Home / News

Friday, 13 November 2020 - 06:00 WIB

Dua Mahasiswa Jadi Tersangka Aksi Demonstrasi UU Cipta Kerja, Tiga Anggota Dewan Datangi Kepolisian

Tiga anggota DPRD Kaltim saat mendatangi Mapolresta Samarinda. (Satria Mega Dirgantara/Wayout.id)

Tiga anggota DPRD Kaltim saat mendatangi Mapolresta Samarinda. (Satria Mega Dirgantara/Wayout.id)

WAYOUT.ID, SAMARINDA – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kalimantan Timur (DPRD Kaltim), menyambangi Mapolresta Samarinda, Kamis (12/11/2020). Mereka adalah ketua Fraksi PAN Baharuddin Demmu, ketua Fraksi PKB  Syafruddin, dan anggota Fraksi PKB Sutomo Jabir.

Kedatangan mereka untuk menindaklanjuti upaya penangguhan penahanan dua orang mahasiswa yang ditangkap saat melakukan aksi unjuk rasa menolak Undang-undang (UU) Cipta Kerja atau Omnibus Law beberapa waktu lalu.

Secara resmi berkas administrasi penangguhan penahanan kepada perwakilan pimpinan Polresta Samarinda diserahkan pada hari ini.

“Ada empat anggota pimpinan yang siap menjadi penjamin termasuk wakil ketua DPRD Kaltim, Sigit Wibowo. Cuma (Sigit, Red.) belum bisa hadir, dan insya Allah menandatangani secepatnya,” jelas Syafruddin.

Udin–sapaanya–mengaku, pihaknya belum bertemu Kapolresta Samarinda Kombes Pol Arif Budiman. Namun, penyerahan berkas diterima pimpinan Polresta Samarinda yang diwakili oleh Kasatreskrim Kompol Yuliansyah dan Kabag Ops Kompol Andi Suryadi.

“Silaturahmi, sekaligus membangun hubungan antara lembaga legislatif dan yudikatif,” ucapnya. Atas nama lembaga legislatif pihak lembaga akademik kampus pun telah dihubungi.

Dia mengingatkan kepada pimpinan masing-masing kampus khususnya Universitas Mulawarman (Unmul) dan Politeknik Negeri Sipil (Polnes) untuk membantu pembebasan mahasiswa dengan inisial FR dan WJ.

“Karena mereka punya tanggung jawab, dan bisa membantu proses percepatannya. Semua instrumen potensial akan kita gerakan,” pungkasnya.

Sebagai informasi, pada aksi demo menolak pengesahan UU Cipta Kerja Kamis (5/10/2020) sore lalu di depan gedung DPRD Kaltim, polisi menetapkan dua orang tersangka. Hal ini diungkapkan Kapolresta Samarinda Kombes Pol Arif Budiman dalam konfrensi persnya, Jumat (6/10/2020).

Katanya, dari ratusan massa aksi, sedikitnya Korps Bhayangkara mengamankan sembilan pemuda yang terindikasi melakukan aksi anarkisme.

Baca Juga:  Bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda, Satu Ruangan di Kantor DPRD Kaltim Diamuk Jago Merah

“Dua di antaranya telah ditetapkan sebagai tersangka karena terbukti melakukan perusakan dan membawa senjata tajam,” jelas Arif.

Dua pemuda berstatus mahasiswa ini, lanjutnya, ditetapkan sebagai tersangka dengan barang bukti satu buah senjata tajam jenis badik dan kayu balok untuk merusak fasilitas publik.

Dua pemuda ini berinisial FR (24) dan WJ (22). Senjata tajam jenis badik didapati polisi dari badan FR saat diamankan ketika aksi mulai memanas. Begitupula dengan WJ.

“Kami amankan badik sepanjang 25 sentimer dan dua balok kayu sebagai alat buktinya,” imbuhnya.

FR yang diketahui membawa badik di pinggang kirinya, dituding hendak menancapkan senjata tajamnya itu kepada salah seorang anggota kepolisian. (***)

Reporter: Satria Mega Dirgantara

Editor: Prananda Dwi Indra Purnama

Share :

Baca Juga

News

Takbiran dan Lebaran di Tengah Pandemi Covid-19, Safaruddin Imbau Patuhi Protokol Kesehatan

News

Perawat di Samarinda Meninggal Terpapar Covid-19, Dimakamkan di TPU Serayu Tanah Merah

News

20 Orang Diperiksa KPK Terkait Kasus Korupsi Mantan Bupati Kutim, Termasuk Anggota Dewan

News

Kasus Harian di Balikpapan Semakin Menurun, Vaksinasi Covid-19 Pun Terus Digencarkan

News

Jelang Ramadan Ramai Kegiatan Ziarah Kubur, Safaruddin: Tetap Patuhi Protokol Kesehatan

News

Dilarang Berkunjung ke Rumah Jabatan Wali Kota Samarinda, Ada Apa Ya?

News

Kaltim Dianggap Berhasil Menurunkan Angka Kasus Covid-19, Kini Sudah Jadi Rujukan Nasional

News

Satu Pasien Sudah Dinyatakan Sembuh, Mahulu Kembali Dinyatakan Bebas dari Virus Corona