Home / Politik

Monday, 9 November 2020 - 06:00 WIB

Dugaan ASN Langgar Netralitas di Pilkada, Bawaslu Samarinda Belum Terima Jawaban Inspektorat

ilustrasi. (Pudink/Wayout.id)

ilustrasi. (Pudink/Wayout.id)

WAYOUT.ID, SAMARINDA – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Samarinda melaporkan tujuh oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) atas dugaan pelanggaran netralitas.

Secara resmi tertanggal 26 Oktober 2020, Bawaslu Kota Samarinda telah mengirimkan surat kepada Inspektorat Daerah (Itda) Kota Samarinda. Namun, hingga hampir dua pekan berlalu, belum ada jawaban resmi dari pihak Inspektorat.

“Harapan kita ada respon. Kita sih lebih kepada menunggu saja. Karena kita sudah kirimkan rekomendasi. Selanjutnya terkait dengan sanksi dan respon daripada Inspektorat ya kita berikan kewenangan sepenuhnya kepada mereka,” ujar Ketua Bawaslu Kota Samarinda, Abdul Muin.

Bawaslu, kata Muin, sempat mengirim ulang surat rekomendasi yang diminta ulang oleh Asisten I Pemkot Samarinda. “Saya sudah forward kembali sekitar beberapa hari yang lalu,” kata Muin sapaannya.

Dikonfirmasi terpisah, Asisten I Pemkot Samarinda, Tejo Sutarnoto yang juga membawahi Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) hanya meminta surat rekomendasi sebagai tembusan untuk memonitor masalah tersebut.

“OPD (organisasi perangkat daerah) teknis yang memproses BKD (Badan Kepegawaian Daerah), dan perlu diadakan pemeriksaan oleh Inspektorat, jadi prosesnya tidak serta merta harus ditindak, perlu diketahui sejauh mana kesalahan masing-masing yang bersangkutan. Maka perlu diperiksa dulu oleh tim,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Inspektorat Daerah Kota Samarinda yang coba dihubungi tim redaksi melalui telepon dan pesan singkat WhatsApp belum memberi jawaban.

Untuk diketahui, pelanggaran netralitas ASN yang disampaikan Bawaslu Samarinda pada, Jumat (23/10/2020) yang lalu mengarah pada dukungan pasangan calon nomor urut satu.

ASN yang dimaksud di antaranya diduga bertugas di Dinas Perizinan, Satpol PP, Fakultas Ekonomi Unmul, Kantor Kecamatan Samarinda Ulu, dan Puskesmas Kelurahan Lempake.

Sebagai informasi, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengingatkan ASN atas sanksi kepada mereka yang melanggar netralitas dalam pemilihan kepala daerah (pilkada). Kemendagri mendorong pemberian sanksi bagi ASN yang tidak netral baik di pusat maupun daerah sesuai dengan peraturan berlaku.

Baca Juga:  Hasil Survei LSI dengan JIP Menangkan Andi Harun-Rusmadi, Punya Persentase Tinggi di Pilkada Samarinda

Kemendagri terus menyosialisasikan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri berbagai kesempatan.

Tak hanya Kemendagri, beberapa pihak juga terlibat dalam penegakan hukum disiplin, antara lain Komisi ASN (KASN), Badan Kepagawaian Negara (BKN), serta Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB).

Terkait sanksi, bagi ASN tidak netral yang diatur Undang-undang (UU) Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum (Pemilu) berupa kurungan dan denda. Dia mencontohkan pada Pasal 494, setiap ASN yang terlibat sebagai pelaksana atau tim kampanye sebagaimana dimaksud dalam Pasal 280 ayat 3 dipidana dengan pidana kurungan paling lama satu tahun atau denda paling banyak Rp 12 juta.

Kemudian, Pasal 547 menyebutkan, setiap pejabat negara yang dengan sengaja membuat keputusan dan/atau melakukan tindakan yang menguntungkan atau merugikan salah satu pasangan calon dalam masa kampanye, dipidana dengan pidana paling lama tiga tahun dan denda paling banyak Rp 36 juta. (***)

Reporter: Satria Mega Dirgantara

Editor: Prananda Dwi Indra Purnama

Share :

Baca Juga

Politik

Sukseskan Gelaran Pilkada Serentak, Safaruddin Gunakan Hak Suaranya di Balikpapan

Politik

Bersama Sulaiman Eva Merukh-Ikhwan Wirawan, Mari Kita Wujudkan Kabupaten Paser Beriman

Politik

Rapat Pleno Tingkat Kota Telah Usai, Andi Harun-Rusmadi Sah Menjadi Pemimpin Samarinda

Politik

Demo di Depan KPU Kutai Timur Ricuh, Rekaman Diduga Petahana Intervensi Anak Buah Diputar

Politik

Sederet Alasan Mengapa Mahyunadi-Kinsu Bakal Membawa Kutim Makin Maju

Politik

Sukses Ungguli Kotak Kosong, Pasangan Rahmad-Thohari Berhasil Menangi Pilkada Balikpapan

Politik

Ternyata LSI Denny JA dan JIP Resmi Terdaftar di KPU Samarinda, Semua Syaratnya Sudah Terpenuhi

Politik

LSI-JIP Rilis Hasil Quick Count Pilkada Samarinda, Pasangan Andi Harun-Rusmadi Dinyatakan Menang