Home / News

Sunday, 11 October 2020 - 06:00 WIB

Pewarta Korban Dugaan Aksi Represif Polisi Lapor ke Polresta Samarinda

Laporan resmi telah diterima Propam Polresta Samarinda terkait dugaan aksi represif ke pewarta di Samarinda. Laporan diterima Sabtu (10/10/2020). (Satria Mega Dirgantara/Wayout.id)

Laporan resmi telah diterima Propam Polresta Samarinda terkait dugaan aksi represif ke pewarta di Samarinda. Laporan diterima Sabtu (10/10/2020). (Satria Mega Dirgantara/Wayout.id)

WAYOUT.ID, SAMARINDA – Lima pewarta Kota Tepian yang diduga mengalami tindakan represif dari oknum kepolisian pada Kamis (8/10/2020) pukul 22.00 Wita malam lalu, pada Sabtu (10/10/2020) pukul 15.00 Wita resmi memberikan laporan kepada Propam Polresta Samarinda.

Didampingi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Aliansi Jurnalis Independen (AJI), dan Jaringan Advokasi Masyarakat (JAM) Borneo Samarinda, kelima pewarta, yakni Mangir (Koran Disway Kaltim), Yuda Almerio (IDN Times), Samuel (Lensa Borneo), Faisal (Koran Kaltim), dan Rizki (Kalimantan TV) membuat laporan resminya.

Dikonfirmasi perihal tersebut, Kasi Propam Polresta Samarinda, Ipda Ribut mengatakan kalau jajarannya telah menerima laporan itu dan akan melakukan tindak lanjutnya.

“Sudah kami terima laporannya,” tegas Ribut melalui telepon selulernya, pukul 17.30 Wita tadi.

Merespon kejadian represif yang dilakukan jajaran internal kepolisian ini, lanjut Ribut, ia memang sangat tidak membenarkan adanya tindakan tersebut. Bahkan saat kabar itu mulai tersiar pada hari kejadian, Ribut mengaku kalau pada malam pasca kejadian, ia langsung meminta semua personel yang piket saat pengamanan aksi segera berkumpul kembali.

“Tentu kami sudah mulai bekerja. Bahkan sudah ada beberapa yang kami panggil. Karena kami juga tidak mau kejadian seperti ini kembali terulang,” imbuhnya.

Jika dalam pemeriksaan nanti, ditemukan pihak terkait yang terbukti melakukan tindakan represif tersebut, maka sanksi disiplin tentu akan diberikan sebagai tindakan tegas.

“Iya benar, rencana Senin (12/10/2020) akan kami BAP (berita acara pemeriksaan) kelima pelapor, sekaligus akan kami tanyakan seperti apa ciri fisik yang melakukan tindakan (represif) tersebut agar semua bisa lebih jelas tentunya,” urai Ribut.

Kata Ribut, tentu kejadian seperti ini menjadi pembelajaran penting bagi kedua kelembagaan yakni Polri dan insan pers. Sebab, sejatinya kedua kelembagaan ini merupakan rekanan kerja.

Baca Juga:  Seleksi Pejabat Pemprov Kaltim Selesai, Inilah Daftar 13 Pejabat yang Dilantik Isran Noor

“Ya cuma karena kondisi malam dan habis demo sore di DPRD (Kaltim) kami juga capek dan mungkin ada takut direkam mahasiswa. Dan yang jelas saya tidak membenarkan itu (tindakan represif, Red.). Yang jelas ada hikmah terbaik dari kejadian itu. Dan ke depan terjalin hubungan yang lebih baik lagi,” katanya.

Sebelumnya, aksi represif itu pun telah dijawab oleh pihak kepolisian di Samarinda, tepatnya Kapolresta Samarinda Kombes Pol Arif Budiman.

“Terlepas itu, kami sebagai manusia biasa tentunya meminta maaf apabila ada tindakan kami yang diluar kemanusiaaan ataupun di luar garis tugas pokok kami,” ucap polisi berpangkat melati tiga ini usai menjalani rapat koordinasi dengan Kapolda Kaltim, Irjen Pol Herry Rudolf Nahak, di ruang Cocok lantai tiga Mapolresta Samarinda.

Selain itu, Arif juga meyakini kalau sejatinya tindakan yang dilakukan petugas kepolisian tidak memiliki tujuan murni melukai para insan pers yang tengah melakukan kerja peliputan di lapangan.

“Jangan sampai akibat kejadian seperti ini hubungan antara insan pers dengan kepolisian menjadi renggang. Jika terbukti (oknum kepolisian) kami tindak secara tindakan disiplin,” imbuhnya. (***)

Reporter: Satria Mega Dirgantara

Editor: Prananda Dwi Indra Purnama

Share :

Baca Juga

News

Kasus Kematian Akibat Covid-19 di Kaltim Lebih 600, Masyarakat Diimbau Patuhi Protokol Kesehatan

News

Demo Tolak Omnibus Law di Samarinda, Puluhan Pelajar Diamankan Polisi

News

Karena Tidak Masuk Daerah Prioritas, Kaltim Baru Kebagian Jatah Vaksin Covid-19 Tahun Depan

News

Demo Omnibus Law di Samarinda dan Balikpapan, Lantunkan Selawat hingga Gelar Aksi Teatrikal

News

Terjerat Kasus Penggelapan, Kejari Jebloskan Anggota DPRD Balikpapan ke Lapas

News

APBD Kaltim 2021 Bakal Segera Diketok, Anggaran Penanganan Covid-19 Masih Difasilitasi

News

Angka Pasien Terpapar Covid-19 di Kaltim Kian Meroket, Terjadi Penambahan 512 Kasus Baru

News

Alhamdulillah, Rektor Unmul dan Kepala Dinas Kesehatan Kaltim Sembuh dari Covid-19