Home / Politik

Saturday, 19 September 2020 - 06:00 WIB

Langgar Protokol Kesehatan, Tiga Calon Petahana di Kaltim Disemprit Mendagri

Pasangan Rahmad Mas'ud-Thohari Aziz saat mendaftar ke KPU Balikpapan. (ist)

Pasangan Rahmad Mas'ud-Thohari Aziz saat mendaftar ke KPU Balikpapan. (ist)

WAYOUT.ID, JAKARTA – Pesta demokrasi bertajuk pemilihan kepala daerah (pilkada) berlangsung semarak. Kendati digelar di tengah pandemi Covid-19, antusiasme masyarakat untuk berpartisipasi sangat tinggi.

Kendati demikian, pemerintah menginstruksikan kepada calon kepala daerah untuk mematuhi protokol kesehatan. Hal itu berlaku bagi seluruh calon kepala daerah, baik petahana maupun petarung baru.

Nah, gegara diduga menggelar arak-arakan yang mengakibatkan terjadinya kerumunan massa pada saat mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU), tiga calon kepala daerah berstatus petahana di Kaltim mendapat surat teguran tertulis dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Jenderal Pol (Purn) Tito Karnavian.

Tiga petahana yang ditegur Mendagri adalah Wakil Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud yang mendaftar sebagai calon wali kota, Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni yang kembali mencalonkan diri, dan Plt Bupati Kutai Timur (Kutim) Kasmidi Bulang yang mendaftar sebagai calon bupati.

Ketiganya mendapat teguran tertulis dari Tito melalui Gubernur Kaltim, Isran Noor lantaran menimbulkan kerumunan massa saat mendaftarkan diri sebagai calon kepala daerah.

Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri (Dirjen Otda Kemendagri), Akmal Malik mengatakan, Mendagri melayangkan tegur keras kepada 72 bupati/wakil bupati dan wali kota dan wakil wali kota. Kemudian juga satu gubernur karena tak patuh protokol kesehatan.

“Sudah ada aturan jelas dalam PKPU (Peraturan KPU) Nomor 10 Tahun 2020 namun kepala daerah petahana dengan sengaja untuk show force atau unjuk kekuatan, baik terkoordinir maupun tidak terkoordinir. Sebagai efek jera, Kemendagri melakukan peneguran kepada calon kepala daerah yang berasal dari ASN (aparatur sipil negara) atau kepala daerah,” beber Akmal dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan.

Tercatat, Kemendagri sudah memberikan teguran kepada 72 kepala daerah yang terdiri atas, satu gubernur, 36 bupati, 25 wakil bupati, lima wali kota, serta lima wakil wali kota.

Baca Juga:  Real Madrid Masih Lapar Gelar, Bidik Semua Trofi Musim Depan

“Kami berharap setelah ini semua bakal calon kepala daerah patuh terhadap protokol kesehatan. Jangan sampai Pilkada 2020 memunculkan klaster baru Covid-19,” ucapnya. (***)

Reporter: Aulia Maulana Jaya

Editor: Lukman Maulana

Share :

Baca Juga

Politik

Dugaan Pelanggaran Kampanye Barkati-Darlis di Samarinda Tak Dilanjutkan

Politik

Safaruddin untuk Masyarakat Kaltim: Isra Mikraj Bukti Kuasa dan Kebesaran Allah SWT

Politik

Peringati Hari Pers Nasional, Safaruddin Dorong Media Tetap Jaga Kredibilitas Informasi

Politik

Basri Rase-Najirah Adi Darma Komitmen Wujudkan Bontang Berseri, Wujud Pengabdian untuk Kota Taman

Politik

PDI Perjuangan Back Up Penuh Mahyunadi-Kinsu, Safaruddin: Kutim Semakin Maju, Semakin Sejahtera

Politik

Adi Darma, Calon Wali Kota Bontang Positif Covid-19

Politik

Warga Desa Long Segar Sambut Kedatangan Mahyunadi-Kinsu, Berharap Agar Kutim Makin Maju

Politik

LO Pasangan Calon 3 Tak Hadiri Rakor Jelang Pleno Rekapitulasi Suara, KPU Imbau Tak Bawa Massa