Home / News

Thursday, 5 November 2020 - 06:00 WIB

Kasus Dugaan Korupsi di Perusda PT AKU Terungkap, Kejati Kaltim Tetapkan Direksi dan Rekanan Jadi Tersangka

Kejati Kaltim menggelar konferensi pers terkait dugaan korupsi PT AKU. (Satria Mega Dirgantara/Wayout.id)

Kejati Kaltim menggelar konferensi pers terkait dugaan korupsi PT AKU. (Satria Mega Dirgantara/Wayout.id)

WAYOUT.ID, SAMARINDA – Kasus dugaan korupsi penyertaan modal awal perusahaan daerah (perusda) pada PT Agro Kaltim Utama (AKU) sebesar Rp 29,7 miliar oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim), akhirnya terungkap.

Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kaltim melalui siaran pers menyampaikan bahwa berkas perkara kasus yang melibatkan mantan Direktur PT AKU berinisial YR bersama rekannya, N sebagai tersangka telah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Samarinda.

Asisten Tindak Pidana Khusus Kejati Kaltim, Prihatin SH mengatakan, dugaan korupsi tersebut bermula saat PT AKU menerima penyertaan modal dari Pemprov Kaltim sebesar Rp 27 miliar dalam kurun waktu 2003, 2008, dan 2010.

Uang tersebut disalahgunakan peruntukannya dari yang semestinya digunakan untuk bidang usaha pengembangan pertanian, perdagangan, industri, dan pengangkutan darat sesuai bidang usaha PT AKU.

“Malah digunakan untuk kerja sama sembilan perusahaan yang enam di antaranya perusahaan fiktif seperti penjualan solar dan lain-lainnya,” ungkap dia saat memberi keterangan pers di Kejati Kaltim, Samarinda, Selasa (3/11/2020).

Penyalahgunaan dana tersebut tanpa persetujuan badan pengawas dan rapat umum pemegang saham (RUPS).

“Jadi murni kehendak direktur. Perusahaan-perusahaan fiktif yang dikerjasamakan itu dua orang ini yang bermain,” terang dia.

Tersangka N merupakan direktur dari sebuah perusahaan fiktif yang dikerjasamakan dengan PT AKU.  Keduanya ditahan setelah penyidik Kejati Kaltim mengantongi dua alat bukti yang cukup terkait tindak pidana korupsi.

Selain dana penyertaan modal Rp 27 miliar yang ditilep, dana laba operasional PT AKU senilai Rp 2,7 miliar juga dialihkan untuk kerja sama sembilan perusahaan tersebut tanpa pertanggungjawaban.

Berdasarkan hitungan dari Badan Pengawasan Keuangaan dan Pembangunan (BPKP), total kerugian negara sebesar Rp 29,7 miliar digunakan tanpa pertanggungjawaban. Kini kedua tersangka sudah ditahan.

Baca Juga:  Jelang Pencoblosan 9 Desember 2020, Tiga Pasangan Calon di Samarinda Ikrar Siap Menang Siap Kalah

Keduanya dikenakan Pasal 2 Ayat 1 Juncto Pasal 18 Undang-undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU 20/2001 tentang perubahan atas UU 31/1999 juncto Pasal 55 Ayat 1 ke- 1 JPasal 65 Ayat 1 KHUP dengan ancaman penjara minimal empat tahun dan denda Rp 200 juta.

Adanya kejelasan akan penanganan kasus dugaan korupsi oleh manajemen perusahaan daerah ini juga dikomentari Andi Harun, tokoh di Samarinda yang pernah duduk di kursi DPRD Kaltim. Dia memberi selamat atas kerja keras yang dilakukan Kejati Kaltim di kasus ini.

“Bravo Kejati Kaltim, usut tuntas dan kembangkan. Korupsi, kejahatan luar biasa,” tulis Andi Harun di akun Facebook miliknya.

Dia menyampaikan, kasus dugaan tindak pidana korupsi di PT  AKU saat ini tengah ditangani Kejati Kaltim. Dia mengatakan, selain menarik perhatian publik juga berhasil membuktikan kinerja pemberantasan korupsi Kejati Kaltim yang layak diapresiasi tinggi.

“Sebagai ahli hukum pidana, saya menyarankan kepada Kejati Kaltim bahwa sambil dilakukan pengembangan, juga melalui kasus ini bisa menjadi entry point (pintu masuk) melakukan penyelidikan  terhadap potensi rasuah di perusda atau badan usaha milik daerah (BUMD) lainnya, baik di Pemprov Kaltim oleh Kejati Kaltim,” ujarnya.

Dalam praktik bisnis dan pengelolaan keuangan, lanjut dia, berpotensi melakukan modus operandi perbuatan korupsi secara beragam, antara lain bisnis fiktif, penyalahgunaan wewenang manajemen, penilepan laba perusahaan, laporan palsu, insider trading, rekayasa kerjasama pihak ketiga, dan lain-lain.

“Intinya, kasus ini akan menjadi kotak pandora pemberantasan korupsi di tubuh perusda/BUMD se-Kaltim. Selamat kepada Kejati Kaltim, tak berlebihan jika saya narasikan Kajati baru, prestasi hebat,” ujarnya. (***)

Reporter: Satria Mega Dirgantara

Editor: Prananda Dwi Indra Purnama

Share :

Baca Juga

News

Sudah Berjalan Dua Minggu, Pelanggaran Perwali di Balikpapan Masih Tinggi

News

Senin Membara di Samarinda, Tiga Kebakaran Terjadi di Lokasi dan Waktu Berbeda

News

Kendati September Masih Diselimuti Pandemi, Unmul Gelar Wisuda Tiga Kali

News

Lanjutkan Penertiban Bangunan di Sungai Karang Mumus, Pemkot Samarinda Butuh Dana Rp 4 Miliar

News

Bisnis Prostitusi Online di Samarinda Terungkap, Korbannya Masih Berusia Belasan Tahun

News

Terkait Polemik Penurunan Baliho Rizieq di Jakarta, Panglima TNI Dukung Kebijakan Pangdam Jaya

News

Bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda, Satu Ruangan di Kantor DPRD Kaltim Diamuk Jago Merah

News

Balikpapan Berupaya Tekan Kematian Covid-19, Tingkat Kesembuhan Pasien Capai Target Nasional