Home / Ekobiz

Tuesday, 6 October 2020 - 06:00 WIB

Pertumbuhan Ekonomi Melambat, APBD Kaltim 2021 Diprediksi Cuma Sekitar Rp 9 Triliun

ilustrasi. (ist)

ilustrasi. (ist)

WAYOUT.ID, SAMARINDA –  Total Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kaltim 2021 mendatang diprediksi menurun hingga Rp 2 triliun. Hal ini turut dikomentari ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Kaltim, Syafruddin.

“Turunnya menjadi Rp 9 triliun saja, dari sebelumnya Rp 11 triliun. Inilah yang dibahas DPRD kenapa bisa turun pendapatan. Sektor apa yang mengalami penurunan. Ini yang dibahas tapi baru secara umum aja,” ujar Udin sapaan karibnya kepada awak media usai menggelar rapat dengar pendapat (RDP) bersama Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kaltim, Senin (5/10/2020).

Menanggapi pertanyaan Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kaltim, kepala Bappeda Kaltim Muhammad Aswin menjelaskan alasan turunnya nilai APBD Kaltim tahun 2021. Ia menyebut salah satunya diakibatkan melambatnya laju pertumbuhan ekonomi.

“Terjadi kontraksi sampai 5,4 persen. Akibatnya apa? Kegiatan di perkebunan itu jatuh. Karena sebagian besar hasil kita dari sumber daya alam yang bisa diperbaharui, yakni dari perkebunan sawit,” ungkapnya.

Harga sawit dunia mengalami kejatuhan yang sangat signifikan pada saat kondisi pandemi Covid-19. “Ekspor orang tidak mau terima, karena mereka kena masalah,” katanya.

Sektor lainnya, ungkap Aswin, adalah pertambangan. Tambang batu bara masih menjadi komoditas terbesar dalam menghasilkan pendapatan asli daerah (PAD).

“Batu bara sekarang juga lagi turun harganya. Kemudian kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan itu juga banyak yang setop,” bebernya.

Aswin menambahkan, kilang minyak di Kota Balikpapan juga sedang mengalami perbaikan. Sehingga banyak yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) dari sektor induk Pertamina.

“Itulah penyebabnya sehingga hasil kita akan turun,” ucapnya.

Namun demikian, Aswin memastikan sumber PAD Kaltim saat ini diperoleh dari beberapa sektor penting. Di antaranya sektor kesehatan dan industri digital.

Baca Juga:  Tidak Ada Penurunan Harga Pertalite di Kaltim, Ini Loh Penyebabnya

Disinggung soal pemanfaatan APBD 2021 yang di prediksi akan masih terpengaruh oleh anggaran Covid-19, Aswin sepenuhnya masih menunggu arahan pusat.

“Yang bisa mengubah anggaran daerah itu dari Jakarta (pemerintah pusat, Red.). Itu ada perintah dari undang-undang (UU) melalui presiden agar dipotong dan sebagainya. Kalau sekarang kami belum terima perintah seperti itu,” pungkasnya.

Untuk diketahui DPRD Kaltim dalam waktu dekat akan memanggil tim anggaran pemerintah daerah (TAPD) untuk meminta penjelasan terkait turunnya PAD. (***)

 

Reporter: Satria Mega Dirgantara

Editor: Prananda Dwi Indra Purnama

Share :

Baca Juga

Ekobiz

Turun Sekitar Rp 3 Triliun, Segini Target Pendapatan Kaltim di APBDP 2020

Ekobiz

Bank Dunia Gelontorkan USD 1 Juta ke Indonesia, Dukung Investasi Berkelanjutan di Sektor Perikanan Pesisir

Ekobiz

Masyarakat Indonesia Optimistis Krisis Ekonomi Segera Berlalu, Ini Penyebabnya

Ekobiz

Ekonomi Kaltim Perlahan Mulai Membaik, Triwulan III 2020 Alami Pertumbuhan hingga 2,39 Persen

Ekobiz

Pemprov Kaltim Bakal Rombak Seluruh Pimpinan Perusda PT AKU, Januari Ada Pergantian Direksi

Ekobiz

Lindungi Petani dari Dampak Perubahan Iklim dan Cuaca, Mandiri AXA Gandeng AXA Climate dan YASI

Ekobiz

Bagaimana Satu Produsen Furnitur Menjadi “Beyond Sustainability”

Ekobiz

PPnBM Mobil Baru Nol Persen Mulai Berlaku Bulan Depan, Berharap Pertumbuhan Sektor Otomotif