Home / News

Thursday, 1 October 2020 - 06:00 WIB

Warga Binaan Rutan Klas IIA Samarinda Meninggal Dunia, Status Probable Covid-19

Suasana di Rutan Klas IIA Samarinda setelah ada warga binaannya meninggal dunia dengan status probable Covid-19. (Satria Mega Dirgantara/Wayout.id)

Suasana di Rutan Klas IIA Samarinda setelah ada warga binaannya meninggal dunia dengan status probable Covid-19. (Satria Mega Dirgantara/Wayout.id)

WAYOUT.ID, SAMARINDA – Pada Selasa (29/9/2020) dan Rabu (30/9/2020), dua warga binaan pemasyarakatan (WBP) Rumah Tahanan (Rutan) Klas IIA Samarinda meninggal dunia.

Satu di antaranya, diketahui meninggal dengan status probable Covid-19.

Dikonfirmasi perihal tersebut, Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda, Ifran membenarkan adanya penjemputan WBP Rutan Klas IIA Samarinda.

“Kemarin kami cuma mendapat dari rumah sakit (RSUD AWS) ada pasien meninggal DOA (death on arrival) begitu saja,” kata Ifran, Rabu (30/9/2020).

Saat dijemput WBP tersebut sudah dilakukan pemulasaran dan siap dikebumikan. Permakaman dilakukan pada pukul 16.20 Wita di TPU Serayu, Kelurahan Tanah Merah.

Disinggung mengenai status kematian WBP, Ifran mengatakan bahwa yang bersangkutan diketahui berstatus probable Covid-19.

“Kami tinggal menjemput setelah di pemulasaraan, dia itu suspect ada keterkaitan dengan orang yang terkena Covid-19 tetapi tidak tahu dari mana,” kuncinya.

Sementara itu, dari pihak Rutan Kelas II A Samarinda yang coba dikonfirmasi awak media rupanya masih irit bicara.

Pihak perwakilan rutan melalui rilis tertulis dari Plh Karutan Kelas II A Samarinda, Yuni Rindayani tak ada menyinggung soal kematian WBP berstatus probable tersebut.

Dalam secarik kertas yang diterima awak media, pihak rutan memberikan klarifikasi adanya kematian WBP lain yang tak memiliki keterkaitan dengan pandemi Covid-19.

Sebelum meninggal, WBP itu diketahui sakit dan tidak sadarkan diri. Pria berusia 55 tahun itu sempat mengikuti apel pagi. Namun setelah kembali ke kamarnya, barulah kesadarannya mulai terganggu.

“Upaya pertolongan sempat dilakukan di klinik rutan yang berada di bilangan Wahid Hasyim II, Sempaja Selatan. Bahkan WBP yang mulai tidak sadarkan diri itu sempat dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Wahab Syahranie (AWS),” ucap Yuni dalam rilisnya.

Baca Juga:  Tekan Pengangguran Akibat Pandemi, Ini Pesan Politisi PDI Perjuangan

Nahas, nyawanya tidak bisa ditolong. Dalam keterangan tertulisnya, WBP tersebut dibawa ke RSUD AWS menggunakan mobil ambulance Rutan. Dan, dinyatakan meninggal saat dalam perjalanan. (***)

Reporter: Satria Mega Dirgantara

Editor: Prananda Dwi Indra Purnama

Share :

Baca Juga

News

Inna Lillahi Wa Inna Ilaihi Raji’un, Bocah 10 Tahun Tewas Tenggelam di Kolam Unmul

News

Warga Binaan Lapas Klas IIA Samarinda Ditemukan Tak Bernyawa, Penyebabnya Masih Diselidiki

News

Distribusi Vaksin Covid-19 Ditentukan oleh Pemerintah Pusat, Pemprov Kaltim Belum Dapat Kejelasan

News

Meninggal Akibat Covid-19 Dapat Dana Bantuan, Segini Nilainya

News

Vaksinasi Dosis Kedua Pedagang Pasar Tradisional di Balikpapan Dilakukan, Ini Harapan Wali Kota

News

Kejar Target, Panitia Seleksi Bakal Rampungkan Nama Tiga Besar di 12 Jabatan Tinggi Pratama di Kaltim

News

Zairin Zain Dikabarkan Positif Covid-19, Tetangga Tak Tahu, Sarwono: Konfirmasi Langsung

News

Puluhan Pekerja Lepas Pantai Pertamina Terpapar Covid-19, Lokasi Di-lockdown