Home / News

Sunday, 20 September 2020 - 08:00 WIB

Kendati September Masih Diselimuti Pandemi, Unmul Gelar Wisuda Tiga Kali

Suasana wisuda Unmul gelombang pertama. (ist)

Suasana wisuda Unmul gelombang pertama. (ist)

WAYOUT.ID, SAMARINDA – Pandemi Covid-19 yang terjadi di Benua Etam sempat membuat Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda memundurkan jadwal wisuda. Proses wisuda yang harusnya terlaksana Maret dan Juni silam, harus diundur.

Meski tertunda, Unmul rupanya tetap melaksanakan perayaan tersebut Sabtu (19/9/2020) hari ini. Kendati pucuk pimpinannya, Masjaya selaku rektor telah terkonfirmasi Covid-19 beberapa hari sebelumnya.

Wakil Rektor Bidang Akademik, Mustofa Agung Sardjono mengatakan, pelaksanaan wisuda berjalan dengan memberlakukan protokol kesehatan yang begitu ketat. Lokasi pelaksanaan pun berubah. Tidak menggunakan GOR 27 September, melainkan di aula rektorat lantai 4.

Jumlah wisudawan juga dipangkas. Hanya dihadiri dari masing-masing fakultas. Sisanya mengikuti secara daring.

Sehingga dalam pelaksanaan wisuda secara luring atau tatap muka hanya diikuti kurang dari 50 orang dan secara singkat.

“Hanya 17 mahasiswa dengan lulusan terbaik fakultas saja ikut. Itu juga di tes PCR dulu, kalau reaktif enggak dibolehkan ikut,” jelasnya.

Lanjut Mustofa, para guru besar juga menghadiri perayaan wisuda hari ini secara daring.

“Kalau dari civitas, cuma wakil rektor dan masing-masing dekan fakultas saja,” sambungnya.

Untuk pembagian ijazah, wisudawan bisa mengambil di masing-masing fakultas. Nantinya setiap penerima ijazah akan mengambil menurut antrean yang telah dijadwalkan setiap harinya.

“Ada yang punya pemikiran dikirim, tapi pengiriman itu belum tentu save, kalau hilang bisa bahaya. Pengambilannya, bisa ambil sendiri atau dikuasakan saudaranya jika berada di kampung halaman,” terangnya.

Pelaksanaan wisuda secara daring juga akan dilakukan kembali pada 20 September sebagai gelombang kedua. Dan, pada 26 September untuk gelombang ketiga.

Agung menyadari jika banyak para mahasiswa yang ingin mengikuti prosesi wisuda secara fisik.

Namun, pihaknya tak bisa terus menunda prosesi akhir dari perkuliahan. Terlebih tidak ada yang bisa memastikan berakhirnya masa pandemic Covid-19 saat ini.

Baca Juga:  Pria 40 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa di Samarinda, Kondisi Jasadnya Sudah Sangat Memprihatinkan

“Kita tidak punya lagi kesempatan untuk menunda, kita harus realistis. Karena jumlahnya sudah hampir 3.000. Kalau ditunda Desember lagi kan bisa menumpuk sekitar 5 ribuan,” pungkasnya. (***)

Reporter: Bima Putra Perkasa

Editor: Guntur Marchista Sunan

Share :

Baca Juga

News

Terpaparnya Zairin Zain Masih Simpang Siur, Pemancingan Umum Loa Bakung Diduga Jadi Tempat Karantina

News

Kasus Harian di Balikpapan Semakin Menurun, Vaksinasi Covid-19 Pun Terus Digencarkan

News

Belajar tatak Muka Dimulai Tahun Depan, Kaltim Masih Menunggu Petunjuk Teknis dari Pusat

News

Hasil Tes Swab Massal di Bandara APT Pranoto Samarinda, 160 Pegawai Dinyatakan Negatif Covid-19

News

Teror Corona di Samarinda Belum Juga Reda, Kepala Puskesmas Temindung Permai Meninggal Dunia

News

Dilarang Berkunjung ke Rumah Jabatan Wali Kota Samarinda, Ada Apa Ya?

News

Waspadalah, Deretan Penyakit Ini Sebabkan Pasien Covid-19 di Kaltim Meninggal

News

Jembatan Dondang Retak Gegara Ditabrak Tongkang, Dishub Kaltim Masih Menunggu Hasil Penyelidikan