Home / Politik

Friday, 2 October 2020 - 06:00 WIB

Dipanggil Bawaslu, Calon Wali Kota Samarinda: Masa Diundang Orang Enggak Hadir

Pasangan M Barkati dan Darlis Pattalongi. (ist)

Pasangan M Barkati dan Darlis Pattalongi. (ist)

WAYOUT.ID, SAMARINDA –  Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Samarinda memanggil pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Samarinda, nomor urut 1, Muhammad Barkati dan Darlis Pattalongi untuk memberi keterangan terkait dugaan pelanggaran kampanye di luar zona.

Barkati hadir dengan didampingi satu orang ajudan dan Darlis pun demikian.

Pemeriksaan pasangan calon ini sempat mengalami kemoloran beberapa jam dari yang dijadwalkan pada pukul 10.00 wita, lantaran menunggu kedatangan pasangan calon berjuluk Sang Badar itu.

Barkati yang lebih dulu selesai dimintai keterangan menjelaskan kepada awak media kronologis kehadiran dirinya pada acara syukuran kelompok ibu-ibu senam pada, Minggu (27/9/2020) yang lalu.

“Pak Syahruddin itu bosku waktu jual ikan. Masa aku diundang orang enggak hadir,” kata Barkati saat diwawancara awak media, Kamis (1/10/2020).

Calon wali kota incumbent ini pun menceritakan awal mula ia dipanggil. Ia membeberkan, undangan tersebut sebenarnya telah ditujukan ke dirinya jauh-jauh hari.

Kemudian ia baru mendapatkan informasi akan ada syukuran komunitas senam salah satu rekannya di Kecamatan Samarinda Seberang sebelum pengambilan nomor urut pasangan calon.

“Siapapun namanya undangan selalu saya hadir. Namanya undangan tidak pernah ditolak. Yang penting ada undangan hadir,” ucapnya.

Terkait spanduk yang terpasang saat acara, Barkati mengaku tidak mengetahui, namun ia menilai hal itu merupakan hak pemilik rumah.

“Namanya orang yang punya rumah mau pasang, biar 10, biar sekeliling rumahnya ada spanduk kan gak ada masalah,” ujarnya.

Sementara itu, pasangan Barkati-Darlis yang lebih lama diperiksa petugas Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu), menepis adanya kegiatan kampanye.

Ia pun saat pemeriksaan ditanya apakah mengetahui bahwa jadwal kampanye saat itu bukan jadwal Samarinda Seberang, Darlis menjawab mengetahui.

Baca Juga:  Persentase Testing Tinggi, Kaltim Masuk Daerah Terapkan Standar WHO di Penanganan Covid-19

Namun, Darlis memahami bahwa yang diatur KPU dalam masa kampanye adalah kegiatan yang direncanakan oleh pasangan calon atau timses yang kemudian diketahui pihak kepolisian.

“Tapi karena undangan jadi tidak mencocokkan lagi. Sama dengan ketika menghadiri undangan pernikahan atau undangan majelis taklim, meskipun itu di luar jadwal. Karena pemahaman kami yang diatur itu jadwal sosialisasi dan kampanye. Apakah jadwal itu diatur tim partai atau relawan,” terangnya.

Bawaslu Punya Waktu 5 Hari

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Samarinda memiliki waktu lebih kurang lima hari terhitung sejak awal pemanggilan pada, Rabu (30/9/2020) untuk memutuskan tindak lanjut dugaan kasus pelanggaran zona kampanye yang diduga dilakukan oleh pasangan Barkati-Darlis.

“Kalau mengacu undang-undang pemilihan tentu waktu kita adalah 3+2 atau lima hari. Itu proses klarifikasi kemudian kita rapatkan ke Gakkumdu,” terang ketua Bawaslu Samarinda, Abdul Muin usai pemeriksaan pasangan calon di kantor Gakkumdu Bawaslu, Jalan Wijaya Kesuma, Kamis (1/10/2020).

Muin menjelaskan pihaknya terlebih dulu akan mengkaji lebih dalam hasil klarifikasi yang dilakukan selama dua hari ini.

“Hari ini kita telah melakukan klarifikasi, tentu kita akan melihat hasil klarifikasinya. Apakah nanti kita masih memerlukan keterangan orang lain yang kita duga ikut mengetahui kegiatan ini atau tidak. Kasus ini sudah kita tangani. Coba kita lihat di sisi persoalannya. Baru nanti kita ambil keputusan melalui rapat Gakkumdu,” tambahnya.

Disinggung mengenai kehadiran pihak penyidik kepolisian pada proses klarifikasi, Muin mengatakan hal itu merupakan standar operating procedure (SOP) dalam semua proses klarifikasi yang digelar Bawaslu.

“Mulai kemarin penyidik ada. Saya kira SOP kita peraturan bersama bahwa kepolisian dan kejaksaan berhak untuk mendampingi setiap adanya klarifikasi yang dilakukan Bawaslu,” ujarnya. (***)

Baca Juga:  Adik Bupati Paser Dukung Sulaiman-Ikhwan, Dianggap Punya Pengalaman Matang Birokrasi dan Politik

 

Reporter: Satria Mega Dirgantara

Editor: Prananda Dwi Indra Purnama

Share :

Baca Juga

Politik

Rehabilitasi Masjid hingga Pembangunan Irigasi, Aspirasi Warga Tenggarong Mendukung Edi-Rendi

Politik

PDI Perjuangan Solid Menangkan Sulaiman-Ikhwan, Pastikan Infrastruktur Jalan Desa Jadi Prioritas

Politik

ASN di Samarinda Diduga Dukung Salah Satu Pasangan Calon, Bawaslu Minta Pemkot Bertindak Tegas

Politik

Ratusan Bandar Narkoba Direlokasi ke Lapas Nusakambangan, Begini Respon Wakil Kaltim di Senayan

Politik

Survei Pilkada Samarinda Bocor di Media Sosial, Andi Harun-Rusmadi Unggul di 10 Kecamatan

Politik

Basri Rase-Najirah Adi Darma di Pilkada Bontang, Safaruddin: Sudah Kita Usulkan ke DPP

Politik

APK Liar di Samarinda Bakal Ditertibkan, Termasuk di Tiang Listrik dan Fasum

Politik

Deklarasi Soppeng Masseddi untuk Mahyunadi-Kinsu: Satu Tujuan, Satu Harapan, Menangkan Nomor Satu