Home / Politik

Friday, 9 October 2020 - 06:00 WIB

Dugaan Pelanggaran Kampanye Barkati-Darlis di Samarinda Tak Dilanjutkan

Konferensi pers yang dilakukan pihak terkait, sehubungan dengan dugaan pelanggaran kampanye Barkati-Darlis, Kamis (8/10/2020). (Satria Mega Dirgantara/Wayout.id)

Konferensi pers yang dilakukan pihak terkait, sehubungan dengan dugaan pelanggaran kampanye Barkati-Darlis, Kamis (8/10/2020). (Satria Mega Dirgantara/Wayout.id)

WAYOUT.ID, SAMARINDA – Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Samarinda, menghentikan proses dugaan pelanggaran kampanye di luar jadwal yang diduga dilakukan pasangan calon nomor urut satu, Muhammad Barkati dan Darlis Pattalongi.

Pihak penyidik kepolisian yang diwakili Aipda Eko Pramono menyebut, pemenuhan alat bukti terhadap unsur Pasal 187 Nomor 10 Tahun 2016 belum terpenuhi, sebagaimana dimuat dalam pasal 184 KUHAP.

“Pasal yang diprasangkakan itu belum terpenuhi unsurnya. Salah satu unsurnya adalah istilah kampanye. Itu harus dijabarkan, kampanye itu yang seperti apa,” jelasnya kepada awak media saat konferensi pers di kantor Bawaslu Samarinda, Kamis (8/10/2020).

Lanjutnya, kemudian dari keterangan ahli yang dihadirkan baik dari ahli Tata Negara Universitas Mulawarman dan ahli dari KPU Samarinda tidak dapat menjelaskan secara detail dugaan tersebut merupakan kegiatan kampanye atau bukan.

“Yang kita harapkan keterangan yang jelas. Sementara penjelasan dari ahli itu bisa dibilang masih mengambang,” ucapnya.

Alasan lain yang disampaikan pihak kepolisian kepada awak media adalah tidak adanya interaksi aktif antara terduga pelanggar dengan warga pada acara syukuran kelompok ibu-ibu senam beberapa waktu lalu.

“Yang dimaksud unsur itu adalah barang siapa yang setiap orang dengan sengaja melakukan kampanye di luar jadwal. Artinya ada interaksi secara aktif sementara yang kita dapatkan di lapangan mereka ini sifatnya pasif,” terangnya.

Selain itu, minimnya waktu penyelidikan menjadi alasan utama Gakkumdu harus segera mengambil kesimpulan terhadap dugaan kasus pelanggaran yang tengah ditangani.

“Keterbatasan waktu juga. Dan kami harus memutuskan juga tadi malam,” pungkasnya.

Bawaslu Tetap Anggap Melanggar

Sementara itu, meski proses pengembangan kasus telah dihentikan, ketua Bawaslu Samarinda Abdul Muin menegaskan, Bawaslu selaku lembaga pengawas penyelenggaraan pilkada menilai adanya spanduk bertuliskan nomor urut satu dan gambar pasangan calon merupakan unsur kampanye.

Baca Juga:  Musancab-Rakercabsus PDI Perjuangan Kukar, Ajang Konsolidasi Pemenangan Edi Damansyah-Rendi Solihin

“Soal spanduk, ini merupakan bagian daripada kampanye. Meskipun hal ini perlu didalami lebih detail,” ujar Muin.

Meski begitu, dikatakan Muin, Bawaslu dalam hal memutuskan sebuah perkara harus melalui prosedur yang telah diatur di dalam ranah Gakkumdu.

“Tekait kasus yang sudah kita tangani tentu hasil rapat menjadi keputusan rapat Gakkumdu,” pungkasnya.

Diketahui, dalam pertemuan antara Barkati-Darlis di Samarinda Seberang beberapa waktu lalu, terdapat spanduk Barkati-Darlis yang dipajang di lokasi acara. (***)

Reporter: Satria Mega Dirgantara

Editor: Prananda Dwi Indra Purnama

Share :

Baca Juga

Politik

Jelang Pencoblosan 9 Desember 2020, Tiga Pasangan Calon di Samarinda Ikrar Siap Menang Siap Kalah

Politik

MUI-BPOM Pastikan Vaksin Covid-19 Halal dan Aman, Safaruddin Imbau Masyarakat Tak Cemas Jalani Vaksinasi

Politik

KPU Larang Calon Kepala Daerah Iklan di Media Sosial, Hanya Boleh Beriklan di Media Massa

Politik

LSI-JIP Rilis Hasil Quick Count Pilkada Samarinda, Pasangan Andi Harun-Rusmadi Dinyatakan Menang

Politik

Satu Suara untuk Perubahan Kutim, Warga Desa Sangkima Bergerak Menangkan Mahyunadi-Kinsu

Politik

Wujudkan Kota Bontang Bebas Kuota, Basri Rase-Najirah Adi Darma Bakal Sebar Wifi Gratis untuk Masyarakat

Politik

ASN di Samarinda Diduga Dukung Salah Satu Pasangan Calon, Bawaslu Minta Pemkot Bertindak Tegas

Politik

Ratusan Bandar Narkoba Direlokasi ke Lapas Nusakambangan, Begini Respon Wakil Kaltim di Senayan