Home / Ekobiz

Wednesday, 30 September 2020 - 06:00 WIB

Imbas Penutupan Sementara, Omzet Pemilik Kedai Citra Niaga Turun Drastis

Suasana di kawasan Citra Niaga Samarinda yang tampak sepi. (Satria Mega Dirgantara/Wayout.id)

Suasana di kawasan Citra Niaga Samarinda yang tampak sepi. (Satria Mega Dirgantara/Wayout.id)

WAYOUT.ID, SAMARINDA – Akhirnya, warga Samarinda bisa kembali kongko di kawasan Citra Niaga dan Tepian Mahakam.

Dua loksi tempat nongkrong di Kota Tepian ini sebelumnya ditutup sementara lantaran melanggar protokol kesehatan.

Penerapan hukuman itu terhitung sejak 23-29 September 2020. Selama enam hari diganjar sanksi, sejumlah pengusaha kedai merugi.

Omzet menurun drastis lantaran hanya bisa beli untuk dibawa pulang atau take away.

“Penghasilan kami terjun bebas. Selama enam hari ini kami hanya jualan di rumah saja,” ujar Nur Fitriani, owner Seutas Coffee & Chill, Senin (28/9/2020) pagi.

Nur mengatakan, pendapatan kedai memang menurun dan itu tak bisa disangkal.

Padahal biasanya dalam sehari Seutas Coffee & Chill bisa menjual minimal 50 cup minuman.

Harga satu gelas minuman beragam. Mulai dari Rp 15 ribu dan paling mahal Rp 18 ribu. Namun semenjak Citra Niaga dihentikan aktivitasnya untuk sementara, kafe ini tak bisa beroperasi maksimal.

Pihaknya tak bisa jualan dengan jumlah yang sama lagi.

“Ya, syukur kalau bisa jual 20 gelas. Biasanya dalam sehari hanya bisa 15 cup. Atau malah hanya dapat 10,” terangnya.

Keluhan yang sama disampaikan pula owner Kedai Kopi Ngegas, Setiawan Yogi.

Hampir sepekan berjualan online atau daring lewat media sosial, omzet-nya juga menurun drastis.

Hanya sekali mereka mendapatkan penjualan terbanyak. Itu pun hanya 40 cup. Padahal sebelumnya mereka bisa menjajakan 100 gelas.

“Kalau sekarang ini dapat 20 cup saja bersyukur. Kami hanya berharap dari teman saja. Owner saja sampai harus turun jualan juga,” sebutnya.

Pun demikian dialami oleh Kopi Sajen. Kedai yang sukses membuka cabang di Bali dan Balikpapan ini hanya bisa jualan maksimal 50 cup dalam sehari.

Baca Juga:  Dana Bagi Hasil Turun, APBD Kaltim Diprediksi Tergeurs Rp 864 Miliar

Bahkan tak bertahan lama, mendekati hari ketiga dan keempat tak lagi demikian. Padahal hari pertama mereka bisa jualan 150 gelas.

Merosotnya penjualan ini terjadi sejak rapid test massal di kawasan Citra Niaga. Sebelum agenda itu, dalam sehari kafe ini bisa menjual 300 cup.

“Penjualan kami terus menurun hingga saat ini,” kata Fachrizal Muliawan, co-founder Kopi Sajen. (***)

Reporter: Satria Mega Dirgantara

Editor: Prananda Dwi Indra Purnama

Share :

Baca Juga

Ekobiz

Enam Karyawan Bukopin Samarinda Terpapar, Layanan Nasabah Dialihkan ke Cabang Lain  

Ekobiz

Tidak Mengalami Kenaikan karena Pandemi Covid-19, UMP Kaltim 2021 Tetap di Angka Rp 2,9 Jutaan

Ekobiz

Kinerja Salah Satu BUMD Belum Memuaskan, Ini Kata Kepala Bapenda Samarinda

Ekobiz

Kendati Tak Memberikan Kontribusi untuk PAD, BUMD di Samarinda Tetap Dapat Kucuran Modal

Ekobiz

Implementasi Kepmen ESDM 89.K/2020, Harga Gas USD 6 Per MMBTU Tunjukkan Tren Positif

Ekobiz

Pendaftar Dana Hibah UMKM Membeludak, Menkop-UKM Minta Tambahan Kuota Dana Hibah Usaha

Ekobiz

Dukung Penerapan Protokol Kesehatan di Balikpapan, Bayar Parkir di Tiga Mal Ini Bisa Pakai Gopay

Ekobiz

Masyarakat Indonesia Optimistis Krisis Ekonomi Segera Berlalu, Ini Penyebabnya