Home / Politik

Thursday, 17 September 2020 - 08:00 WIB

Opera van Kukar, Awang Yacoub yang Patah Hati Usai Dicampakkan PAN

Awang Yacoub Luthman. (ist)

Awang Yacoub Luthman. (ist)

WAYOUT.ID, TENGGARONG – Politik memang kejam. Itu ungkapan yang kerap diperdengarkan. Awang Yacoub Luthman merasakannya. Optimistis ikut pemilihan kepala daerah (pilkada), malah tumbang sebelum grand final.

Percaya diri bakal diusung Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dengan total kekuatan 10 kursi, namun tergelincir di injury time. Surat keputusan (SK) dari DPP PAN dicabut. PAN berbalik mengusung pesaingnya.

Setali tiga uang, PKB melakukan hal yang sama. Meninggalkan politisi Golkar itu. Musababnya, partai besutan Muhaimin Iskandar itu tak cukup kursi jika mengusung seorang diri usai menyeberangnya PAN.

Ending-nya, Awang Yacoub yang berpasangan dengan Suko Buwono dipastikan gagal ikut pilkada. Kenduri demokrasi terbesar di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) itu hanya diikuti calon tunggal, Edi Damansyah-Rendi Solihin.

Namun, drama masih tersaji. Bertajuk Opera van Kukar, sengkarut perseteruan antara Awang Yacoub dengan PAN belum ada tanda-tanda berakhir. Tak ada titik terang. Bahkan kian memanas. Keduanya saling serang.

Awang Yacoub sakit hati. Tak terima. Merasa dikhianati, mantan ketua DPRD Kukar itu menyebut adanya konspirasi jahat dari partai berlambang matahari.

Sempat beredar di media sosial bahwa Awang Yacoub selaku pihak yang dirugikan atas sengketa form B.1-KWK PAN itu, akan menuntut ketua DPW PAN Kaltim, Darlis Pattalongi dan ketua DPD PAN Kukar, Supriyadi atas dugaan kasus penipuan. Namun, kabar itu dibantahnya.

“Diklarifikasi, tidak benar dan tidak ada statement dari kami (terkait gugatan, Red.),” tegas Awang Yacoub, Rabu (16/9/2020).

Namun, Awang Yacoub kembali menyampaikan kekecewaannya atas keputusan PAN membatalkan form B.1- KWK secara sepihak.

“Dengan adanya B.1-KWK yang baru itulah menunjukkan proses fakta bahwa mereka lagi melakukan proses penipuan sama saya,” ujarnya.

Baca Juga:  Tidak Ada Penurunan Harga Pertalite di Kaltim, Ini Loh Penyebabnya

Awang Yacoub pun menuding telah terjadi konspirasi jahat yang dilakukan oleh DPW PAN Kaltim dan DPD PAN Kukar. Lantaran menganggap form B.1- KWK DPP PAN yang secara bukti fisik tidak dapat dibuktikan kebenarannya, namun di tingkat DPW dan DPD dibenarkan.

“Mestinya tidak boleh begitu. Tapi saya tidak ingin ribut. Saya minta punya saya dididaftarkan dan punya yang lain didaftarkan, biar DPP yang mengambil keputusan. Tapi lagi-lagi ada konspirasi jahat di tingkat DPW dan DPD,” ucapnya.

Di pihak yang lain, ketua DPW PAN Kaltim, Darlis Pattalongi menanggapi kabar yang beredar. Dia juga membantah isu miring menerima uang untuk memuluskan SK dukungan DPP PAN.

Hal itu dijelaskannya saat dikonfirmasi media ini, Rabu (16/9/2020) melalui sambungan aplikasi WhatsApp.

Menurut Darlis, dirinya tidak bisa bersikap karena persoalan perubahan dukungan SK adalah urusan DPP PAN. “Itu bukan urusan kami, tapi DPP,” ujar Darlis.

Pengalihan dukungan itu menjadi polemik terlebih bagi Awang Yakub yang tak terima karena pencabutan dukungan kepadanya disebut tak dikonfirmasi.

Darlis juga juga membantah menerima dana dalam proses SK PAN untuk Pilkada Kukar 2020, walau sepeser. “Kami tidak tahu, DPW satu sen pun enggak ada terima, kalau ada yang itu bilang bohong,” imbuhnya.

Terkait kabar bahwa Awang Yacoub bakal melakukan gugatan hukum kepada PAN terkait dugaan penipuan, Darlis justru mempersilakan.

“Silakan saja, malah kita hormati. Yang tidak kita hormati kalau pakai cara anarkis, kita inikan negara hukum,” tuturnya

Darlis mengaku tak tahu permasalahan yang terjadi. ”Saya enggak tahu masalahnya, mungkin saja kalau sama DPP,” sambungnya.

Pun gugatan yang menyasar dirinya selaku pimpinan DPW PAN Kaltim tak tepat kepada dirinya.

Baca Juga:  Layani Warga dengan Cepat, Basri Rase-Najirah Adi Darma Siapkan Bontang Siaga lewat Emergency Call

“Silakan berhadapan dengan DPP. DPD Kukar hanya menjalankan keputusan DPP saja,” pungkasnya. (***)

Reporter: Bima Putra Perkasa

Editor: Guntur Marchista Sunan

Share :

Baca Juga

Politik

Mahyunadi-Kinsu Prioritaskan Pembangunan Infrastruktur, Pastikan Seluruh Jalanan di Kutim Mulus

Politik

Deretan Program Kerja Mahyunadi-Kinsu untuk Kutim Makin Maju, 9 Desember Coblos Nomor Satu

Politik

Ada Guru Honorer di Kutim Digaji Rp 50 Ribu Per Bulan, Mahyunadi-Kinsu Suarakan Perubahan

Politik

Mendagri-KPU Sepakati Revisi PKPU soal Kerumunan, KPU Kaltim Minta Penyelenggara Disiplin

Politik

HUT PDI Perjuangan Ikut Peduli Lingkungan, Penanaman Pohon di Kaltim Dilakukan hingga 23 Januari

Politik

Warga Desa Selangkau Antusias Sambut Progam Mahyunadi-Kinsu, Optimistis Kutim Makin Maju

Politik

Warga Desa Sandaran Inginkan Jalan Mulus, Mahyunadi-Kinsu Pastikan Infrastrukur Terpenuhi

Politik

Datangi Kantor KPU, Andi Harun-Rusmadi Daftar Pertama di Pilkada Samarinda