Home / Politik

Tuesday, 6 October 2020 - 06:00 WIB

Status Ijazah Mahyunadi Digoreng Jadi Isu Politik, Ini Jawaban Sang Kakak

Wakil ketua DPD RI, Mahyudin dengan latar belakang pasangan Mahyunadi-Kinsu. (ist)

Wakil ketua DPD RI, Mahyudin dengan latar belakang pasangan Mahyunadi-Kinsu. (ist)

WAYOUT.ID, SANGATTA – Diunggulkan memenangi pemilihan kepala daerah (pilkada) oleh lembaga survei lantaran ketokohan dan program-programnya mampu menarik simpati masyarakat, calon Bupati Kutai Timur (Kutim) H Mahyunadi MSi langsung menjadi target serangan negatif. Untuk kesekian kalinya, calon nomor urut satu itu berusaha dijegal lawan politiknya.

Setelah kasus ijazah palsu tidak mempan, kali ini giliran status ijazah Paket C miliknya yang digoreng jadi isu politik. Padahal, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah mengeluarkan surat edaran bernomor: 107/MPN/MS/2006 yang ditujukan kepada Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara, Kepala Staf TNI AD, TNI Al, TNI AU, Kapolri, Kepala BKN, dan Rektor Universitas/Direktur Politeknik/Ketua Sekolah Tinggi.

Isi dari surat edaran itu menegaskan tentang status hukum ijazah Paket A (setara SD), Paket B (setara SMP), dan Paket C (setara SMA) yang harus diperlakukan setara secara hukum dengan ijazah sekolah. Di mana, eligibilitas ijazah Paket A/B/C di mata hukum setara dengan ijazah sekolah.

Berikut isi surat edaran Kemendikbud tersebut:

  1. Setiap orang yang lulus ujian kesetaraan Paket A, Paket B atau Paket C masing-masing memiliki hak eligibilitas yang sama dan setara dengan berturut-turut pemegang ijazah SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/MA/SMK untuk dapat mendaftar pada satuan pendidikan yang lebih tinggi.
  2. Status kelulusan program pendidikan kesetaraan Paket C memiliki hak eligibilitas yang setara dengan pendidikan formal dalam memasuki lapangan kerja.
  3. Setiap lembaga diminta mematuhi ketentuan perundang-undangan tersebut di atas agar tidak diindikasikan melanggar hak asasi manusia.

Sekadar informasi, pada pilkada kali ini, ketua DPRD Kutim 2014-2019 itu berpasangan dengan H Lulu Kinsu. Pasangan dengan jargon Kutim Makin Maju diusung koalisi partai politik (parpol) besar yang terdiri dari Partai Golongan Karya (Golkar), Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan, Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Nasional Demokrat (Nasdem), serta Partai Amanat Nasional (PAN). Juga didukung Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Partai Gelora, dan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura).

Baca Juga:  Mahyunadi-Kinsu Pastikan Kesejahteraan Pemuka Agama, Diharapkan Bisa Fokus Membimbing Umat

Gegara Mahyunadi kerap dijadikan sasaran tembak lawan politiknya, Mahyudin yang merupakan kakak Mahyunadi angkat bicara. Pria yang juga wakil ketua DPD RI itu menuangkannya dalam tulisan berjudul Hikayat MM.

Berikut Curahan Hati Mahyudin

Membaca berbagai ocehan sinis yang menghiasi dunia maya, pikiranku melayang ke masa silam. Suatu masa dimana aku dan adek-adekku harus bekerja keras untuk bisa bertahan hidup. Keterbatasan ekonomi orang tua membuat kami hidup serba kekurangan. Jangankan berpikir kemewahan, untuk memenuhi kebutuhan makan harian saja terasa sangat berat.

Masih segar dalam ingatanku, ketika aku dan adekku, Mahyunadi harus menjadi kuli batu bata hanya demi sesuap nasi. Kala itu, aku masih duduk di bangku SMA. Kondisi itu mendorongku berusaha keras menyelesaikan sekolah, dengan satu harapan, kelak aku bisa menyelamatkan masa depan adek-adekku. Beruntung aku bisa menyelesaikan SMA, bahkan melanjutkan studi di Universitas Lambung Mangkurat. Sebuah studi yang dijalani dengan penuh keprihatinan.

