Home / Politik

Tuesday, 3 November 2020 - 06:00 WIB

Dugaan Pelanggaran Kampanye di Kota Tepian, Bawaslu Samarinda Temukan Bukti Minyak dan Kartu Nama

ilustrasi. (Pudink/Wayout.id)

ilustrasi. (Pudink/Wayout.id)

WAYOUT.ID, SAMARINDA – Pergerakan kampanye pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Samarinda kian panas. Meski dilarang, masih saja ditemukan cara-cara kampanye dengan dalih bantuan sosial berupa sembako.

Dugaan pemberian dengan media sembako ini, bisa saja menjadi salah satu dugaan pelanggaran kampanye dengan sistem terstruktur, sistematis, dan masif.  Pasalnya, berdasarkan informasi yang diterima, pemberian sembako dilakukan tak hanya ke beberapa waktu, tetapi mencakup beberapa kawasan.

Melalui laporan masyarakat, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Samarinda mendapati adanya dugaan pelanggaran dalam kampanye. Kartu nama itu, berdasarkan laporan masyarakat, ditemukan bersama dengan minyak goreng. Akan tetapi tidak dalam posisi tertempel.

“Jadi yang kita terima tadi ada minyaknya itu sebagai barang bukti,” ujar ketua Bawaslu Kota Samarinda, Abdul Muin, saat dihubungi awak media melalui sambungan telepon seluler, Senin (2/11/2020).

Laporan ini, sebut Muin, akan ditindaklanjuti oleh Bawaslu Samarinda, dengan mengumpulkan bukti formil maupun materiil. “Kami akan melakukan penelusuran lagi, karena yang melapor sendiri tidak tahu bantuan ini dari siapa,” ucap Muin.

Sebab itu ia menegaskan bahwa dugaan ini masih belum bisa disebut sebagai pelanggaran.  “Masalahnya belum jelas ini, siapa terlapornya, kalau time limitnya bener tidak melebihi tujuh hari. Tapi kita belum jadikan laporan seperti biasa karena belum terpenuhi formilnya,” pungkasnya.

Komisioner Bawaslu Samarinda, Imam Sutanto yang juga dikonfirmasi melalui sambungan telepon seluler membenarkan bahwa pihaknya masih menelusuri enam laporan warga soal pembagian minyak oleh pasangan calon nomor urut tiga, Zairin Zain-Sarwono.

“Unsur dengan sengaja memberi barang, jumlah dan besaran harga. Itu yang masih kita telusuri,” kata Imam.

Imam sangat mengapresiasi partisipasi masyarakat untuk berani melaporkan dugaan pelanggaran dalam penyelenggaraan pilkada. Lebih lanjut, Imam menerangkan mengenai sanksi pelanggar yang dengan sengaja terbukti meyakinkan pemilih akan dipenjara.

Baca Juga:  7 Hari Mencari Pengganti Muharram, PKS Kocok Ulang Kandidat di Pilkada Berau

“Ancaman tiga tahun pidana kepada pelaku dengan sengaja, terbukti dan menyakinkan,” tegasnya

Sementara itu dikonfirmasi terpisah, ketua Tim Pemenangan Zairin-Sarwono, Mursyid Abdul Rasyid membantah dugaan tersebut. “Tidak tahu, kami baru tahu ini. Tidak ada bagi sembako. Kami sedang rapat pemenangan ini,” kata Mursyid.

Sejauh ini pihaknya hanya membagikan brosur program unggulan kepada warga. “Kegiatan itu sudah berlangsung lama dan terus-menerus. Kita mengerti aturan, jadi dugaan itu tidak benar. Selama ini apa yang kami sampaikan kampanye visi, misi, dan edukasi,” pungkasnya. (***)

Reporter: Satria Mega Dirgantara

Editor: Prananda Dwi Indra Purnama

Share :

Baca Juga

Politik

Penertiban Alat Peraga Kampanye di Samarinda, Tim Barkati-Darlis Tak Hadir

Politik

Rumah Jabatan Belum Ditempati Ketua Dewan, DPRD Samarinda Sebut Sudah Temui Pihak Terkait

Politik

Rapat Pleno Rekapitulasi Penghitungan Suara Pilkada Samarinda, Pengamanan Berlapis dari Polisi

Politik

Mendagri-KPU Sepakati Revisi PKPU soal Kerumunan, KPU Kaltim Minta Penyelenggara Disiplin

Politik

Dugaan Black Campaign Serang Mahyunadi, Kesbangpol Kaltim: LSM Kompak Belum Terdaftar

Politik

Langgar Protokol Kesehatan, Tiga Calon Petahana di Kaltim Disemprit Mendagri

Politik

Sukseskan Gelaran Pilkada Serentak, Safaruddin Gunakan Hak Suaranya di Balikpapan

Politik

Waktu Pelantikan Kepala Daerah Terpilih di Kaltim Bisa Berbeda-beda, Pemprov Tunggu SK Mendagri