Home / Ekobiz

Sunday, 1 November 2020 - 06:00 WIB

Bank Dunia Gelontorkan USD 1 Juta ke Indonesia, Dukung Investasi Berkelanjutan di Sektor Perikanan Pesisir

Sektor perikanan menjadi salah satu penopang kekuatan ekonomi Indonesia. (ist)

Sektor perikanan menjadi salah satu penopang kekuatan ekonomi Indonesia. (ist)

WAYOUT.ID, JAKARTA – Bank Dunia bekerja sama dengan pemerintah Indonesia meluncurkan Coastal Fisheries Initiative Challenge Fund. Dengan pembiayaan sebesar USD 1 juta dari Global Environment Facility, Challenge Fund ini akan mendukung investasi berkelanjutan di sektor perikanan pesisir Indonesia.

“Tujuan dari Challenge Fund adalah untuk meningkatkan nilai ekonomi dan sosial dari sektor ini serta mendukung kesejahteraan dan mata pencaharian orang-orang yang bergantung pada perikanan pesisir,” ujar Practice Manager untuk Environment, Natural Resources and Blue Economy, Ann Jeannette Glauber.

Ann menjelaskan, prakarsa baru dari Indonesia Sustainable Oceans Program (ISOP) Bank Dunia ini akan bekerja dengan calon penanam modal dalam mengembangkan rencana bisnis untuk sektor perikanan yang berkelanjutan, mempromosikan peluang investasi sektor swasta dalam sektor perikanan berkelanjutan, berbagi pembelajaran dari keberhasilan investasi di masa lalu, dan membangun kemitraan antara komunitas nelayan dan bisnis yang mengutamakan kelestarian.

Indonesia, lanjut dia, adalah penghasil perikanan terbesar kedua di dunia. Sektor ini menghasilkan sekitar USD 4,1 miliar pendapatan ekspor tahunan. Sektor ini menunjang lebih dari 7 juta pekerjaan, dan menyediakan lebih dari 50 persen protein hewani bagi Indonesia.

“Namun, industri ini menghadapi ketidakpastian, dengan sebagian stok perikanan pesisir berisiko terhadap penangkapan berlebih dan pengelolaan, termasuk adanya keterbatasan rencana pengelolaan yang efektif, data dan penelitian yang tidak memadai, dan terbatasnya peluang untuk melakukan investasi pada penangkapan ikan yang bertanggung jawab secara sosial maupun lingkungan,” katanya.

Fokus utama dari prakarsa ini adalah pada perikanan kakap dan tuna di laut Arafura dan Sawu serta perairan kepulauan di sekitarnya. Pekerjaan ini dipandu oleh komite penasihat yang terdiri dari Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional, dan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi.

Baca Juga:  Kendati Tak Memberikan Kontribusi untuk PAD, BUMD di Samarinda Tetap Dapat Kucuran Modal

Ann menambahkan, makanan laut yang disediakan dengan memperhatikan tanggung jawab sosial maupun lingkungan tidak hanya mendukung keberadaan populasi ikan dan habitat laut yang sehat. Tetapi, juga dianggap bernilai lebih tinggi di pasar internasional. “Sehingga meningkatkan pendapatan bagi masyarakat pesisir yang terlibat dalam industri ini, serta mendukung usaha yang menguntungkan dalam jangka panjang,” imbuhnya. (***)

Reporter: Bima Putra Perkasa

Editor: Prananda Dwi Indra Purnama

Share :

Baca Juga

Ekobiz

Dana Bagi Hasil Turun, APBD Kaltim Diprediksi Tergeurs Rp 864 Miliar

Ekobiz

Jelang Natal dan Tahun Baru, Disperindagkop-UKM Kaltim Pantau Barang Pokok Via Aplikasi

Ekobiz

Dukung Penerapan Protokol Kesehatan di Balikpapan, Bayar Parkir di Tiga Mal Ini Bisa Pakai Gopay

Ekobiz

Masyarakat Indonesia Optimistis Krisis Ekonomi Segera Berlalu, Ini Penyebabnya

Ekobiz

Tidak Mengalami Kenaikan karena Pandemi Covid-19, UMP Kaltim 2021 Tetap di Angka Rp 2,9 Jutaan

Ekobiz

Bagaimana Satu Produsen Furnitur Menjadi “Beyond Sustainability”

Ekobiz

Kaderisasi Terus Berjalan, Kader Internal Bank Kaltimtara Melenggang Jadi Direktur Utama

Ekobiz

Pemprov Kaltim Bakal Rombak Seluruh Pimpinan Perusda PT AKU, Januari Ada Pergantian Direksi