Home / News

Tuesday, 29 September 2020 - 06:00 WIB

Samarinda Makin Gawat, Ada 52 Klaster Keluarga Terpapar Virus

ilustrasi. (ist)

ilustrasi. (ist)

WAYOUT.ID, SAMARINDA – Pada Jumat (25/9/2020) lalu, Juru Bicara Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kaltim, Andi Muhammad Ishak bersama sang istri terkonfirmasi positif Covid-19.

Andi yang juga menjabat sebagai Sekretaris Dinas Kesehatan Kaltim diketahui masuk dalam klaster penularan Covid-19 di lingkungan keluarga.

Dalam pernyataan resminya, Andi menyebut sang istri menjadi yang pertama diketahui memiliki gejala medis hingga dinyatakan positif Covid-19, sebelum akhirnya pihak rumah sakit memberi kabar dirinya turut terkonfirmasi positif.

“Kondisi ini memang diawali dari kondisi istri,” kata Andi, dalam rilis resminya.

Dirinya menegaskan, saat ini di Kaltim khususnya di Samarinda, telah banyak ditemukan kasus penularan virus di lingkungan keluarga.

Hal ini lantaran saat berada di rumah, tidak sedikit warga yang akhirnya melonggarkan protokol kesehatan.

Kondisi itupun meningkatkan potensi penularan virus yang mungkin tidak sengaja terbawa saat salah satu anggota keluarga melakukan aktivitas di luar rumah.

“Klaster keluarga saat ini cukup mengkhawatirkan apabila kita tidak waspada. Pasalnya bila berada di rumah, biasanya kita melonggarkan protokol kesehatan,” jelasnya.

Untuk itu, dirinya berpesan kepada warga yang usai melakukan aktivitas di luar rumah, agar tetap melaksanakan protokol kesehatan dengan ketat.

Disarankan segera mengganti pakaian dan mandi terlebih dahulu sebelum berinteraksi dengan anggota keluarga di rumah.

Dalam laporan Dinas Kesehatan Samarinda, kasus penyebaran Covid-19 nonklaster, didominasi penularan virus di lingkungan keluarga.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Samarinda, dr Osa Rafshodia menyebut dari 706 pasien nonklaster, pada hari Minggu (27/9/2020), sebanyak 52 kasus merupakan penularan virus di keluarga.

“Penyebaran virus di lingkungan keluarga berjumlah 52 klaster,” jawabnya singkat, dihubungi Senin (28/9/2020).

Baca Juga:  RPP Minerba Atur IUP Bisa Dipindahtangankan, Koalisi #BersihkanIndonesia Sebut Adanya Potensi Rente Baru

Satu Klaster Keluarga di Balikpapan

Klaster keluarga juga diwaspadai di Balikpapan.

Disampaikan Wali Kota Balikpapan yang juga Ketua tim Satgas Covid-19 Balikpapan Rizal Effendi, bahwa ada satu klaster dari Gunung Sari Ulu yang terkonfirmasi positif Covid-19.

“Hanya yang kita perlu waspadai ada satu klaster keluarga di daerah Gunung Sari Ulu ini,” kata Rizal saat pers rilis Covid-19, Senin (28/9/2020).

“Karena klaster keluarga ini bisa berpengaruh pada R Nought kita,” lanjutnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan yang juga Juru Bicara Tim Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Andi Sri Juliarty, mengatakan klaster keluarga itu telah menjalani isolasi mandiri serta terus dilakukan pengawasan kepada pasien.

“Mereka isolasi mandiri. Ya dilakukan pendampingan pengawasan dari Puskesmas Pak Lurah dan RT setempat,” kata Dokter yang akrab disapa Dio itu.

Pihaknya pun juga memberikan data pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) setempat agar dapat mengawasi pasien yang bersangkutan tersebut.

“Oleh karena itu saat ini pun harus RT/Lurah harus tahu data yang kita sampaikan melalui Kelurahan, Puskesmas,” katanya.

Ia juga meminta kepada OPD setempat untuk menggencarkan sosialisasi protokol kesehatan agar dapat menekan kurva transmisi lokal khususnya dari klaster keluarga.

“Dengan meningkatnya klaster keluarga ini juga kami mohon bantuan dari Pak Lurah dan Pak RT di wilayah masing-masing supaya dapat mensosialisasikan penerapan protokol di dalam rumah tangga masing-masing,” katanya. (***)

Reporter: Satria Mega Dirgantara, Bima Putra Perkasa

Editor: Prananda Dwi Indra Purnama

Share :

Baca Juga

News

Bupati Kubar Dinyatakan Terpapar Covid-19, Kini Dirawat di RSUD A Wahab Syahranie Samarinda

News

Akhirnya Kasus Covid-19 di Samarinda Mulai Melandai, Dua Kecamatan Telah Masuk Zona Kuning

News

Pria 40 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa di Samarinda, Kondisi Jasadnya Sudah Sangat Memprihatinkan

News

Survei Belajar Tatap Muka di Samarinda, Sebanyak 83 Persen Orang Tua Menyatakan Setuju

News

Banjir Rob Diprediksi Ancam Beberapa Daerah di Kaltim, Curah Hujan yang Tinggi Jadi Penyebabnya

News

Update Covid-19 di Kaltim 24 September 2020, Ada Penambahan 195 Pasien Positif

News

Perawat di Samarinda Meninggal Terpapar Covid-19, Dimakamkan di TPU Serayu Tanah Merah

News

Terpapar Covid-19, Dua Tenaga Kesehatan Samarinda Meninggal Dunia