Home / Infrastruktur

Tuesday, 3 November 2020 - 06:00 WIB

Jembatan Pulau Balang Tersambung 100 Persen, Jarak Tempuh Balikpapan-Penajam Cuma Sekira Satu Jam

Jembatan Pulau Balang menjadi pengubung Balikpapan dengan PPU. (ist)

Jembatan Pulau Balang menjadi pengubung Balikpapan dengan PPU. (ist)

WAYOUT.ID, SAMARINDA – Pembangunan Jembatan Pulau Balang yang menghubungkan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dengan Kota Balikpapan, Kalimantan Timur akhirnya telah tersambung, Sabtu (31/10/2020) malam. Hal inipun direspon oleh Kepala Bagian Pembangunan Setkab PPU, Nicko Herlambang.

“Pada prinsipnya kita mengucapkan terima kasih atas kesungguhan dari pihak kontraktor, yang bisa menyelesaikan pekerjaan ini tepat waktu. Akhirnya bisa menyelesaikan segmen terakhir dari Pulau Balang dan statusnya sekarang sudah tersambung 100 persen,” ujarnya Minggu (2/11/2020).

Kendati demikian, walaupun jembatan sudah tersambung 100 persen, Nicko mengungkapan masih ada kendala lain. Sehingga  proses pembangunan tak kunjung selesai. Kendala itu yakni proses penyelesaian pembebasan lahan di sisi Kota Balikpapan yang belum juga tuntas hingga kini.

“Harapan kita ke depannya adalah proses penyelesaian pembebasan lahan jalan pendekat dari sisi Balikpapan bisa segera tuntas,” ungkapnya.

Nicko juga mengungkapkan, pihak Pemprov Kaltim telah menyerahkan seluruhnya kepada Pemerintah Kota Balikpapan untuk melakukan pembebasan lahan.

Nicko berharap Pemprov Kaltim bisa menganggarkan dana terkait pembebasan lahan di sisi Balikpapan tersebut, sehingga seluruh lahan yang dibutuhkan untuk proses pembangunan jembatan bisa selesai.

“Kemudian ditindaklanjuti dengan proses pembangunan jalan akses pendekat dari sisi Balikpapan,” ujarnya.

Diketahui pembangunan Jembatan Pulau Balang sendiri dimulai sejak September 2015 lalu, sejak ditandatanganinya kontrak pembangunan pada 21 Agustus 2015.

Jembatan ini dibangun menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara ( APBN) senilai kurang lebih Rp 1,3 triliun.

Bikin Waku Tempuh Jadi Lebih Singkat

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono menyampaikan bahwa kehadiran Jembatan Pulau Balang akan memperlancar konektivitas antara Samarinda, Balikpapan, dengan ibu kota negara (IKN) baru di Kabupaten Penajam Paser Utara.

Baca Juga:  Jebolnya Tanggul Batu Bara di Berau Rendam Rumah Warga, Safaruddin Desak Polisi Selidiki

Selain itu Jembatan Pulau Balang juga akan meningkatkan konektivitas pada lintas selatan Kalimantan sebagai jalur utama angkutan logistik karena jarak dan waktu tempuh menjadi lebih singkat.

Saat ini, kendaraan dari Balikpapan menuju Penajam dan selanjutnya ke Kota Banjarmasin di Kalimantan Selatan dan kota lainnya, harus memutar dengan jarak sekitar 100 kilometer dengan waktu tempuh sekitar 5 jam.

Dengan adanya jembatan tersebut, nantinya jarak akan menjadi lebih pendek menjadi hanya sekitar 30 km dan perjalanan dapat disingkat hanya dalam waktu satu jam. Rincian satu jam itu, jika dilakukan rute tempuh dari Balikpapan-Kariangau-Jembatan Pulau Balang-Simpang Gersik-Penajam.

Selain sebagai penghubung jaringan jalan poros selatan Kalimantan, jembatan ini juga mendukung rencana pengembangan pelabuhan peti kemas dan Kawasan Industri Kariangau. (***)

Reporter: Bima Putra Perkasa

Editor: Prananda Dwi Indra Purnama

Share :

Baca Juga

Infrastruktur

Dimulai Tahun Depan, Proyek Kereta Api Balikpapan-Samarinda Tak Terpengaruh Pandemi

Infrastruktur

Dirancang Sejak 2007, Progres Pengerjaan Pulau Balang Sudah 89 Persen

Infrastruktur

Pembongkaran Bangunan di Sungai Karang Mumus Segmen Pasar Segiri Ditarget Kelar Desember

Infrastruktur

Gubernur Kaltim Resmi Lantik Sekprov, Anggota Dewan Soroti Target Pendapatan

Infrastruktur

Mulai 9 September, Lion Air Buka Penerbangan PP Rute Balikpapan-Berau

Infrastruktur

Jembatan Pulau Balang Tersambung, Safaruddin: Angin Segar Bagi Kemajuan Infrastruktur Kaltim

Infrastruktur

Proyek Pemindahan Ibu Kota Ditunda, Pembangunan Infrastruktur di Kota Penunjang Diteruskan

Infrastruktur

Normalisasi Sungai Karang Mumus, Pemerintah Kota Samarinda Siapkan Anggaran Rp 10 Miliar