Home / News

Wednesday, 21 October 2020 - 06:00 WIB

Kabar soal Adanya Isu Titipan di Seleksi Kadis PUPR-Pera Kaltim Menyeruak, Ini Penjelasan dari Sekdaprov

M Sabani. (ist)

M Sabani. (ist)

WAYOUT.ID, SAMARINDA – Seleksi 18 jabatan tinggi pratama di lingkungan Pemprov Kaltim telah memasuki babak akhir. Puluhan nama yang akan mengisi 18 jabatan yang terbagi dalam sembilan jabatan ekstrakta dan sembilan jabatan nonekstrakta telah diserahkan ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) untuk mendapat rekomendasi.

Salah satu jabatan yang paling seksi adalah kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Perumahan Rakyat (PUPR-Pera) Kaltim. Ada empat nama yang direkomendasikan tim panitia seleksi kepada KASN, yakni Aji Muhammad Fitra Firnanda, Hero Mardanus, Suheriyatna, dan Teguh Budi Santoso.

Berembus kabar, oknum di Komisi III DPRD Kaltim berupaya menitipkan nama Hero sebagai Kepala Dinas PUPR-Pera Kaltim. Dihubungi via telepon, Sekretaris  Daerah Provinsi (Sekdaprov) Kaltim, Muhammad Sabani membantah kabar tersebut.

“Kami tidak melihat adanya titipan, atau tidak titipan. Kami melihat hasilnya dari penelusuran rekam jejak oleh KASN, lalu dilaporkan ke Gubernur Kaltim. Kalau sudah ada rekomendasi dari KASN, gubernur akan menetapkan salah satu jadi kepala Dinas PUPR-Pera,” ungkap Sabani, Selasa (20/10/2020).

Sabani menyebut titip nama sulit dilakukan. Pasalnya ada beberapa penilaian yang tidak bisa diintervensi oleh siapapun. Yakni kompetensi dan kesehatan. “Nama titipan sulit dilakukan, karena dalam penilaian ada dua yang tidak bisa diintervensi yakni kompetensi dan kejiwaan peserta seleksi,” jelasnya.

Pasalnya, lanjut dia, tim panitia seleksi tidak hanya kalangan pejabat pemprov, namun juga akademisi dari Universitas Mulawarman (Unmul).

“Tim panitia seleksi kan enggak cuma penjabat pemprov, ada juga akademisi dari Unmul. Kan mereka profesor, tidak bisa kami menekan salah satu nama. Enggak bisa,” sambungnya.

Selain itu, Sabani juga menegaskan KASN saat ini tengah melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap empat nama peserta seleksi. KASN juga akan melihat rekam jejak peserta. Salah satu poinnya terkait masalah hukum.

Baca Juga:  Samarinda Belum Beranjak dari Zona Oranye, Jumlah Pasien Terpapar Covid-19 Malah Terus Meningkat

Nantinya dari hasil penelusuran KASN, direkomendasikan nama-nama yang terakhir dipilih Gubernur Kaltim menjadi pejabat terpilih.

“Rekam jejak salah satu peserta seleksi akan kami jadikan dasar penentuan pejabat terpilih,” tegas Sabani.

Terkait nama Hero Mardanus apakah pernah dibahas antara oknum Komisi III DPRD  Kaltim dengan dirinya. Sabani mengaku tidak pernah tersampaikan nama tersebut.

“Nama Hero Mardanus tidak pernah disampaikan ke saya, jadi masih sebatas isu,” pungkasnya.

Sementara itu, Hero Mardanus hingga berita ini ditulis, belum memberikan pernyataan resmi.

Dihubungi via telepon, nomor Hero Mardanus tidak bisa dihubungi. Diketahui  pada tahun 2011, Hero Mardanus pernah diperiksa oleh jaksa dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kaltim terkait beberapa proyek yang dikerjakan Dinas Cipta Karya.

Saat itu, Hero menjabat sebagai kepala Disciptakot Samarinda. Hero diperiksa terkait beberapa progres pekerjaan proyek tahun 2010. (***)

Reporter: Satria Mega Dirgantara

Editor: Prananda Dwi Indra Purnama

Share :

Baca Juga

News

Kasus Rasuah Mantan Bupati Kutim, Ismunandar Uang untuk Modal Pilkada

News

Kantor Golkar Kaltim dan Golkar Samarinda Disebut Aset Pemkot, Jaksa Tunggu Wali Kota Teken Notakesepahaman

News

Alhamdulillah, Rektor Unmul dan Kepala Dinas Kesehatan Kaltim Sembuh dari Covid-19

News

Kasus Kematian Akibat Covid-19 di Kaltim Lebih 600, Masyarakat Diimbau Patuhi Protokol Kesehatan

News

Sekolah di Kawasan Zona Merah Samarinda Diminta Tak Lakukan Pembelajaran Tatap Muka

News

Usai Libur Panjang di Balikpapan, Tak Banyak Masyarakat yang Mengikuti Rapid Test Gratis di Puskesmas

News

Kasus Covid-19 Terus Mengalami Peningkatan, Kaltim Berada di Peringkat 6 Indonesia

News

Balikpapan Berupaya Tekan Kematian Covid-19, Tingkat Kesembuhan Pasien Capai Target Nasional