Home / News

Tuesday, 20 October 2020 - 06:00 WIB

Banjir Rob Diprediksi Ancam Beberapa Daerah di Kaltim, Curah Hujan yang Tinggi Jadi Penyebabnya

Seorang polisi mengevakuasi siswa sekolah yang terdampak di banjir di Balikpapan. (ist)

Seorang polisi mengevakuasi siswa sekolah yang terdampak di banjir di Balikpapan. (ist)

WAYOUT.ID, SAMARINDA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis, Kalimantan Timur (Kaltim) berstatus waspada ekstrem. Curah hujan diprediksi lebih tinggi dari biasanya. Hal itu berakibat pada tingginya pasang air laut atau banjir rob.

Kondisi ini diakibatkan fenomena suhu lautan La Nina intensitas sedang (moderate) di Samudra Pasifik. Serta rambatan gelombang Madden Julian Oscillation (MJO) di langit Indonesia berupa kumpulan awan berpotensi hujan.

Kepala Stasiun BMKG Samarinda, Riza Arian Noor mengungkapkan, dua daerah yang terancam terkena dampak adalah Balikpapan dan Bontang. Pasalnya, letaknya yang berada di pesisir Bumi Mulawarman.

“Banjir rob bisa diakibatkan perpaduan curah hujan tinggi dan puncak pasang laut secara bersamaan,” katanya.

Tidak hanya Balikpapan dan Bontang, cuaca ekstrem juga mengancam Samarinda. Musababnya adalah curah hujan tinggi. Apalagi Kota Tepian mudah tergenang air. Jika air pasang tinggi, bisa saja berimbas pada naiknya debit Sungai Mahakam.

“Samarinda juga wajib waspada terhadap cuaca ekstrem,” tutupnya. (***)

 

Reporter: Satria Mega Dirgantara

Editor: Prananda Dwi Indra Purnama

Share :

Baca Juga

News

Kabar soal Adanya Isu Titipan di Seleksi Kadis PUPR-Pera Kaltim Menyeruak, Ini Penjelasan dari Sekdaprov

News

Peringatan HUT ke-75 Bhayangkara, Safaruddin Apresiasi Terobosan Program Akselerasi Vaksinasi Polri

News

Tes Swab Mandiri, Kepala Dinas Kesehatan Kaltim Positif Terpapar Covid-19

News

Tahun Ini, Pemprov Kaltim Kembali Lanjutkan Program Bantuan Sosial Masyarakat Terdampak Covid-19

News

Sembilan Jabatan di Pemkot Samarinda Tak Bertuan, Saat Ini Hanya Diisi Oleh Pelaksana Tugas

News

Tingkat Kesembuhan Covid-19 di Kaltim di Atas 90 Persen, Safaruddin: Jangan Lengah!

News

Demo Tolak Omnibus Law di Samarinda, Puluhan Pelajar Diamankan Polisi

News

Kota Samarinda Paling Banyak Terima Vaksin Covid-19, Tenaga Kesehatan Jadi Prioritas Utama