Home / Ekobiz

Friday, 13 November 2020 - 06:00 WIB

Pendaftar Dana Hibah UMKM Membeludak, Menkop-UKM Minta Tambahan Kuota Dana Hibah Usaha

Teten Masduki. (ist)

Teten Masduki. (ist)

WAYOUT.ID, JAKARTA – Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Menkop-UKM), Teten Masduki meminta tambahan kuota untuk stimulus dana hibah usaha. Sebab, ada 28 juta pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang mendaftar sebagai penerima.

Selama pandemi Covid-19, pemerintah menggelontorkan bantuan dana hibah senilai Rp 2,4 juta untuk 12 juta pelaku UMKM. Jumlah tersebut sudah ditambah dari sebelumnya yang hanya kepada 9,1 juta penerima.

“Ini sangat positif, namun jumlahnya kurang banyak. Yang mendaftar ke kami ada 28 juta orang dari berbagai daerah,” kata Teten dalam webinar, kemarin.

Menurut dia, masih banyak pelaku UMKM yang kesulitan untuk pulih. Pihaknya juga sedang mengevaluasi program tersebut agar tetap dilanjutkan di kuartal I 2021.

Apalagi, tidak sedikit yang belum memiliki akses ke perbankan (unbankable). Khususnya, para pelaku usaha mikro dan ultra mikro. Sebab, mereka tidak dapat memenuhi persyaratan yang menjadi kebijakan bank. Misalnya, laporan keuangan usaha atau pembukuan seperti perusahaan formal.

Di sisi lain, pandemi Covid-19 membuat banyak pelaku usaha mikro dan ultra mikro kehabisan modal usaha. Uang yang mereka punya habis digunakan untuk bertahan hidup. Sehingga membutuhkan suntikan modal yang mudah dan berbunga murah.

Selain itu, pemerintah juga merelaksasi pembiayaan selama enam bulan bagi UMKM. Juga, kredit usaha rakyat (KUR) di bawah Rp 10 juta dengan bunga 0 persen.

“Pembiayaan perbankan bagi usaha mikro, sangat penting. Dibutuhkan akses pembiayaan yang mudah dan murah,” kata Teten.

Teten juga berharap, fintech dapat membantu UMKM. Selain meningkatkan litersi keuangan, juga memperluas mengakses pembiayaan modal kerja dan efisiensi operasional usaha. Dia mengklaim, baru sekitar 16 persen UMKM yang terhubung dengan platform digital.

Baca Juga:  Puasa di Tengah Pandemi Covid-19, Safaruddin: Ramadan Adalah Bulan yang Begitu Istimewa

“Kolaborasi fintech dan perbankan sangat diperlukan. Agar pelaku UMKM bisa mengakses pembiayaan yang mudah dan murah. Tidak menempuh jalan pintas dengan mendapatkan modal usaha dari rentenir,” tegasnya. (***)

Reporter: Bima Putra Perkasa

Editor: Prananda Dwi Indra Purnama

Share :

Baca Juga

Ekobiz

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Sulit Diterawang, Kok Bisa Begitu Ya?

Ekobiz

Bank Dunia Gelontorkan USD 1 Juta ke Indonesia, Dukung Investasi Berkelanjutan di Sektor Perikanan Pesisir

Ekobiz

Pertumbuhan Ekonomi Melambat, APBD Kaltim 2021 Diprediksi Cuma Sekitar Rp 9 Triliun

Ekobiz

Pemprov Kaltim Bakal Rombak Seluruh Pimpinan Perusda PT AKU, Januari Ada Pergantian Direksi

Ekobiz

RPP Minerba Atur IUP Bisa Dipindahtangankan, Koalisi #BersihkanIndonesia Sebut Adanya Potensi Rente Baru

Ekobiz

Kinerja Salah Satu BUMD Belum Memuaskan, Ini Kata Kepala Bapenda Samarinda

Ekobiz

Kendati Tak Memberikan Kontribusi untuk PAD, BUMD di Samarinda Tetap Dapat Kucuran Modal

Ekobiz

Gegara Operasi Penerapan Disiplin Covid-19, Dua Pusat UMKM Samarinda Ditutup Seminggu