Home / Aspirasi

Thursday, 22 October 2020 - 06:00 WIB

Kembali Turun ke Jalan, Mahasiswa Desak Gubernur Kaltim Tanda Tangan Tolak UU Cipta Kerja

Mahasiswa di Kaltim saat lakukan demo tolak omnibus law, Rabu (21/10/2020). (Satria Mega Dirgantara/Wayout.id)

Mahasiswa di Kaltim saat lakukan demo tolak omnibus law, Rabu (21/10/2020). (Satria Mega Dirgantara/Wayout.id)

WAYOUT.ID, SAMARINDA – Rabu (21/10/2020) siang, ratusan mahasiswa dari berbagai kampus menggeruduk kantor Gubernur Kaltim. Tuntutan mereka tetap sama, meminta pemerintah mencabut Undang-undang (UU) Cipta Kerja alias Omnibus Law.

Mereka menganggap, beleid itu tak berpihak kepada warga. Tampak satu per satu perwakilan demonstran menyampaikan aspirasi di atas mobil komando. Mereka mendesak agar agar Gubernur Kaltim, Isran Noor keluar untuk menemui mereka.

“Kami tetap menuntut hal yang sama, tak ada yang lain (menarik UU Cipta Kerja),” ujar Muhammad Akbar, juru bicara Aliansi Mahasiswa Kaltim Menggugat (Mahakam) kepada sejumlah media di lokasi aksi pada Rabu sore.

Gegara unjuk rasa ini, Jalan Gajah Mada, Kelurahan Jawa, Kecamatan Samarinda Ulu hanya menggunakan satu jalur. Meski demikian tak tampak kemacetan.

Selain menyuarakan tuntutan, para mahasiswa ini juga sempat salat bersama dengan aparat yang bertugas pada pukul 15.31 Wita. Setelah ibadah bersama, pengunjuk rasa kembali berorasi.

Aksi ini merupakan yang kelima kali sejak demo pertama pada 6 Maret 2020 lalu. “Kami juga ingin Pemprov Kaltim yang diwakili oleh Isran Noor-Hadi Mulyadi menandatangani nota kesepakatan penolakan,” tuturnya.

Jika terjadi penolakan, sebut Akbar, maka aliansi tetap berunjuk rasa di depan kantor gubernur. Hingga permintaan penolakan UU Cipta Kerja digaransi tanda tangan oleh Pemprov Kaltim.

Walaupun dibubarkan, tak menjadi soal, sebab sebelumnya juga pernah demikian. “Kami tak berhenti hingga undang-undang dicabut,” tegasnya.

Tepat pukul 15.50 Wita, Wakil Gubernur Kaltim, Hadi Mulyadi menemui para demonstran. Dirinya menjamin bakal menyampaikan permintaan mahasiswa ke pusat.

“Sepenuhnya kami sampaikan ke pemerintah pusat. Pasal-pasal mana yang dikritisi. Yang penting konstruktif,” pungkasnya. (***)

Reporter: Satria Mega Dirgantara

Editor: Prananda Dwi Indra Purnama

Share :

Baca Juga

Aspirasi

Seno Aji Tak Menampik Jika Namanya Jadi Kandidat Wakil Ketua DPRD Kaltim

Aspirasi

Safaruddin Gelar Reses di Kecamatan Samboja, Warga Curhat soal Jalan hingga Tiang Listrik

Aspirasi

Masyarakat Samboja Curhat soal Infrastruktur ke Safaruddin, Berharap Agar Penerangan Jalan dan Air Bersih

Aspirasi

Silaturahmi dengan Warga Sulawesi, Safaruddin Malah Diminta Pimpin Kaltim

Aspirasi

Dorong Kemandirian dan Ketahanan Pangan lewat Pengembangan Porang, Safaruddin Kunjungi Lamaru

Aspirasi

Megawati ke Calon Kepala Daerah: Kedaulatan Pangan dan Pelestarian Alam Demi Kesejahteraan Rakyat

Aspirasi

Agustus Telah Berakhir, RUU IKN Masih Belum Dibahas di DPR RI

Aspirasi

Koalisi #BersihkanIndonesia Desak Dokumen Kontrak PKP2B Dibuka ke Publik