Home / Infrastruktur

Wednesday, 30 September 2020 - 06:00 WIB

Gubernur Kaltim Resmi Lantik Sekprov, Anggota Dewan Soroti Target Pendapatan

Gubernur Kaltim Isran Noor memberikan selamat kepada Muhammad Sabani usai resmi dilantik sebagai Sekprov Kaltim. (Satria Mega Dirgantara/Wayout.id)

Gubernur Kaltim Isran Noor memberikan selamat kepada Muhammad Sabani usai resmi dilantik sebagai Sekprov Kaltim. (Satria Mega Dirgantara/Wayout.id)

WAYOUT.ID, SAMARINDA – Muhammad Sabani resmi menjabat sebagai Sekretaris Provinsi Kalimantan Timur (Sekprov Kaltim). Hal itu usai dirinya dilantik oleh Gubernur Kaltim Isran Noor pada Selasa (29/9/2020).

Pelantikan Muhammad Sabani dilakukan di kantor Gubernur Kaltim.

Sebelumnya, dua tahun Muhammad Sabani menjabat sebagai penjabat Sekprov Kaltim.

“Dengan ini saya resmi melantik Muhammad Sabani sebagai Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur,” ucap Gubernur Kaltim, Isran Noor.

Usai pelantikan, Isran sempat menitipkan pesan kepada Sabani untuk bisa meningkatkan ekonomi di Kaltim.

“Mudah-mudahan beliau dapat melakukan rutinitas dan aktivitas yang meningkatkan ekonomi di Kaltim. Saya kira itu perekonomian dan kesehatan yang kita fokuskan,” ucapnya.

Persoalan ekonomi di Kaltim ini juga jadi masalah. Selain masih belum lepas dari ketergantungan akan ekonomi sumber daya alam (SDA), Covid-19 juga jadi persoalan baru di Kaltim.

Ekonomi yang belum membaik ini juga bisa dilihat dari target pendapatan Kaltim di 2021 yang tak lebih baik dibandingkan target pendapatan di 2020.

Target pendapatan tak membaik, otomatis perputaran uang di masyarakat juga diperkirakan tak akan membaik signifikan.

Diketahui, di tahun 2021 mendatang, Pemprov Kaltim menargetkan pendapatan sebesar Rp 10, 6 triliun.

Angka itu berasal dari tiga sumber pendapatan, yakni pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp 5,8 triliun, dana perimbangan Rp 4,6 triliun, serta pendapatan lain-lain dianggap sah sebesar Rp 12, 7 triliun.

Angka total Rp 10,6 triliun itu turun dibandingkan dengan target pendapatan Kaltim di 2020 lalu yang mencapai angka Rp 11,51 triliun.

Anggota DPRD Kaltim dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang juga masuk dalam Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kaltim, Syafruddin menilai turunnya target pendapatan ini memberi kesan jika Pemprov Kaltim tidak memberi solusi atas kondisi Covid-19 yang terjadi di masyarakat.

Baca Juga:  Normalisasi Sungai Karang Mumus, Pemerintah Kota Samarinda Siapkan Anggaran Rp 10 Miliar

Dia menilai, di tengah pandemi ini, semestinya Pemprov tetap membuat rencana target pendapatan yang tinggi, sehingga bisa memberi imbas pada perputaran ekonomi di masyarakat.

“Ini belum cerminkan upaya untuk melakukan pemulihan ekonomi. Kesannya tak ada terobosan. Tak ada gebrakan bagaimana pemerintah bisa memulihkan ekonomi. Saya selaku anggota banggar menilai ini hanya normatif,” ujarnya.

Target pendapatan yang menurun itu, juga dinilai Syafruddin bertentangan dengan apa yang disampaikan pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim saat masa kampanye, untuk membuat Kaltim Berdaulat.

“Itu yang pertama. Kedua, pak gubernur belum ada tren kenaikan pendapatan yang signifikan. Jadi antara apa cita-cita dahulu (saat kampanye), saya nilai belum bisa diterjemahkan oleh bawahannya (kepala dinas),” ucapnya.

Udin, biasa dia disapa, memberi saran agar ada revisi yang dilakukan ke depan. Termasuk evaluasi kinerja kepala dinas di tiap-tiap organisasi perangkat daerah (OPD)

“Impian dan harapan cita-cita gubernur itu tak akan terwujud jika cara kerja kepala-kepala OPD itu biasa-biasa saja. Harus ada reward dan punishment pada kepala-kepala OPD,” ujarnya.

Punishment-nya pun disarankan harus jelas. Bisa hingga diganti. “Bisa diganti dong. Kan mereka harus profesional,” ucapnya. (***)

Reporter: Satria Mega Dirgantara

Editor: Prananda Dwi Indra Purnama

Share :

Baca Juga

Infrastruktur

Jembatan Pulau Balang Tersambung, Safaruddin: Angin Segar Bagi Kemajuan Infrastruktur Kaltim

Infrastruktur

Pemprov Kaltim Klaim Kemendagri Izinkan Dua Proyek MYC Masuk APBD 2021, Begini Tanggapan Akademisi

Infrastruktur

Berupaya Jaga Kualitas Pendidikan, Pemkab PPU Gunakan Kurikulum Darurat

Infrastruktur

Pembongkaran Bangunan di Sungai Karang Mumus Segmen Pasar Segiri Ditarget Kelar Desember

Infrastruktur

Ruas Jalan Samarinda-Muara Kaman Bakal Jadi Fokus Perbaikan Pemprov Kaltim di Tahun 2021

Infrastruktur

24.149 KK Belum Teraliri Listrik, Elektrifikasi Kutim Terendah Kedua di Kaltim

Infrastruktur

Normalisasi Sungai Karang Mumus, Pemerintah Kota Samarinda Siapkan Anggaran Rp 10 Miliar

Infrastruktur

Jembatan Pulau Balang Tersambung 100 Persen, Jarak Tempuh Balikpapan-Penajam Cuma Sekira Satu Jam