Home / News

Friday, 2 October 2020 - 06:00 WIB

Razia Pencegahan Covid-19 di Samarinda, 39 Orang Dihukum Push-up dan Didata

Penegakan perwali di Samarinda untuk mencegah penyebaran Covid-19. (Satria Mega Dirgantara/Wayout.id)

Penegakan perwali di Samarinda untuk mencegah penyebaran Covid-19. (Satria Mega Dirgantara/Wayout.id)

WAYOUT.ID, SAMARINDA – Penegakan Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 43 Tahun 2020 tentang Protokol Kesehatan terus digencarkan di Samarinda. Rabu (30/9/2020), petugas menggelar kegiatan razia. Hasilnya didapati 39 pelanggar protokol kesehatan pada kegiatan tersebut.

Untuk diketahui, kegiatan ini merupakan agenda rutin unsur gabungan pihak pemerintah bersama TNI/Polri untuk mendisiplinkan perilaku masyrakat di tengah wabah pandemi Covid-19 yang kian masif menjangkit. Kegiatan berlangsung di Kelurahan Bugis, Kecamatan Samarinda Kota.

“Jadi kami di sini kembali melakukan penegakan perwali sesuai yang telah ditentukan,” jelas Camat Samarinda Kota, Anis Siswantini ditemui usai kegiatan.

Dikatakannya, terdapat lima titik yang menjadi sasaran dalam penegakan protokol Covid-19 tersebut. Yakni Taman Samarendah, Jalan KH Khalid depan Mal Mesra Indah, Jalan Jenderal Sudirman (Pasar Pagi), Jalan Abul Hasan, serta Jalan Basuki Rahmat.

“Dari hasil kegiatan, ada 39 orang yang melakukan pelanggaran, sehingga diberikan sanksi sosial, mulai push-up, menyapu, menghafal Pancasila hingga menyanyikan lagu-lagu perjuangan. Setelah itu dilakukan pendataan,” urainya.

Tetapi, lanjut Anis, untuk kesadaran masyarakat dalam menggunakan masker saat ini diakuinya kebiasaan masyarakat terus membaik. Jika diumpamakan, warga di bawah wilayah kekuasaannya telah mulai patuhi hingga 95 persen.

“Mereka ini sebagian membawa masker, tetapi tidak digunakan. Makanya tetap kami sanksi. Ya, harusnya mereka pakai. Jadi, mereka sudah mulai menaati,” tuturnya.

Untuk selanjutnya, pihaknya akan melakukan penegakan di resto, kafe-kafe, termasuk di kawasa Citra Niaga, yang masih di wilayah Samarinda Kota.

“Selain penggunaan masker, juga nantinya terkait jarak. Seperti Citra Niaga ini kan hari ini buka, nanti akan kami pantau juga, apakah mereka akan mematuhi imbauan pemerintah atau tidak. Kalau memang tidak dihiraukan, setelah mendapat hukuman selama sepekan, bisa saja ada hukuman yang lebih berat, hingga pencabutan izin,” pungkasnya. (***)

Baca Juga:  Demo Tolak Omnibus Law di Kantor DPRD Kaltim Berakhir Ricuh, Demonstran dan Polisi Bentrok

 

Reporter: Satria Mega Dirgantara

Editor: Prananda Dwi Indra Purnama

Share :

Baca Juga

News

Dua Orang Jadi Tersangka di Demo Omnibus Law di Samarinda, Aliansi Mahakam Menggugat: Kami yang Dituduh

News

Perjalanan Covid-19 di Samarinda, 1 Kasus di Maret hingga Ribuan Kasus saat Desember

News

Kasus Covid-19 di Kaltim Terus Mengalami Peningkatan, 375 Orang Kembali Terpapar Virus

News

394 Orang Terpapar Covid-19 pada Akhir Pekan, Tujuh Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

News

Lebaran di Tengah Pandemi, Safaruddin: Kita Rayakan Kemenangan dengan Mematuhi Protokol Kesehatan

News

Balikpapan Tambah 34 Positif Covid-19, Total Kasus se-Kaltim Tembus 10 Ribu

News

Kota Samarinda Paling Banyak Terima Vaksin Covid-19, Tenaga Kesehatan Jadi Prioritas Utama

News

Angka Positif Covid-19 di Balikpapan Melonjak, Kasus Riwayat OTG Menjadi yang Terbanyak