Home / Politik

Thursday, 24 September 2020 - 06:00 WIB

7 Hari Mencari Pengganti Muharram, PKS Kocok Ulang Kandidat di Pilkada Berau

Bupati Berau, Muharram semasa hidup. (ist)

Bupati Berau, Muharram semasa hidup. (ist)

WAYOUT.ID, TANJUNG REDEB – Positif terpapar Covid-19, Bupati Berau Muharram yang juga calon petahana kemudian diketahui meninggal dunia.

Pada Selasa (22/9/2020), kemarin, jenazah telah dimakamkan di Balikpapan dengan standar potokol kesehatan.

Berpulangnya Muharram juga meninggalkan duka bagi keluarga besar Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Berau. Diketahui, Muharram adalah ketua DPD PKS Berau.

Dalam proses pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak, ia juga disokong maju sebagai calon bupati.

Otomatis, dengan tutup usianya Muharram, saat ini DPC PKS Berau memiliki pekerjaan rumah untuk mencari tokoh sebagai pengganti Muharram yang akan disokong maju di Pilkada Berau 2020.

Pengganti Muharram inilah yang akan maju nantinya bersama H Gamalis, calon wakil bupati yang sebelumnya berpasangan dengan Muharram.

Terkait hal itu, anggota DPRD Berau Fraksi PKS, Rahman menyampaikan bahwa saat ini PKS sudah menyiapkan langkah.

Termasuk membahas terkait siapa pengganti Muharram.

Ketua harian PKS dan pengurus DPD PKS Berau diagendakan akan melakukan pertemuan itu di Balikpapan.

“Ketua harian dan beberapa perwakilan teman-teman PKS berada di Kota Balikpapan membahas soal Pilkada 2020,”ungkapnya, melalui sambungan telepon kepada awak media, Rabu (23/9/2020).

“Yang pasti, PKS akan menyodorkan kader yang sepadan dengan beliau (Muharram). Kita tunggu saja hasil pertemuanya nanti,”tegasnya.

Lebih lanjut, Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah mengantisipasi jika calon kepala daerah yang menderita Covid-19 bernasib buruk (meninggal).

Komisioner KPU, Budi Harianto dalam rilis resminya menyatakan sejumlah acuan yang dipersiapkan penyelenggara pemilu, bila peserta pilkada meninggal sebelum pemungutan suara 9 Desember 2020.

“Partai politik atau gabungan partai politik dapat mengajukan calon pengganti paling lama 7 hari sejak calon dinyatakan berhalangan tetap (meninggal dunia),” tulis Budi dalam keterangan resminya, Selasa (22/9/2020).

Baca Juga:  Demi Kutim Makin Maju, Mahyunadi-Kinsu Bakal Wujudkan Pemerintahan yang Baik dan Berbasis Elektronik

Lebih lanjut, Budi memaparkan, pengganti harus mendapatkan persetujuan pimpinan gabungan partai politik yang sebelumnya mengusung Muharram-Gamalis di tingkat pusat. Persetujuan dituangkan dalam keputusan partai politik atau gabungan partai politik.

Selain itu, seluruh dokumen persyaratan calon pengganti harus diserahkan secara lengkap ditambah dengan surat keterangan dari lurah atau kecamatan yang menerangkan bahwa yang bersangkutan telah meninggal dunia.

Apabila partai politik atau gabungan partai politik, sebutnya, tidak mengajukan calon atau pasangan calon pengganti, salah satu satu pasangan yang berhalangan tetap (meninggal dunia), dinyatakan gugur. Partai politik atau gabungan partai politik tidak dapat mengusulkan calon atau pasangan calon lain. (***)

Reporter: Bima Putra Perkasa

Editor: Prananda Dwi Indra Purnama

Share :

Baca Juga

Politik

Musancab dan Pelantikan PAC Digelar, Momen Konsolidasi PDI Perjuangan di Kaltim

Politik

Inilah Nomor Urut Para Calon Kepala Daerah di Kaltim, Mana Pilihanmu?

Politik

Hasil Survei LSI dengan JIP Menangkan Andi Harun-Rusmadi, Punya Persentase Tinggi di Pilkada Samarinda

Politik

Founder Rahmatan Lil’alamin Dukung Penuh Sulaiman-Ikhwan, Berharap Segera Berbentuk Yayasan

Politik

Suara Sah Mahyunadi-Kinsu Dianggap Hangus, BSPN Kaltim Ungkap Dugaan Pelanggaran di Kecamatan Busang

Politik

Sederet Alasan Mengapa Mahyunadi-Kinsu Bakal Membawa Kutim Makin Maju

Politik

Mendagri-KPU Sepakati Revisi PKPU soal Kerumunan, KPU Kaltim Minta Penyelenggara Disiplin

Politik

PDI Perjuangan Pemenang Pemilu, Andi Harun: Ini Modal Politik Besar