Home / News

Monday, 19 October 2020 - 06:00 WIB

Warga Binaan Lapas Klas IIA Samarinda Ditemukan Tak Bernyawa, Penyebabnya Masih Diselidiki

Lapas Klas IIA Samarinda. (Satria Mega Dirgantara/Wayout.id)

Lapas Klas IIA Samarinda. (Satria Mega Dirgantara/Wayout.id)

WAYOUT.ID, SAMARINDA – Usai melaksanakan salat Subuh pada Minggu (18/10/2020)  pagi, seorang warga binaan bernama Ikhsan alias Icang alias Aseng ditemukan tak lagi bernapas sekira pukul 06.30 Wita saat rutinitas di Lapas Klas IIA Samarinda, Jalan Sudirman, Kecamatan Samarinda Kota hendak melaksanakan apel.

Saat dikonfirmasi, Kalapas Klas IIA Samarinda, Mohammad Ilham Agung Setyawan mengaku masih menyelidiki sebab kematian pasti dari warga binaannya yang berusia 41 tahun itu.

“Kami juga sampai sekarang masih mendalami keterangan dari teman-teman sekamarnya,” jelas Ilham.

Sebelum dikabarkan meninggal, Ikhsan sehari sebelumnya masih terlihat bugar. Sebab seluruh rutinitas lapas masih ia ikuti dari pagi hingga malam hari.

Kemudian pada pukul 02.30 Wita dini hari tadi, Ikhsan dikabarkan masih sehat dan sedang menonton siaran televisi. Kemudian, Ikhsan sempat melaksanakan salat Subuh dan barulah ia terlelap.

“Saat apel pagi, dia (Ikhsan, Red.) enggak langsung dibangunkan teman sekamarnya. Tapi pas dibangunkan sudah enggak gerak dan enggak ada respon,” imbuhnya.

Lantaran tak kunjung merespon, pihak lapas sontak mengambil inisiatif dan membawa Ikhsan menggunakan ambulans menuju Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) AW Sjahranie.

Akan tetapi, setibanya di rumah sakit berpelat merah itu, Ikhsan telah dikabarkan meninggal dunia. Selain itu, Ilham juga menuturkan kalau status tahanan Ikhsan merupakan warga binaan Lapas Klas IIB Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dan di Lapas Klas IIA Samarinda hanya sebagai titipan.

Disinggung sebab dipindahkannya Ikhsan, Ilham mengaku belum mengetahuinya secara pasti. Akan tetapi, kebanyakan titipan warga binaan karena Lapas Klas IIA Samarinda masih dirasa mampu menampung.

“Karena di Kaltim Lapas Sudirman ini cuma berkapasitas 800 meskipun itu sudah overkapasitas. Sedangkan lapas yang lain itu sudah lebih dari 1.000. Tapi untuk pastinya saya akan cek lagi besok,” bebernya.

Baca Juga:  Ditanya soal Meme Dirinya yang Kerap Beredar di Media Sosial, Isran Noor: Habisi Baterai Saja

Kematian Ikhsan yang mendadak tentu sangat mengejutkan. Terlebih beredar kabar kalau kematian narapidana dengan kasus narkotika ini dikarenakan terpapar Covid-19. Namun hal tersebut belum bisa dipastikan Ilham.

“Kalau sampai sekarang belum ada. Kami juga tidak tahu ada Covid-19 apa enggak. Karena memang posisinya pas sampai rumah sakit sudah meninggal. Saat penyerahan jenazah juga tidak ada protokol,” tambahnya.

Terpisah, Kasat Reskrim Polresta Samarinda Kompol Yuliansyah yang juga ditanya sebab kematian Ikhsan belum bisa menjawab secara gamblang.

“Kalau Covid-19 kami tidak tahu, karena kan kami hanya memeriksa ada tidaknya tindak kekerasan dari jenazah korban. Pemeriksaan kami juga tidak bersama satgas (Covid-19 Samarinda). Cuma anggota tetap pakai APD lengkap sesuai protokol,” sambungnya.

Meski tak ditemukan tanda kekerasan, dan riwayat penularan Covid-19, tapi Yuliansyah menyebut kalau Ikhsan diketahui mengidap penyakit jantung.

“Dari keluarga juga menerima dan tidak mau autopsi,” pungkasnya. (***)

Reporter: Satria Mega Dirgantara

Editor: Prananda Dwi Indra Purnama

Share :

Baca Juga

News

55 Orang Diperiksa Bawaslu Samarinda, Kira-Kira Ada Masalah Apa Ya…

News

Ketua DPRD Kaltim Surati Gubernur, Terkait Penolakan Dua Proyek Flyover Rapak dan RSUD AW Sjahranie Samarinda

News

Dua Mahasiswa Jadi Tersangka Aksi Demonstrasi UU Cipta Kerja, Tiga Anggota Dewan Datangi Kepolisian

News

Covid-19 Teror Siapa Saja, Sudah Tiga Kepala Daerah di Kaltim Terpapar

News

96 Pos Pelayanan untuk Amankan Tahun Baru, THM dan Tempat Karaoke di Samarinda Tutup

News

Proyek MYC Pemprov Diduga Tak Punya Amdal dan Kajian Teknis, Usulan Kurang Diterima Kemendagri

News

Angka Sembuh Covid-19 di Kaltim Mencapai 81,3 Persen, Safaruddin Ingatkan Masyarakat Jangan Lengah

News

Isu Penyebaran Covid-19 lewat Seprai Menyeruak dan Handuk, Begini Penjelasan dari PHRI Kaltim