Home / News

Wednesday, 7 October 2020 - 06:00 WIB

Kasus Rasuah Mantan Bupati Kutim, Ismunandar Uang untuk Modal Pilkada

Suasana persidangan di PN Tipikor Samarinda. (Satria Mega Dirgantara/Wayout.id)

Suasana persidangan di PN Tipikor Samarinda. (Satria Mega Dirgantara/Wayout.id)

WAYOUT.ID, SAMARINDA – Senin (5/10/2020) sore, persidangan kasus dugaan suap di lingkungan Pemkab Kutim tahun anggaran 2019-2020 kembali digelar di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (PN Tipikor) Samarinda.

Dua terdakwa pemberi suap, Aditya Maharani dan Deki Aryanto sebagai rekanan swasta Pemkab Kutim dihadirkan.

Sidang lanjutan dipimpin Agung Sulistiyono dengan didampingi hakim anggota Joni Kondolele dan Ukar Priyambodo. Agendanya masih pemeriksaan keterangan saksi.

Mereka itu ialah mantan Bupati Kutim Ismunandar, Kepala Bapenda Musyafa, dan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Suriansyah alias Anto. Mejelis hakim langsung melemparkan sejumlah pertanyaan kepada Musyafa.

Musyafa mengawali keterangannya terkait asal mula suap itu bisa terjadi. Yakni berawal ketika Ismunandar meminta kepada dirinya untuk mencarikan uang dengan jumlah besar pada medio Mei lalu.

Uang itu akan digunakan sebagai modal Ismunandar yang berencana kembali berkontestasi pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020.

“Beliau bilang ke saya ada memiliki tanggungan, jadi saya diminta untuk mencari (uang) biar bisa membayar tanggungan itu,” ucap Musyafa.

Sumber uang yang dimaksud, rupanya berasal dari para rekanan swasta. Mereka yang akan dimintai uang. Nantinya mendapatkan imbalan sejumlah pekerjaan proyek pembangunan infrastruktur. Rekanan swasta yang dihubungi Musyafa kala itu  ialah Direktur PT Turangga Triditya Perkasa, Aditya Maharani Yuono.

“Saya minta Bu Aditya supaya bisa bantu Pak Ismu (Ismunandar) menyelesaikan tanggungannya. Dan Bu Aditya bersedia, yang mulia,” terangnya.

Usai percakapan itu, Musyafa lantas memerintahkan terdakwa Aditya Maharani untuk bertatap muka secara langsung dengan Ismunandar yang pada pemilihan kepala daerah (pilkada) 2015 lalu berpasangan dengan Kasmidi Bulang.

Dari pertemuan itulah, Aditya Maharani nantinya akan mendapatkan enam paket pengerjaan proyek di lingkungan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Pemkab Kutim yang totalnya senilai Rp 15 miliar.

Baca Juga:  Dana Bagi Hasil Turun, APBD Kaltim Diprediksi Tergeurs Rp 864 Miliar

Enam paket proyek itu terbagi dari pengerjaan pembangunan embung di Desa Maloy senilai Rp 8,3 miliar, pembangunan rumah tahanan Polres Kutim Rp 1,7 miliar, dan pembangunan jalan poros di Kecamatan Rantau Rp 9,6 miliar.

Kemudian, pembangunan kantor Polsek Teluk Pandan senilai Rp 1,8 miliar, optimalisasi pipa air bersih senilai Rp 5,1 miliar, serta terakhir pengadaan dan pemasangan lampu penerangan jalan umum (LPJU) di Jalan APT Pranoto Sangata senilai Rp 1,9  miliar.

“Setelah itu, Bu Aditya mengirimkan uang Rp 5 miliar. Kemudian saya yang beritahu Bu Aditya kalau dia dapat proyek pengerjaan itu,” sambungnya.

Pada 7 Juni 2019, Aditya yang menggarap enam proyek akhirnya mendapatkan termin pencairan. Kala itu Ismunandar kembali menghubungi Musyafa untuk meminta sejumlah uang, yang disebutnya sebagai biaya operasional. Uang yang dipungut itu berasal dari rekanan swasta yang sudah mendapatkan proyek pekerjaan.

“Pak Ismu memerintahkan saya untuk menyediakan uang Rp 650 juta. Kemudian saya kembali hubungi Bu Aditya untuk memenuhi permintaan Pak Ismu,” ucapnya.

Permintaan Ismunandar baru bisa dipenuhi Aditya Maharani pada 12 Juni 2020. Dengan baru bisa menyanggupi memberikan uang sebesar Rp 550 juta. Uang tersebut ditransfer ke kepala BPKAD Suriansyah, melalui stafnya. Uang yang telah diterima selanjutnya diserahkan Suriansyah kepada Ismunandar.

“Sisa uang Rp 100 juta, kemudian ditransfer ke ajudan Pak Ismu,” imbuhnya.

Sementara itu, sidang yang berlangsung hingga lima jam lamanya terpaksa ditunda oleh majelis hakim karena keterbatasan waktu pemeriksaan keterangan saksi. “Terima kasih atas keterangan Pak Musyafa. Baik karena keterbatasan waktu, sidang kita tunda,” tutup Agung Sulistiyono. (***)

 

Reporter: Satria Mega Dirgantara

Editor: Prananda Dwi Indra Purnama

Share :

Baca Juga

News

55 Orang Diperiksa Bawaslu Samarinda, Kira-Kira Ada Masalah Apa Ya…

News

Pandemi Belum Berakhir, Balikpapan-Samarinda Tak Siap Sistem Pembelajaran Tatap Muka

News

Covid-19 Teror Siapa Saja, Sudah Tiga Kepala Daerah di Kaltim Terpapar

News

Perjalanan Covid-19 di Samarinda, 1 Kasus di Maret hingga Ribuan Kasus saat Desember

News

Berjuang Selama 12 Hari untuk Sembuh dari Covid-19, Bupati Berau Tutup Usia

News

Ketua RT Diminta Awasi Warganya saat Malam Tahun Baru, Wali Kota Samarinda: Jangan Berkumpul

News

Puluhan Staf KPU Samarinda Dinyatakan Positif Covid-19, Kaltim Tambah 418 Kasus Baru

News

Ada 90 Kasus Baru di Samarinda, Pasien Positif Covid-19 di Kaltim Terus Bertambah