Home / News

Monday, 14 September 2020 - 08:00 WIB

Sudah Berjalan Dua Minggu, Pelanggaran Perwali di Balikpapan Masih Tinggi

Tim gabungan saat melakukan razia di Balikpapan. (ist)

Tim gabungan saat melakukan razia di Balikpapan. (ist)

WAYOUT.ID, BALIKPAPAN – Semenjak diberlakukan secara efektif pada 1 September 2020, jumlah pelanggar Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 23 Tahun 2020 tercatat sebanyak 1.324 pelanggar.

Dari jumlah tersebut, pelanggar yang memilih sanksi denda administratif sebanyak 490, menyediakan masker 204, dan yang memilih kerja sosial 630.

Dandim 0905/Balikpapan, Kolonel Arm I Gusti Agung Putu Sujarnawa sekaligus wakil ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Balikpapan menyatakan, dengan jumlah tersebut maka pelanggaran perwali masih terbilang tinggi.

“Karena itu, saya mengimbau kembali masyarakat agar demi kenyamanan dan keselamatan kita bersama, mari kita tumbuhkan kedisplinan dan kesadaran untuk menerapkan protokol kesehatan di setiap aktivitas kita,” ujarnya.

Menurutnya, sejauh ini Pemkot Balikpapan bersama TNI-Polri sudah melakukan pelayanan dan usaha maksimal dalam penanganan sampai pencegahan Covid-19.

“Jadi kami meminta kepedulian dari masyarakat untuk menerapkan protokol ini, agar kasus terkonfirmasi positif dapat terus ditekan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Balikpapan, Zulkifli menyampaikan, timnya bersama TNI dan Polri terus aktif mengawal pemberlakuan jam malam malam seminggu terakhir.

Ia juga melaporkan pada malam tadi tim gabungan telah menertibkan 84 kegiatan masyarakat yang masih aktif di atas jam 22.00 Wita.
.
“Pelanggaran jam malam paling banyak terdapat di wilayah Balikpapan Selatan sebanyak 42, Balikpan Kota 27, Balikpapan Tengah 6, dan Balikpapan Utara 9. Penertiban yang kami lakukan dengan membubarkan dan memberhentikan aktivitas masyarakat tersebut,” tandas Zulkifli.

Sementara itu, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Balikpapan Minggu (13/9/2020) melaporkan pertambahan 42 kasus terkonfirmasi positif, 32 selesai isolasi, dan 1 kasus meninggal dunia berstatus probabel.

Riwayat kasus tanpa gejala masih mendominasi jumlah kasus terkonfirmasi dengan 26, diikuti riwayat suspek sebanyak 11, kemudian 3 dari perluasan tracing, dan 2 tracing di tempat kerja. (***)

Baca Juga:  Soal Sengketa Tanah di Samarinda, Pemerintah Pastikan Selesaikan Jika Sudah Miliki Putusan Hukum

Reporter: Satria Dirgantara

Editor: Guntur Marchista Sunan

Share :

Baca Juga

News

Kota Samarinda Paling Banyak Terima Vaksin Covid-19, Tenaga Kesehatan Jadi Prioritas Utama

News

Pria 40 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa di Samarinda, Kondisi Jasadnya Sudah Sangat Memprihatinkan

News

Vaksinasi Covid-19 di Balikpapan Segera Dilakukan, Dijadwalkan Bulan Februari Mendatang

News

Bisnis Prostitusi Online di Samarinda Terungkap, Korbannya Masih Berusia Belasan Tahun

News

Ketua DPRD Kaltim Surati Gubernur, Terkait Penolakan Dua Proyek Flyover Rapak dan RSUD AW Sjahranie Samarinda

News

Soal Sengketa Tanah di Samarinda, Pemerintah Pastikan Selesaikan Jika Sudah Miliki Putusan Hukum

News

Perjalanan Covid-19 di Samarinda, 1 Kasus di Maret hingga Ribuan Kasus saat Desember

News

Karena Tidak Masuk Daerah Prioritas, Kaltim Baru Kebagian Jatah Vaksin Covid-19 Tahun Depan