Home / Ekobiz

Wednesday, 7 October 2020 - 06:00 WIB

Dana Bagi Hasil Turun, APBD Kaltim Diprediksi Tergeurs Rp 864 Miliar

M Sabani. (ist)

M Sabani. (ist)

WAYOUT.ID, SAMARINDA – Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) menggelar rapat tertutup bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Provinsi Kaltim, yang dihadiri langsung Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Kaltim, Muhammad Sabani, Selasa (6/10/2020).

Rapat tersebut membahas tentang penyesuaian rancangan , Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun 2021.

M Sabani menyampaikan, sebagaimana rancangan KUA-PPAS tahun 2021 yang telah disampaikan kepada DPRD Kaltim, Pemprov Kaltim mengusulkan rancangan APBD tahun 2021 sebesar Rp 9,027 triliun.

Namun demikian rancangan anggaran tersebut masih akan dikoreksi lantaran ada penurunan perkiraan dana bagi hasil dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).

Dengan terbitnya lampiran alokasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) dalam APBN 2021, maka dilakukan penyesuaian pada rancangan KUA-PPAS tahun 2021 yang semula sebesar Rp 9,027 triliun menjadi Rp 8,27 triliun atau berkurang sebesar Rp 864 miliar.

“Inikan baru pembahasan awal. Sehingga kemungkinan akan terkoreksi. Ini yang akan kita bahas lagi berapa koreksi yang akan kita tetapkan bersama nanti,” ujar Sabani saat diwawancara awak media usai menghadiri rapat Banggar di Gedung D DPRD Kaltim.

Dengan terbitnya lampiran TKDD dalam APBN 2021, maka dilakukan penyesuaian pada rancangan KUA-PPAS tahun 2021 yang semula sebesar Rp 9,027 triliun menjadi Rp 8,27 triliun atau berkurang sebesar Rp 864 miliar.

Disinggung soal besaran anggaran pokok pikiran (pokir) anggota dewan, Sabani mengaku belum membahasnya. “Kita belum bahas sampai ke sana. Kita baru menjajaki angka-angkanya,” katanya.

Sementara itu, ketua DPRD Kaltim, Makmur HAPK mengatakan, pokir anggota dewan telah masuk dalam batang butuh rancangan KUA-PPAS tahun 2021.

“Kita tidak ada istilah usulan dari dewan. Batang tubuh APBD yang diusulkan kurang lebih 8 triliun sampai 9 triliun rupiah itu kita bahas bersama. Di sana lah pokok-pokok pirkiran kita,” ujarnya.

Baca Juga:  Kendati Tak Memberikan Kontribusi untuk PAD, BUMD di Samarinda Tetap Dapat Kucuran Modal

Sebab itu, ia enggan menyebut secara rinci besaran anggaran yang diusulkan oleh legislator Karang Paci, sebutan bagi anggota DPRD Kaltim.

“Kalaupun nanti ada perbaikan nilainya itu bukan urusan kita. Kita kan bukan mengeksekusi dan bukan juga pengelola anggaran. Kita kan tugasnya mengoreksi supaya programnya tepat, yang belum tersentuh itu yang kita sentuh,” pungkasnya. (***)

 

Reporter: Satria Mega Dirgantara

Editor: Prananda Dwi Indra Purnama

Share :

Baca Juga

Ekobiz

Kendati Belum Mencapai Kata Final, APBD Kaltim Tahun 2021 Diperkirakan Naik Sebesar Rp 2 Triliun

Ekobiz

Kendati Tak Memberikan Kontribusi untuk PAD, BUMD di Samarinda Tetap Dapat Kucuran Modal

Ekobiz

Kedai di Citra Niaga dan Tepian Mahakam Dipersilakan Beraktivitas, Asalkan….

Ekobiz

Turun Sekitar Rp 3 Triliun, Segini Target Pendapatan Kaltim di APBDP 2020

Ekobiz

Pendaftar Dana Hibah UMKM Membeludak, Menkop-UKM Minta Tambahan Kuota Dana Hibah Usaha

Ekobiz

Tidak Mengalami Kenaikan karena Pandemi Covid-19, UMP Kaltim 2021 Tetap di Angka Rp 2,9 Jutaan

Ekobiz

Bagaimana Satu Produsen Furnitur Menjadi “Beyond Sustainability”

Ekobiz

Pertamina Ekspor 200 Ribu Barel Soral ke Negeri Jiran, Nilainya Fantastis