Home / Politik

Saturday, 7 November 2020 - 06:00 WIB

Mahyunadi-Kinsu Pastikan Kesejahteraan Pemuka Agama, Diharapkan Bisa Fokus Membimbing Umat

Calon Bupati Kutim, H Mahyunadi SE MSi berbincang dengan para pemuka agama usai salat Jumat di Masjid Jami' Al-Ittihad, Desa Marga Mulya, Kecamatan Kongbeng. (ist)

Calon Bupati Kutim, H Mahyunadi SE MSi berbincang dengan para pemuka agama usai salat Jumat di Masjid Jami' Al-Ittihad, Desa Marga Mulya, Kecamatan Kongbeng. (ist)

WAYOUT.ID, SANGATTA – Calon Bupati dan Wakil Bupati Kutai Timur (Kutim), H Mahyunadi SE MSi dan H Lulu Kinsu memiliki komitmen mewujudkan Kabupaten Kutai Timur (Kutim) yang maju, mandiri, dan sejahtera berlandaskan gotong royong. Dibutuhkan perubahan untuk merealisasikannya.

Dalam rangka membangun Kutim, Mahyunadi-Kinsu juga fokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang cerdas, sehat, berbudi pekerti luhur, dan berdaya saing. Selain sektor pendidikan dan kesehatan yang dibenahi, aspek spiritual juga disasar.

“Dalam rangka membangun SDM Kutim, Mahyunadi-Kinsu mengolaborasikan sektor pendidikan, kesehatan, dan keagamaan. Tidak boleh sepotong-sepotong. Sehingga diharapkan, SDM Kutim tidak hanya cerdas dan sehat, melainkan juga memiliki budi pekerti yang luhur,” kata Mahyunadi.

Di sektor pendidikan, Mahyunadi-Kinsu mengalokasikan anggaran 20 persen di bidang pendidikan untuk bantuan perlengkapan siswa, pemberian beasiswa, pendidikan nonformal, peningkatan kualitas dan kesejahteraan guru serta pendirian dan pengembangan balai latihan kerja.

Sementara di bidang kesehatan, Mahyunadi-Kinsu juga bakal merealisasikan pembangunan rumah sakit pratama, pembangunan rumah dokter, peningkatan kualitas sarana, prasarana dan pelayanan kesehatan, bantuan pengobatan bagi masyarakat kurang mampu serta bantuan pemenuhan gizi ibu hamil dan balita.

“Di sektor spiritual keagamaan, Mahyunadi-Kinsu berkomitmen melakukan peningkatan dan pemerataan kualitas pemuka agama dan rumah ibadah. Sehingga bisa fokus membimbing umat. Ini berlaku untuk semua agama,” kata ketua DPRD Kutim 2014-2019 itu.

Mahyunadi menegaskan, para pemuka agama seperti guru mengaji, imam masjid, marbot, takmir, mubalig/mubaligah, hingga pemandi jenazah akan diberikan apresiasi dan penghargaan dari pemerintah.

“Insya Allah penghargaan bisa berupa insentif dan bantuan sembako. Ini penting untuk meningkatkan semangat mereka. Begitu juga dengan tokoh dan pemangku kepentingan agama lainnya. Karena dalam membangun pendidikan dan kesehatan, harus dibarengi dengan pembangunan spiritualnya,” katanya.

Baca Juga:  Peringati Hari Pers Nasional, Safaruddin Dorong Media Tetap Jaga Kredibilitas Informasi

Membangun Kutim ke depan tidaklah mudah. Di tengah meningkatnya angka kemiskinan, banyaknya infrastruktur jalan yang rusak, kualitas pendidikan yang harus ditingkatkan, fasilitas kesehatan yang belum merata, hingga kesejahteraan masyarakat harus diselesaikan. Jika salah memilih pemimpin pada 9 Desember mendatang, harapan untuk menikmati program-program tersebut di atas akan sirna.

Oleh karena itu, dibutuhkan pemimpin yang memiliki kualitas, pengalaman, dan paham dengan kondisi masyarakat. Kehadiran masyarakat dalam rangka membawa Kutim untuk perubahan sangat dibutuhkan. Syaratnya adalah, pada tanggal 9 Desember mendatang, coblos nomor satu, Mahyunadi-Kinsu. (***)

Reporter: Bima Putra Perkasa

Editor: Prananda Dwi Indra Purnama

Share :

Baca Juga

Politik

Safaruddin untuk Masyarakat Kaltim: Isra Mikraj Bukti Kuasa dan Kebesaran Allah SWT

Politik

Sudah Tiga Calon Kepala Daerah Meninggal karena Covid-19, Dua dari Kaltim

Politik

Balikpapan dan Kukar Diikuti Satu Pasangan, Ini Potensi Sengketa yang Terjadi

Politik

Musancab dan Pelantikan PAC Digelar, Momen Konsolidasi PDI Perjuangan di Kaltim

Politik

APK Liar di Samarinda Bakal Ditertibkan, Termasuk di Tiang Listrik dan Fasum

Politik

Datangi Kantor KPU, Andi Harun-Rusmadi Daftar Pertama di Pilkada Samarinda

Politik

Demi Menangkan Sulaiman-Ikhwan, PDI Perjuangan Kaltim Terjunkan BSPN Daerah ke Paser

Politik

Ada Guru Honorer di Kutim Digaji Rp 50 Ribu Per Bulan, Mahyunadi-Kinsu Suarakan Perubahan