Home / News

Monday, 5 October 2020 - 06:00 WIB

Penegakan Protokol Kesehatan di Samarinda, 2.213 Warga Melanggar Perwali 43/2020

Penegakan Perwali Nomor 43 untuk antisipasi penyebaran Covid-19 di Samarinda. (Satria Mega Dirgantara/Wayout.id)

Penegakan Perwali Nomor 43 untuk antisipasi penyebaran Covid-19 di Samarinda. (Satria Mega Dirgantara/Wayout.id)

WAYOUT.ID, SAMARINDA – Penegakan Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 43 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Discase 2019 (Covid-19) hingga kini masih rutin dilakukan gabungan pihak Pemkot Samarinda, maupun unsur keamanan TNI/ Polri.

Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 di Kota Tepian. Mengulik catatan Satpol PP Samarinda, setidaknya terdapat 2.213 masyarakat yang terjaring dalam pelanggaran operasi yustisi.

Dari jumlah tersebut, sebagian besar di antaranya merupakan masyarakat berusia produktif.

Kepala Seksi Penyelidikan dan Penyidikan Bidang Perundang-undangan Daerah Satpol PP Samarinda, Surono mengatakan, pelanggar sudah ada yang dua kali bahkan ada yang sampai tiga kali terjaring operasi petugas di lapangan.

“Rata-rata masyarakat yang berumur produktif artinya anak-anak muda dan kedua orang tua,” ungkapnya Minggu (4/10/2020) siang tadi.

Meski angka pelanggar masih begitu tinggi, lanjutnya, sebagian masyarakat lainnya telah mulai mematuhi aturan pemerintah dalam upaya pencegahan penularan wabah tersebut.

“Di tempat umum seperti di pasar sudah banyak yang menggunakan masker. Di jalan pun, demikian,” imbuhnya.

Dengan demikian, dirinya menginginkan kepada masyarakat agar selalalu mengikuti protokol kesehatan dalam melakukan aktivitas seseuai dengan tertuang dalam Perwali 43/2020 di ibu kota Kaltim ini.

“Jadi kami imbau dan dilaksanakannnya Perwali 43/2020 agar dipatuhi, hingga dapat menekan angka penyebaran,” terangnya.

Surono juga menambahkan, untuk lebih mentertibkan ketidaktaatan masyarakat, maka pemerintah telah mengeluarkan kepastian pada Senin (5/10/2020), para pelanggar akan di sanksi denda.

“Lalu kita berikan slip dan nomor ponsel, dan akan kami koordinasikan pelaksanaan sidang yustisinya,” ungkapnya.

Surono mengungkapkan bahwa penerapan tersebut bertujuan agar masyarakat lebih paham apa itu virus corona, dan bagaimana bahayanya, serta penyebarannya di Kota Tepian yang kian masif.

Baca Juga:  2.200 Orang di Balikpapan Sembuh dari Covid-19, Kasus di Samarinda Meroket

“Namun sampai saat ini, sebagian masyarakat masih belum memahami. Sebagai pembelajaran masyarakat. Dan ini juga untik menjaga masyarakat itu sendiri,” pungkasnya. (***)

 

Reporter: Satria Mega Dirgantara

Editor: Prananda Dwi Indra Purnama

Share :

Baca Juga

News

Ujian Nasional Bakal Ditiadakan Mulai Tahun Depan, Begini Respon Disdik Kota Samarinda

News

Alhamdulillah, Rektor Unmul dan Kepala Dinas Kesehatan Kaltim Sembuh dari Covid-19

News

Meninggal Akibat Covid-19 Dapat Dana Bantuan, Segini Nilainya

News

Ada Dugaan Warga Binaan Terlibat Narkoba, Kalapas Akui Belum Terima Laporan

News

Vaksin Sinovac Sudah Tiba di Indonesia, Kuota untuk Kota Samarinda Masih Belum Diketahui

News

Enam Jabatan Tinggi di Kaltim Segera Terisi, Gubernur Punya Hak Prerogatif Memilih

News

Kota Samarinda Paling Banyak Terima Vaksin Covid-19, Tenaga Kesehatan Jadi Prioritas Utama

News

Sekolah di Kawasan Zona Merah Samarinda Diminta Tak Lakukan Pembelajaran Tatap Muka