Home / Ekobiz

Tuesday, 22 September 2020 - 06:00 WIB

Gegara Operasi Penerapan Disiplin Covid-19, Dua Pusat UMKM Samarinda Ditutup Seminggu

WAYOUT.ID, SAMARINDA – Langkah tegas dilakukan di Samarinda guna mencegah penyebaran Covid-19.

Hal ini terjadi karena dua pusat perputaran roda ekonomi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Samarinda, Citra Niaga dan Tepian Mahakam akan ditutup sementara oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda.

Kebijakan menutup sementara dua tempat tersebut merupakan buntut dari giat operasi disiplin penerapan protokol kesehatan Covid-19 oleh Tim Satgas Covid-19 Kota Samarinda.

Dalam surat pemberitahuan yang ditandatangani oleh ketua Satgas Covid-19 Kota Samarinda, Syaharie Jaang, penutupan sementara berlaku sejak tanggal 23 September-29 September 2020.

Menanggapi sanksi yang dikeluarkan oleh Pemkot Samarinda, Co-founder Kopi Sajen, Fachrizal mengaku, sudah mengetahui rencana penutupan itu.

Hanya saja baru dari soft copy, tetapi mereka akan tetap mengikuti aturan tersebut. Namun, mereka sudah menyiapkan strateginya.

Pelaku usaha tongkrongan anak muda ini, bersama rekan-rekan satu profesi berencana akan tetap buka.

Walaupun hanya take away. Itupun menggunakan sistem online. Dari media sosial resmi Kopi Sajen. Ataupun dari chat WhatsApp. Kurir pun akan disiapkan khusus dari tempat usaha miliknya.

“Pesannya dari chat. Nanti, call center-nya kami infokan dari instagram kami. Juga media sosial kami yang lainnya. Toko tetap tutup. Tapi, kami ada beraktivitas,” katanya saat ditemui di kompleks Citra Niaga Samarinda, Senin (21/9/2020).

Kebijakan ini tentu akan membawa kerugian besar buat pelaku usaha. Sebab, usai rapid test masal lalu saja, pendapatan mereka turun 30 persen. Sekarang, sudah naik 20 persen. Tapi, dengan kebijakan ini, pemasukan Kopi Sajen bisa turun 60 persen.

Sementara itu, Plt Kepala BPBD Samarinda Hendra AH mengatakan, kebijakan ini sesuai dengan investigasi dan observasi tim di lapangan.

Baca Juga:  Dana Bagi Hasil Turun, APBD Kaltim Diprediksi Tergeurs Rp 864 Miliar

Ternyata, banyak masyarakat yang tidak menerapkan protokol kesehatan sesuai dengan Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 43 Tahun 2020.

Bahkan, sebelum kebijakan ini dikeluarkan, sudah ada peringatan yang diberikan. Sehingga, Pemkot Samarinda melalui Tim Gugus Tugas Percepatan Covid-19 memberikan sanksi tegas, dengan menutup sementara dua lokasi itu.

“Rencana Rabu (23/9/2020) tempat nongkrong di Citra Niaga dan Tepian akan kami tutup. Ini dilakukan karena mereka telah melakukan pelanggaran berat. Jadi ditutup seminggu rencananya,” katanya saat dihubungi awak media, Senin (21/9/2020).

Pun selama masa penutupan itu pedagang atau pelaku usaha masih ada yang bandel, mereka akan mendapat sanksi lebih tegas. Pencabutan izin usaha.

“THM (tempat hiburan malam) juga sama jika mereka melanggar kami akan tutup juga. Nanti di situ kita mengawasinya,” terangnya.

Dia pun menegaskan, kebijakan serupa juga berlaku bagi tempat-tempat nongkrong lainnya di Samarinda jika ditemukan adanya pelanggaran.

“Iya tidak menutup kemungkinan. Kalau di dua tempat itu kan sudah berkali-kali mendapat peringatan,” ucapnya. (***)

Reporter: Bima Putra Perkasa

Editor: Guntur Marchista Sunan

Share :

Baca Juga

Ekobiz

Dukung Penerapan Protokol Kesehatan di Balikpapan, Bayar Parkir di Tiga Mal Ini Bisa Pakai Gopay

Ekobiz

Pertamina Ekspor 200 Ribu Barel Soral ke Negeri Jiran, Nilainya Fantastis

Ekobiz

Usaha Kuliner di Citra Niaga dan Tepian Mahakam Lumpuh, Take Away Juga Dilarang

Ekobiz

Jelang Natal dan Tahun Baru, Disperindagkop-UKM Kaltim Pantau Barang Pokok Via Aplikasi

Ekobiz

Turun Sekitar Rp 3 Triliun, Segini Target Pendapatan Kaltim di APBDP 2020

Ekobiz

Resesi Ancam Perekonomian Indonesia, Menteri Keuangan Optimistis Lebih Baik

Ekobiz

Enam Karyawan Bukopin Samarinda Terpapar, Layanan Nasabah Dialihkan ke Cabang Lain  

Ekobiz

Dana Bagi Hasil Turun, APBD Kaltim Diprediksi Tergeurs Rp 864 Miliar