Home / Infrastruktur

Thursday, 5 November 2020 - 06:00 WIB

Pembongkaran Bangunan di Sungai Karang Mumus Segmen Pasar Segiri Ditarget Kelar Desember

Sugeng Chairuddin. (ist)

Sugeng Chairuddin. (ist)

WAYOUT.ID, SAMARINDA – Tim penilai atau appraisal dari Pemerintah Kota Samarinda telah selesai menentukan nominal harga bangunan di rukun tetangga (RT) 26 dan 27 segmen Pasar Segiri, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Samarinda Ulu.

Namun untuk angka pastinya belum bisa dibeberkan. Pasalnya tim masih menghitung, dan nilai itu baru bisa didapat pekan depan.

“Untuk datanya masih direkap, baru selesai pendataan,” ujar Sekretaris Daerah Kota (Sekdakot) Samarinda, Sugeng Chairuddin Selasa (3/11/2020).

Sebelumnya, pemerintah telah menertibkan 210 bangunan di RT 28 segmen Pasar Segiri. Dua RT lainnya merupakan lanjutan dari program penertiban sempadan Sungai Karang Mumus ini.

Pemkot Samarinda berburu dengan waktu lantaran deadline pembongkaran rumah adalah 10 Desember mendatang, sebelumnya 25 November 2020.

Namun setelah ada pertemuan warga dengan pihak kelurahan pada 26 Oktober 2020 lalu, waktu penertiban akhirnya diundur. “Semua bangunan di bantaran sungai ini sudah kosong atau dibongkar,” terangnya.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 38 Tahun 2011 tentang Sungai atau Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) 28/2015 tentang Sempadan Sungai, dijelaskan bahwa tak ada bangunan yang berdiri minimal 10 meter dari bibir sungai.

Itu artinya kawasan tersebut harus steril dari konstruksi dan mesti diperuntukkan bagi ruang terbuka hijau (RTH). Kecuali instalasi pengelolaan air (IPA) atau dermaga yang boleh berdiri di tepi sungai.

Pun demikian rumah ibadah yang terlanjur berdiri mendapat pengkhususan. Pembongkaran bangunan di sempadan Sungai Karang Mumus pun sesuai dengan beleid tersebut. Hanya saja di RT 26 ada 26 petak bangunan yang dulunya merupakan pasar inpres. Warga di petak itu enggan direlokasi.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Pasar. Kami sudah tidak ada beban. Jadi, semua sudah bisa direlokasi,” tuturnya.

Baca Juga:  Pemkot Sebut Hotel di Samarinda Enggan Jadi Lokasi Penampungan Pasien Covid-19, Ini Penjelasannya

Meski demikian, kata dia, bangunan dibongkar setelah warga mendapatkan santunan kerahiman pada Desember mendatang. Tak hanya itu, di lokasi ini juga ada tiga kegiatan. Pertama pembongkaran rumah, pengerukan Sungai Karang Mumus oleh Pemprov Kaltim, serta penurapan oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III. Namun, dirinya senang dengan sikap warga di wilayah Pasar Segiri karena sangat kooperatif.

“Semuanya harus Desember dilakukan (pembongkaran),” ujarnya. (***)

Reporter: Satria Mega Dirgantara

Editor: Prananda Dwi Indra Purnama

Share :

Baca Juga

Infrastruktur

Normalisasi Sungai Karang Mumus Dilanjutkan, Warga Diberi Deadline Pindah hingga 25 November

Infrastruktur

Normalisasi Sungai Karang Mumus, Pemerintah Kota Samarinda Siapkan Anggaran Rp 10 Miliar

Infrastruktur

Berupaya Jaga Kualitas Pendidikan, Pemkab PPU Gunakan Kurikulum Darurat

Infrastruktur

Dirancang Sejak 2007, Progres Pengerjaan Pulau Balang Sudah 89 Persen

Infrastruktur

Kendati Jembatan Pulau Balang Sudah Tersambung, Akses Jalan Pendekat Terhambat Pembebasan Lahan

Infrastruktur

Jembatan Pulau Balang Tersambung 100 Persen, Jarak Tempuh Balikpapan-Penajam Cuma Sekira Satu Jam

Infrastruktur

Mulai 9 September, Lion Air Buka Penerbangan PP Rute Balikpapan-Berau

Infrastruktur

Dimulai Tahun Depan, Proyek Kereta Api Balikpapan-Samarinda Tak Terpengaruh Pandemi