Home / News

Sunday, 25 October 2020 - 06:00 WIB

Pemkot Sebut Hotel di Samarinda Enggan Jadi Lokasi Penampungan Pasien Covid-19, Ini Penjelasannya

Sugeng Chairuddin. (ist)

Sugeng Chairuddin. (ist)

WAYOUT.ID, SAMARINDA – Tak kurang tujuh bulan lamanya wabah pandemi Covid-19 menggempur seluruh lini kehidupan masyarakat Samarinda. Kondisi ini tentu tak jarang membuat fasilitas kesehatan yang ada di setiap daerah tidak dapat menampung pasien terjangkit.

Mengingat kondisi ini, tak jarang membuat sejumlah daerah menjadikan hotel bak rumah sakit untuk menampung lonjakan angka pasien Covid-19 yang kian masif.

Keputusan ini rupanya juga telah didukung oleh pemerintah pusat yang menyatakan mendukung hotel bintang 3 jadi tempat isolasi mandiri bagi masyarakat yang dinyatakan positif tanpa gejala dan gejala ringan.

Meski di sejumlah daerah telah mengambil langkah tersebut, rupanya Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda, belum bisa mengikutinya. Dijelaskan Sekretaris Daerah Kota (Sekdakot) Samarinda, Sugeng Chairuddin, langkah itu telah direncakan namun masih tahap pengkajian dan pembajakan.

“Tapi yang bersangkutan (pengelola hotel) pada tidak mau itu,” ucapnya, Sabtu (24/10/2020).

Beberapa pihak hotel yang telah dilayangkan surat, rupanya menolak. Bahkan hotel yang merupakan aset Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim dan direncanakan jauh hari sebelumnya pun demikian.

“Sudah kirim surat ke beberapa hotel tapi menolak. Wisma atlet juga menolak. UPTD-nya menolak,” ungkap Sugeng.

Penolakan dari beberapa pengelola hotel dan hotel atlet di Kompleks Stadion Madya Sempaja itu karena menilai rawannya kasus penularan pandemi Covid-19. Para pengelola juga takut jika nantinya para pelanggannya enggan kembali menggunakan jasa hotel.

“Bahkan hotel yang tutup juga sudah kita sounding tapi enggak mau juga,” bebernya.

Padahal, lanjut Sugeng, pihak Pemkot Samarinda sudah meyakinkan akan mengikuti prosedur dan melakukan sterilisasi setelah pemakaian. Namun pihak hotel masih enggan menyetujuinya.

“Yah kan kalau sudah ditinggali Covid-19, orang takut juga tinggal di situ,” lanjutnya.

Baca Juga:  Enam Jabatan Tinggi di Kaltim Segera Terisi, Gubernur Punya Hak Prerogatif Memilih

Opsi lainnya yang diambil Pemkot untuk menyiasati permasalahan tersebut, akan meningkatkan kapasitas ruang isolasi di Badan Penelitian Kesehatan (Bapelkes) yang kini telah digunakan.

Selain itu, juga akan kembali mengajukan pemakaian ke aset milik pemerintah lainnya. Yakni di Kantor Badan Pendidikan dan Pelatihan (Bandiklat) Kaltim dan Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Kaltim.

“Tapi kembali lagi ke yang punya, kan kita bukan yang punya. Ini masih baru mau kami ajukan, nanti sounding lagi,” pungkasnya. (***)

Reporter: Satria Mega Dirgantara

Editor: Prananda Dwi Indra Purnama

Share :

Baca Juga

News

Alhamdulillah, Rektor Unmul dan Kepala Dinas Kesehatan Kaltim Sembuh dari Covid-19

News

Presiden Segera Keluarkan Keppres soal Cuti Bersama, Libur Akhir Tahun ASN BIsa Saja Dikurangi

News

Inna Lillahi Wa Inna Ilaihi Raji’un, Bocah 10 Tahun Tewas Tenggelam di Kolam Unmul

News

55 Orang Diperiksa Bawaslu Samarinda, Kira-Kira Ada Masalah Apa Ya…

News

Pasien Covid-19 yang Sembuh Bertambah, Samarinda dan Kaltim Kini Masuk Zona Risiko Sedang

News

Staf Kampus Unmul Terpapar, Samarinda Jadi Daerah Terbanyak Kasus Corona

News

Kabar Zairin Zain Terkonfirmasi Covid-19 Masih Simpang Siur, Ini Kata Camat Samarinda Ulu

News

Laporan Kasus Harian Bikin Cemas, Kaltim Peringkat Dua Penambahan Kasus Baru Positif Covid-19