Home / News

Thursday, 15 October 2020 - 06:00 WIB

Ada Dugaan Warga Binaan Terlibat Narkoba, Kalapas Akui Belum Terima Laporan

Konferensi pers pengungkapan kasus narkotika di Samarinda. (Satria Mega Dirgantara/ Wayout.id)

Konferensi pers pengungkapan kasus narkotika di Samarinda. (Satria Mega Dirgantara/ Wayout.id)

WAYOUT.ID, SAMARINDA – Penyelundupan barang haram seberat 1 kilogram asal Aceh berhasil digagalkan Satreskoba Polresta Samarinda, Jumat (9/10/2020) malam lalu.

Dari kasus ini, polisi sedikitnya menetapkan tiga tersangka. Dua sebagai kurir dan satu orang, Peter Jayadi (43) sebagai otak. Kabarnya, Peter berstatus narapidana Lapas Narkotika Klas IIA Samarinda.

Kasat Reskoba Polresta Samarinda, AKP Andika Dharma Sena mengatakan, kasus ini masih belum selesai. Sebab polisi masih terus melakukan penyelidikan. Terlebih ada dua orang yang kini masuk dalam daftar pencarian orang alias DPO.

“Pelaku ini masih belum banyak bicara, makanya kita mau pastikan kembali. Tahu lah orang-orang narkotika begini sudah pintar mereka. Mau bilang lewat laut atau udara juga bisa. Kami akan koordinasi lagi dengan Polda Aceh karena asal barang ini dari sana,” terangnya, Rabu (14/10/2020) sore tadi.

Disinggung ada tidaknya kaitan dengan pengungkapan kasus narkotika yang juga melibatkan narapidana sebelumnya, Sena menegaskan berbeda jaringan. Meskipun sejatinya polisi pernah melakukan pengungkapan kasus narkotika jenis sabu-sabu asal Serambi Mekah.

“Kalau dengan pengungkapan sebelumnya tidak ada kaitannya,” tegangnya.

Melihat maraknya narapidana yang ikut terlibat dalam transaksi narkotika, mantan Kasatreskrim Polres Kukar itu meminta pihak lapas untuk memperketat pengawasan. Namun, untuk pemeriksaan di lapas lebih jauh, pihaknya belum bisa melakukan.

“Kalau mau menyisir lapas kita terhalang Covid-19 juga. Jadi kami juga akan meminta atensi dari pihak lapas,” kuncinya.

Sementara itu, Kalapas Narkotika Klas IIA Samarinda, M Ikhsan mengatakan dirinya belum menerima laporan terkait warga binaannya yang terlibat dalam jaringan narkotika. “Maaf anggota belum ada laporan ke saya,” kata Ikhsan.

Disinggung soal adanya pemeriksaan ke setiap warga binaan, dirinya pun masih memberi jawaban gamang. Ikhsan hanya menjelaskan akan memberikan sanksi ke narapidana yang terlibat.

Baca Juga:  Pertumbuhan Ekonomi Melambat, APBD Kaltim 2021 Diprediksi Cuma Sekitar Rp 9 Triliun

“Pastinya yang terlibat akan kami periksa, apabila terlibat akan diberikan sanksi sesuai aturan,” pungkasnya. (***)

Reporter: Satria Mega Dirgantara

Editor: Prananda Dwi Indra Purnama

Share :

Baca Juga

News

Satu Pasien Sudah Dinyatakan Sembuh, Mahulu Kembali Dinyatakan Bebas dari Virus Corona

News

Pandemi Belum Berakhir, Balikpapan-Samarinda Tak Siap Sistem Pembelajaran Tatap Muka

News

Ada Ratusan Kasus Terkonfirmasi Positif Covid-19 Per Harinya, Masyarakat Kaltim Rentan Terpapar

News

Razia Pencegahan Covid-19 di Samarinda, 39 Orang Dihukum Push-up dan Didata

News

Temukan Tambahan Petunjuk soal Berita Hoaks yang Menimpanya, Andi Harun Datangi Polresta Samarinda

News

Tak Cuma Balikpapan dan Samarinda, Kaltim Punya Lima Zona Merah Covid-19

News

Demo Tolak Omnibus Law di Samarinda, Puluhan Pelajar Diamankan Polisi

News

Pasien Terpapar Covid-19 di Berau Melonjak, Kini Delapan Daerah di Kaltim Masuk Zona Merah