Guntur Marchista Sunan

Share :

Baca Juga

Infrastruktur

Pusat Tunda Eksekusi Pemindahan Ibu Kota Negara, Ini Tanggapan Wagub Kaltim

Infrastruktur

Mulai 9 September, Lion Air Buka Penerbangan PP Rute Balikpapan-Berau

Infrastruktur

Gubernur Kaltim Resmi Lantik Sekprov, Anggota Dewan Soroti Target Pendapatan

Infrastruktur

Tahun Depan, Pemprov Kaltim Siapkan Anggaran Rp 680 Miliar untuk Pembangunan dan Perbaikan Jalan

Infrastruktur

Dirancang Sejak 2007, Progres Pengerjaan Pulau Balang Sudah 89 Persen

Infrastruktur

Fokus Perkuat Sektor Pertanian, Pemkab Kukar Dorong Ketahanan Pangan  

Infrastruktur

24.149 KK Belum Teraliri Listrik, Elektrifikasi Kutim Terendah Kedua di Kaltim

Infrastruktur

Dua Proyek MYC Tak Masuk Anggaran Tahun Depan, Pemprov Tetap Upayakan Kelengkapan Dokumen