Home / Politik

Wednesday, 11 November 2020 - 06:00 WIB

Kunjungi Desa Benhes dan Muara Wahau, Mahyunadi-Kinsu Pastikan Kebutuhan Dasar Masyarakat Terpenuhi

Calon Bupati Kutim, H Mahyunadi SE MSi dipeluk oleh warga sebagai tanda ucapan selamat datang. (ist)

Calon Bupati Kutim, H Mahyunadi SE MSi dipeluk oleh warga sebagai tanda ucapan selamat datang. (ist)

WAYOUT.ID, SANGATTA – Calon Bupati Kutai Timur (Kutim), H Mahyunadi SE MSi menggelar silaturahmi dengan warga Desa Bea Nehes (Benhes) dan Desa Muara Wahau di Kecamatan Muara Wahau, pekan lalu. Lagi-lagi persoalan infrastruktur menjadi satu dari sekian persoalan yang dihadapi kawasan pedalaman.

Desa Benhes misalnya. Desa tersebut memiliki destinasi wisata yang memesona. Terdapat dua objek wisata air terjun, serta desa tersebut terpilih dalam Program Kampung Iklim (Proklim) plus, yang dilaksanakan Forest Carbon Partnership Facility Carbon Fund (FCPF CF). Sayangnya, infrastruktur jalan menjadi penghambat.

Mahyunadi yang berpasangan dengan H Lulu Kinsu memiliki komitmen tinggi untuk mewujudkan Kutim yang maju, mandiri, dan sejahtera berlandaskan gotong royong. Perubahan dan kebijakan yang komprehensif di semua lini akan dilakukan calon nomor urut satu tersebut.

“Mengapa hal demikian harus dilakukan? Dalam kunjungan ke Desa Benhes dan Desa Muara Wahau, Kecamatan Muara, di antara banyak hal yang dikeluhkan masyarakat adalah persoalan infrastruktur jalan. Di samping itu juga pelayanan kesehatan,” kata ketua DPRD Kutim 2014-2019 itu.

Mahyunadi menegaskan, infrastruktur dan kesehatan akan menjadi prioritas utama dalam pemerintahannya. Di samping pendidikan, ekonomi, hingga pemerintahan. Karena itu semua merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus dipenuhi segera.

“Karena infrastruktur dan kesehatan termasuk kebutuhan dasar masyarakat. Kemajuan dan terpenuhinya hak-hak dasar masyarakat, dapat kita lihat apakah kedua hal itu telah terpenuhi atau tidak. Dan saya kira, ini menjadi masalah prioritas yang akan saya dan H Lulu Kinsu perjuangkan pertama bila terpilih sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kutim,” jelas Mahyunadi.

Di bidang infrastruktur, Mahyunadi-Kinsu sudah menyiapkan program dalam rangka mewujudkan pembangunan infrastruktur yang merata dan proporsional. Selain penambahan ruas dan peningkatan kualitas jalan, Mahyunadi-Kinsu juga komitmen dengan penyelesaian pelabuhan laut Sangatta dan pembangunan bandara, elektrifikasi listrik di semua desa, serta sambungan instalasi PDAM di semua desa.

Baca Juga:  PDI Perjuangan Kaltim Gelar Rakerda di Balikpapan, Bidik Kemenangan di Pesta Demokrasi 2024

Di sektor kesehatan, hal yang mendesak harus dilakukan adalah pembangunan rumah sakit pratama, pembangunan rumah dokter, peningkatan kualitas sarana, prasarana dan pelayanan kesehatan, bantuan pengobatan bagi masyarakat kurang mampu serta bantuan pemenuhan gizi ibu hamil dan balita.

“Di sektor pendidikan, alokasi anggaran pendidikan 20 persen untuk bantuan perlengkapan siswa, pemberian beasiswa, pendidikan nonformal, peningkatan kualitas dan kesejahteraan guru serta pendirian dan pengembangan balai latihan kerja harus dipenuhi,” lanjut Mahyunadi.

Di bidang ekonomi, Mahyunadi-Kinsu berkomitmen menciptakan kemandirian ekonomi masyarakat dengan mengembangkan usaha mikro kecil menengah (UMKM), koperasi, agribisnis dan agroindustri. Berbagai program sudah disiapkan, mulai dari yang menyentuh UMKM, pertanian, perkebunan, perikanan, ketenagakerjaan, hingga pengembangan pariwisata.

“Harapannya, selain masyarakat dapat menikmati infrastruktur dasar yang memadai dan layak, masyarakat juga mendapatkan dampak lainnya, yakni meningkatkan kesejahteraan dengan terbukanya lapangan pekerjaan dan terjadinya perbaikan ekonomi,” jelas Mahyunadi.

Membangun Kutim ke depan tidaklah mudah. Di tengah meningkatnya angka kemiskinan, banyaknya infrastruktur jalan yang rusak, kualitas pendidikan yang harus ditingkatkan, fasilitas kesehatan yang belum merata, hingga kesejahteraan masyarakat harus diselesaikan. Jika salah memilih pemimpin pada 9 Desember mendatang, harapan untuk menikmati program-program tersebut di atas akan sirna.

Oleh karena itu, dibutuhkan pemimpin yang memiliki kualitas, pengalaman, dan paham dengan kondisi masyarakat. Kehadiran masyarakat dalam rangka membawa Kutim untuk perubahan sangat dibutuhkan. Syaratnya adalah, pada tanggal 9 Desember mendatang, coblos nomor satu, Mahyunadi-Kinsu. (***)

Reporter: Bima Putra Perkasa

Editor: Prananda Dwi Indra Purnama

Share :

Baca Juga

Politik

Waktu Pelantikan Kepala Daerah Terpilih di Kaltim Bisa Berbeda-beda, Pemprov Tunggu SK Mendagri

Politik

Besok Pendaftaran Calon Kepala Daerah, Khusus Penantang Calon Tunggal

Politik

Mahyunadi Silaturahmi dengan Warga Desa Cipta Graha, Didampingi Faisal Rahman Selaku Juru Kampanye

Politik

Warga Sampaikan Keluh Kesahnya ke Mahyunadi, Berharap Banyak Agar Desa Long Nah Makin Maju

Politik

Pilih Nomor Dua! Berikut Visi, Misi, dan Program Neni Moerniaeni-Joni Muslim untuk Kota Bontang

Politik

Dinilai Dekat dan Mampu Melayani Masyarakat, Sulaiman Makin Banyak Didukung Tokoh Paser

Politik

Datangi Bawaslu Kutai Timur, Serahkan Bukti KTP Ganda hingga SK Pergantian Kepala Disdukcapil

Politik

7 Hari Mencari Pengganti Muharram, PKS Kocok Ulang Kandidat di Pilkada Berau