Home / Politik

Wednesday, 16 September 2020 - 08:00 WIB

Balikpapan dan Kukar Diikuti Satu Pasangan, Ini Potensi Sengketa yang Terjadi

ilustrasi. (ist)

ilustrasi. (ist)

WAYOUT.ID, BALIKPAPAN – Komisi Pemilihan Umum (KPU) merilis data 25 daerah dengan bakal pasangan calon tunggal di pada pemilihan kepala daerah (pilkada) 2020.

Komisioner KPU, Ilham Saputra mengatakan, di 25 daerah itu hingga saat ini masih terdapat hanya satu pasangan calon yang mendaftarkan diri sebagai peserta Pilkada.

Data ini tercatat setelah KPU memperpanjang masa pendaftaran di daerah dengan hanya satu bakal pasangan calon, yakni pada 11,12, dan 13 September 2020.

“Jumlah daerah yang terdapat calon tunggal sebanyak 25 kabupaten/kota,” ujar Ilham lewat rilis resmi KPU, Senin (14/9/2020).

Berdasarkan rekapitulasi data, status pendaftaran para bakal pasangan calobln tunggal telah diterima KPU.

Adapun mayoritas pasangan calon tunggal berada di Provinsi Jawa Tengah, yakni di enam kabupaten/kota.

Sementarea untuk Kaltim, ada dua daerah yang akan melakukan proses pilkada dengan pasangan calon tunggal.

Dua daerah itu, yakni Balikpapan dan Kutai Kartanegara (Kukar).

Untuk Balikpapan, hingga masa terakhir pendaftaran, hanya ada pasangan Rahmad Mas’ud-Thohari Aziz. Sementara untuk Kukar adalah Edi Damansyah-Rendi Solihin.

Adanya proses pilkada dengan pasangan calon tunggal juga dikomentari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Potensi sengketa disebut riskan terjadi.

Kordiv Penyelesaian Sengketa Bawaslu Balikpapan, Dedi Irawan menjelaskan, ada dua macam sengketa. Pertama, sengketa antara peserta dan sengketa peserta dengan penyelenggara.

“Untuk sengketa antar peserta, jika nanti benar peserta hanya satu pasang, maka kemungkinan terjadinya sengketa antar peserta ini tertutup,” ujarnya, Selasa (15/9/2020).

Sedangkan untuk kemungkinan sengketa peserta dengan penyelenggara, termasuk semua yang bersangkutan dengan hukum.

Seperti, berita acara yang dikeluarkan KPU. Keputusan yang dikeluarkan bisa saja digugat penyelenggara, dalam hal ini oleh peserta pemilihan.

Baca Juga:  Mahyunadi Kunjungi Desa Makmur Jaya, Pastikan Persoalan Infrastruktur Tuntas di Periode Pertama

“Di dalamnya, tahapan pencalonan misalnya berita acara terkait masalah verifikasi, berita acara pemeriksaan kesehatan, termasuk penetapan calon pada tanggal 23 September 2020,” jelasnya.

Ini karena objek sengketa adalah berita acara dan keputusan. Sehingga berita acara maupun keputusan yang lahir pada tahapan pencalonan kemungkinan bisa digugat ke Bawaslu. (***)

Reporter: Satria Dirgantara

Editor: Guntur Marchista Sunan

Share :

Baca Juga

Politik

Sekelompok Massa Datangi Kantor KPU Samarinda, Guru Besar Unmul Imbau Tak Ada Intervensi

Politik

Milad ke-95 Nahdlatul Ulama, Ini Harapan Safaruddin selaku Anggota DPR RI Dapil Kaltim

Politik

Debat Publik Bahas Industri 4.0, Mahyunadi-Kinsu Bakal Menjadikan Sektor Usaha di Kutim Lebih Modern

Politik

Demi Kutim Makin Maju, Mahyunadi-Kinsu Bakal Wujudkan Pemerintahan yang Baik dan Berbasis Elektronik

Politik

Warga Desa Marukangan Keluhkan Jaringan Telekomunikasi, Mahyunadi-Kinsu Pastikan Terkoneksi

Politik

Dugaan Pelanggaran Kampanye Barkati-Darlis di Samarinda Tak Dilanjutkan

Politik

Rehabilitasi Masjid hingga Pembangunan Irigasi, Aspirasi Warga Tenggarong Mendukung Edi-Rendi

Politik

Waktu Pelantikan Kepala Daerah Terpilih di Kaltim Bisa Berbeda-beda, Pemprov Tunggu SK Mendagri