Untuk membiayai kuliah, berbagai pekerjaan harus aku jalani. Jualan pisang goreng di pagi dan sore hari, dan menjadi tukang ojek di kala malam tiba. Sedih, letih, bahkan kadang lapar tidak aku rasakan. Keinginanku menjadi sarjana yang kelak bisa menolong keluarga, menjadi penyemangat ketika rasa putus asa datang menerpa. Dengan cucuran keringat dan air mata,  akhirnya gelar sarjana pun berhasil kuraih.

Keberhasilan itu tidak terlepas dari pengorbanan adekku, Mahyunadi. Demi kakaknya bisa kuliah, Mahyunadi mengambil alih beban keluarga. Hidupnya dihabiskan untuk membantu orang tua bekerja. Ia rela mengorbankan pendidikan SMA nya demi keluarga. Berbagai kerja serabutan yang dilakoninya membuat dia tidak memiliki kesempatan untuk sekolah. Sebagai anak tertua, akulah yang seharusnya mengambil beban itu.  Mahyunadi dengan jiwa besarnya rela mengganti apa yang seharusnya menjadi tanggungjawabku.

Tidak berlebihan jika aku bertekad untuk menyelamatkan pendidikannya. Akupun mendorong Mahyunadi untuk ikut ujian paket C.  Alhamdulillah ijazah itu tidak hanya sah di mata dunia pendidikan. Ijazah itu bahkan telah mengantarkan Mahyunadi ke jenjang S1 dan S2 di Perguruan Tinggi kebanggan Kalimantan Timur, Universitas Mulawarman. Mungkin mereka yang bermental picik akan berkata, “kok hanya lulusan paket C”? Aku justru balik bertanya,”emangnya apa yang salah dengan paket C? Apakah paket C mengindikasikan seseorang tidak berpengetahuan?”.

Terkadang celotehan yang tidak “popular” itu mengusik emosiku. Tapi ketika aku melihat Mahyunadi yang memiliki semangat dan dedikasi melebihi mereka yang arogan dengan predikat lulus SMA, emosiku menjadi sirna. Kebahagianku saat ini adalah melihat kesuksesannya, dan menyaksikan perjuangannya untuk orang-orang yang membutuhkan uluran tangannya.

Aku yakin, selalu ada harapan bagi orang yang mau berusaha, selalu ada jalan bagi orang yang menyertai usaha dengan doa. Teruslah berjuang adekku, jadikan setiap cibiran dan cemooh sebagai tonggak meraih kesuksesan. Tetaplah menjadi Mahyunadi yang berjiwa besar, yang mampu bertindak atas dasar kemaslahatan, bukan semata ambisi dan haus kekuasaan. (***)

Reporter: Bima Putra Perkasa

Editor: Prananda Dwi Indra Purnama

Share :

Baca Juga

Politik

Satukan Tekad untuk Membawa Perubahan di Kutim, Generasi Milenial Deklarasi Menangkan Mahyunadi-Kinsu

Politik

Safaruddin untuk Masyarakat Kaltim: Isra Mikraj Bukti Kuasa dan Kebesaran Allah SWT

Politik

BSPN Kaltim Ungkap Dugaan Kecurangan di Pilkada Kutai Timur, Terungkap saat Pleno Kecamatan

Politik

Sederet Alasan Mengapa Mahyunadi-Kinsu Bakal Membawa Kutim Makin Maju

Politik

Kualitas SDM Kutim Harus Ditingkatkan, Mahyunadi-Kinsu Akan Benahi Tiga Sektor Berikut Ini

Politik

Coblos Nomor Satu! Berikut 15 Program Kerja Basri Rase-Najirah Adi Darma untuk Kota Bontang

Politik

Tim Pemenangan Zairin-Sarwono Dipanggil Bawaslu Samarinda, Terkait Dugaan Kampanye Berkedok Bagi Sembako

Politik

Basri Rase-Najirah Adi Darma Kembalikan Prolita di Bontang, Juga Siapkan Satu Motor untuk Satu RT