Home / News

Saturday, 31 October 2020 - 06:00 WIB

Bisnis Prostitusi Online di Samarinda Terungkap, Korbannya Masih Berusia Belasan Tahun

Pelaku bisnis prostitusi online saat diamankan Polresta Samarinda. (Satria Mega Dirgantara/Wayout.id)

Pelaku bisnis prostitusi online saat diamankan Polresta Samarinda. (Satria Mega Dirgantara/Wayout.id)

WAYOUT.ID, SAMARINDA – Kasus perdagangan anak di bawah umur terjadi di Samarinda. Kali ini korban yang masih berusia 15 dan 16 tahun diperdagangkan oleh empat temannya melalui aplikasi pesan di media sosial.

Dua remaja putri ini ditarif sekali kencan dengan nilai yang variatif. Mulai dari Rp 800 ribu, Rp 500 ribu, hingga Rp 400 ribu.

Tindak pidana perdagangan orang (TPPO) ini mulai terendus radar kepolisian pada Minggu (25/10/2020) silam. Kejadiannya saat keluarga dari korban yang berusia 15 tahun melaporkan bahwa putri mereka tak kunjung pulang ke rumah.

Berbekal informasi tersebut, tim Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Samarinda langsung melakukan penyelidikan awal.

Tak berselang lama, remaja putri yang masih duduk di bangku kelas IX SMP itu diketahui sedang berada di Balikpapan, bersama satu korban lainnya berusia 16 tahun dan tiga pelaku laki-laki, serta satu remaja putri berusia 14 yang ditetapkan sebagai saksi perkara ini.

“Di sana para pelaku dan korban jalan-jalan. Tapi jika ada pekerjaan (pesanan pria hidung belang) ya diterima. Saat kami amankan, korban sudah melayani konsumennya,” ucap Kasat Reskrim Polresta Samarinda, AKP Yuliansyah melalui Kanit PPA, Iptu Teguh Wibowo, Jumat (30/10/2020).

Usai didapati dan diamankan aparat kepolisian, para pelaku dan korban kemudian digelandang ke Mapolresta Samarinda untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Dari hasil penyidikan, diketahui kalau masih ada satu pelaku lainnya yang berada di Kota Tepian dan pernah menjual para korban sebanyak dua kali.

“Jadi kami amankan satu pelaku sisanya di Samarinda. Sampai saat ini ada dua korban yang telah diperdagangkan oleh para pelaku. Satu remaja putri yang ikut di Balikpapan itu masih menemani saja, belum dijual pelaku,” urai Teguh.

Baca Juga:  20 Orang Diperiksa KPK Terkait Kasus Korupsi Mantan Bupati Kutim, Termasuk Anggota Dewan

Lanjut Teguh, ke empat pelaku ini berinisial FB (18) seorang perempuan, GN (18), RH (18), dan AC (18) merupakan laki-laki. FB diamankan di Samarinda. Sedangkan tiga pelaku lainnya diciduk saat berada di Kota Minyak.

“Motifnya kebutuhan ekonomi, dan para pelaku memanfaatkan anak-anak di bawah umur ini,” imbuhnya.

Modus menjajakan anak di bawah umur ini dilakukan empat pelaku dengan memasarkannya melalui daring.

Ketika ada pria hidung belang yang berminat, maka selanjutnya pelaku akan melakukan proses tawar-menawar harga.

Setelah harga disepakati, pelaku dan pria hidung belang akan bersepakat menentukan tempat untuk berjumpa dengan si korban.

“Beroperasi di sekitar hotel, namun demikian transaksi bisa di mana saja sesuai kemauan konsumen,” ungkapnya.

Apabila terjadi transaksi, maka pelaku yang berhasil menjajakan remaja putri akan mendapatkan persenan dari harga yang disepakati dengan pria hidung belang.

“Kalau misalnya Rp 500 ribu, pelaku dapat Rp 100 ribu. Kalau di bawah Rp 500 ribu, pelaku hanya mendapat Rp 50 ribu,” sambungnya.

Bisnis lendir haram ini, kata Teguh, mulai dilakukan para pelaku dan korban sejak sebulan terakhir. Tepatnya dari Minggu, 4 Oktober lalu.

Teguh menegaskan, menjajakan para remaja putri ini merupakan ide bersama. Yang diinisiasi oleh para korban dengan cara meminta para pelaku menjajakan mereka.

Untuk barang buktinya, polisi mengamankan pakaian korban, nota pembayaran hotel, uang tunai, beberapa unit ponsel, slip transfer, dan kartu ATM.

“Hukuman maksimal 15 tahun penjara,” demikian penjelasan Teguh.

Akibat perbuatannya ini, para pelaku dijerat dengan Pasal 81 Ayat 3 Undang-undang (UU) nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan Tindak Pidana Perdagangan Orang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 Ayat 1 UU 21/2007. (***)

Baca Juga:  Ruas Jalan Samarinda-Muara Kaman Bakal Jadi Fokus Perbaikan Pemprov Kaltim di Tahun 2021

Reporter: Satria Mega Dirgantara

Editor: Prananda Dwi Indra Purnama

Share :

Baca Juga

News

Balikpapan, Kukar, dan Samarinda Masuk Kategori Risiko Tinggi

News

Pernah Dikunjungi Ma’ruf Amin hingga Sandiaga Uno, Habib Ja’far Al-Kaff Meninggal di Samarinda

News

Puluhan Staf KPU Samarinda Dinyatakan Positif Covid-19, Kaltim Tambah 418 Kasus Baru

News

Bawaslu Bontang Bubarkan Kegiatan LSI Denny JA, Dianggap Tak Terdaftar di KPU dan Melanggar PKPU

News

Balikpapan Bentuk Tim Khusus Penindak Protokol Kesehatan, Apa Saja Tugasnya

News

Wabah Corona Belum Mereda, Terapkan Jam Malam di Balikpapan

News

Samarinda Belum Beranjak dari Zona Oranye, Jumlah Pasien Terpapar Covid-19 Malah Terus Meningkat

News

Ketua DPRD Kaltim Surati Gubernur, Terkait Penolakan Dua Proyek Flyover Rapak dan RSUD AW Sjahranie Samarinda