Home / News

Tuesday, 13 October 2020 - 06:00 WIB

Senin Membara di Samarinda, Tiga Kebakaran Terjadi di Lokasi dan Waktu Berbeda

Petugas saat berupaya menjinakkan api di kawasan Aminah Syukur Samarinda, Senin (12/10/2020). (Satria Mega Dirgantara/Wayout.id)

Petugas saat berupaya menjinakkan api di kawasan Aminah Syukur Samarinda, Senin (12/10/2020). (Satria Mega Dirgantara/Wayout.id)

WAYOUT.ID, SAMARINDA – Memasuki awal pekan pada Senin (12/10/2020), tiga kebakaran terjadi di ibu kota Kaltim, Samarinda. Tiga kebakaran itu terjadi di lokasi dan waktu berbeda.

Pertama, kebakaran yang terjadi di Kecamatan Samarinda Ilir, tepatnya di Jalan Aminah Syukur sekira pukul 02.20 Wita. Kemudian, kebakaran di Jalan Gang Adonara Lambung Mangkurat, pada pukul 09.10 Wita. Dan, terakhir kebakaran di Jalan KS Tubun Dalam, Jalan Dr Wahidin Sudirohusodo Gang Ikhlas RT 12, Kecamatan Samarinda Ulu, Kota Samarinda.

Ketiga kebakaran ini disinyalir akibat adanya percikan sumber api dari korsleting arus pendek listrik. Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Disdamkar) Kota Samarinda, Nursan mengatakan, ada beberapa kendala yang dihadapi pada saat pemadaman ketiga lokasi ini

“Kendala di lapangan, jalanan sempit, titik air juga ada yang minim di lokasi. Untuk respon, petugas kami 8-10 menit sudah berada di lokasi kebakaran. Kendala utama juga listrik, yang belum mati saat akan dilakukan pemadaman,” jelasnya (12/10/2020).

Ditanya penyebab utama dari ketiga kebakaran yang terjadi, Nursan menilai pihak berwajib yang lebih berhak menjelaskan hal tersebut, namun laporan di lapangan bahwa korsleting listrik masih menjadi penyebab utama.

“Penyebab utamanya, yang jelas laporan sementara dari petugas kami korsleting listrik, kita kan bukan penyidik jadi itu laporan di lapangan dan keterangan saksi,” ujar Nursan.

Kendala lain yang dihadapi personelnya, sambung Nursan, banyaknya warga serta kendaraan warga terparkir sembarangan saat menonton kejadian.

“Seharusnya warga memberi kesempatan petugas dan relawan melaksanakan kegiatannya (tugas), jangan tiba-tiba berjubel di situ, akhirnya armada kita terkendala,” tegasnya.

Nursan, mengingatkan potensi musibah kebakaran bisa saja terjadi kapan saja dan di mana saja, bisa saja dalam sehari terjadi beberapa kali kebakaran. Untuk itu masyarakat harus waspada.

Baca Juga:  Penegakan Protokol Kesehatan di Samarinda, 2.213 Warga Melanggar Perwali 43/2020

“Terutama dapur, jangan tinggalkan dapur dalam keadaan kompor menyala. Jauhkan kompor dari barang-barang yang mudah terbakar, seperti sarung tangan oven, lap kain, bahkan gorden dapur. Kewaspadaan pemakaian kompor LPG juga. Sebagian besar, kebakaran atau ledakan disebabkan gas yang bocor terperangkap di ruangan dan terakumulasi hingga menyebabkan ledakan,” ujarnya. (***)

 

Reporter: Satria Mega Dirgantara

Editor: Prananda Dwi Indra Purnama

Share :

Baca Juga

News

Vaksin Sinovac Sudah Tiba di Indonesia, Kuota untuk Kota Samarinda Masih Belum Diketahui

News

Banjir Rob Diprediksi Ancam Beberapa Daerah di Kaltim, Curah Hujan yang Tinggi Jadi Penyebabnya

News

Akhirnya Kasus Covid-19 di Samarinda Mulai Melandai, Dua Kecamatan Telah Masuk Zona Kuning

News

Temukan Tambahan Petunjuk soal Berita Hoaks yang Menimpanya, Andi Harun Datangi Polresta Samarinda

News

Antisipasi Penyebaran Covid-19 di Samarinda, THM Dilarang Beroperasi hingga 8 Oktober

News

Kluster Perusahaan Masih Mendominasi di Balikpapan, Pemerintah Bentuk Satgas Terpadu

News

Tingkat Kesembuhan di Balikpapan Mencapai 80 Persen, Namun Penambahan Pasien Terpapar Sebanyak 50 Kasus

News

Kilometer 13 dan Lamaru Dijaga Ketat, Masuk ke Balikpapan Wajib Jalani Rapid Test Antigen secara Acak