Home / Politik

Saturday, 14 November 2020 - 06:00 WIB

Mahyunadi Silaturahmi dengan Warga Desa Cipta Graha, Didampingi Faisal Rahman Selaku Juru Kampanye

Warga yang hadir menyambut calon Bupati Kutim, Mahyunadi di Desa Cipta Graha, Kecamatan Kaubun, membeludak. (ist)

Warga yang hadir menyambut calon Bupati Kutim, Mahyunadi di Desa Cipta Graha, Kecamatan Kaubun, membeludak. (ist)

WAYOUT.ID, SANGATTA – Calon Bupati Kutai Timur (Kutim), H Mahyunadi SE MSi melanjutkan agenda silaturahminya dengan masyarakat Kutim. Jumat (13/11/2020) sore, ketua DPRD Kutim 2014-2019 itu mengunjungi Desa Graha Cipta, Kecamatan Kaubun.

Warga desa yang kaya akan hasil pertanian itu pun tak menyia-nyiakan kesempatan bertemu dengan calon pemimpinnya. Berbagai persoalan diutarakan warga di hadapan Mahyunadi. Salah seorang warga, Suyetno berharap kepada Mahyunadi agar jalanan diperbaiki.

“Tolong, Pak Mahyunadi. Jalanan di Desa Cipta Graha diperbaiki. Sudah sejak dulu kondisinya begini. Saya yakin Mahyunadi-Kinsu bisa mengabulkan harapan kami,” kata Suyetno. Eva, warga lainnya mengeluhkan soal listrik dan air bersih.

“Di tempat kami ini listrik sering mati. Air juga susah. Tidak ada PDAM masuk. Sudah lama desa kami tidak diperhatikan,” kata Eva.

Tidak hanya soal infrastruktur, warga juga curhat soal tenaga kerja. “Masalah penerimaan tenaga kerja bagi masyarakat lokal harus diatur. Jangan sampai warga hanya jadi penonton. Insya Allah Pak Mahyunadi bisa merealisasikannya,” kata tri Harianto.

Masalah kesenian daerah juga tak luput dari curhatan warga. “Kesenian juga harus dijaga. Karena itu adalah budaya yang harus dipertahankan,” kata Sunaryo, warga lainnya.

Menanggapi curahan hati warga, Mahyunadi pun memastikan bahwa pembangunan akan merata. Di bidang infrastruktur, Mahyunadi-Kinsu berkomitmen mewujudkan pembangunan infrastruktur yang merata dan proporsional.

“Program kami adalah penambahan ruas dan peningkatan kualitas jalan, elektrifikasi listrik di semua desa, dan sambungan instalasi PDAM di semua desa. Insya Allah semua akan terpenuhi dalam satu periode. Karena anggaran Kutim ini mampu,” tegasnya.

Di sektor ekonomi, Mahyunadi-Kinsu berkomitmen menciptakan kemandirian ekonomi masyarakat dengan mengembangkan usaha mikro kecil menengah (UMKM), koperasi, agribisnis dan agroindustri. Di mana, akan diberikan kemudahan kredit modal usaha UMKM, dan pengembangan koperasi.

Baca Juga:  Warga Desa Marukangan Keluhkan Jaringan Telekomunikasi, Mahyunadi-Kinsu Pastikan Terkoneksi

“Kemudian bantuan saprodi dan peningkatan nilai tambah hasil pertanian, perkebunan, perikanan dan peternakan. Insya Allah Kutim bisa swasembada beras. Di bidang ketenagakerjaan, komitmen kami adalah penyerapan tenaga kerja lokal di semua industri, baik itu pertambangan, migas, CPO dan turunannya,” tegas Mahyunadi.

Tak hanya itu, Mahyunadi-Kinsu juga berkomitmen mewujudkan tata kelola lingkungan yang baik serta tatanan kehidupan sosial yang harmonis. Nantinya, lanjut Mahyunadi, pemerintah akan menyiapkan alokasi anggaran Rp 50-100 juta per RT/tahun untuk kegiatan sosial, sarana olahraga dan seni, kegiatan keagamaan dan kegiatan penataan lingkungan di tiap RT.

“Penataan peruntukan lahan per kecamatan juga dilakukan. Di samping itu, dilakukan pembinaan lembaga adat, ormas (organisasi masyarakat), OKP (organisasi kepemudaan), olahraga, seni dan budaya,” bebernya.

Mahyunadi tidak sendirian. Dia juga didampingi anggota DPRD Kutim, Faisal Rahman. Tak sekadar mendampingi, politisi PDI Perjuangan itu juga menjadi juru kampanye bagi Mahyunadi yang berpasangan dengan H Lulu Kinsu pada pemilihan kepala daerah (pilkada).

“Insya Allah di tangan Mahyunadi-Kinsu, Kutim akan semakin maju, mandiri, dan sejahtera. Untuk itulah, dibutuhkan perubahan. Caranya adalah, dengan datang ke TPS (tempat pemungutan suara) pada tanggal 9 Desember, lalu coblos nomor satu, Mahyunadi-Kinsu,” tegas Faisal.

Membangun Kutim ke depan tidaklah mudah. Di tengah meningkatnya angka kemiskinan, banyaknya infrastruktur jalan yang rusak, kualitas pendidikan yang harus ditingkatkan, fasilitas kesehatan yang belum merata, hingga kesejahteraan masyarakat harus diselesaikan. Jika salah memilih pemimpin pada 9 Desember mendatang, harapan untuk menikmati program-program tersebut di atas akan sirna.

Oleh karena itu, dibutuhkan pemimpin yang memiliki kualitas, pengalaman, dan paham dengan kondisi masyarakat. Kehadiran masyarakat dalam rangka membawa Kutim untuk perubahan sangat dibutuhkan. Syaratnya adalah, pada tanggal 9 Desember mendatang, coblos nomor satu, Mahyunadi-Kinsu. (***)

Baca Juga:  BPK Kaltim Lakukan Audit Anggaran Pesta Demokrasi, Temukan Kelalaian Terkait Setoran Pajak

Reporter: Bima Putra Perkasa

Editor: Prananda Dwi Indra Purnama

 

Share :

Baca Juga

Politik

Gubernur-Wakil Gubernur Pastikan Pilkada Lancar, Imbau Semua Pihak Saling Menghormati

Politik

Inilah Nomor Urut Para Calon Kepala Daerah di Kaltim, Mana Pilihanmu?

Politik

Pilkada Samarinda 2020: Petahana Diharuskan Cuti, Anggota Dewan Wajib Mundur

Politik

Pilkada Kukar: Banteng Komitmen Dukung Edi Damansyah-Rendi Solihin

Politik

Warga Desa Mekar Baru Sambut Kedatangan Mahyunadi, Satu Suara untuk Kutim Makin Maju

Politik

Pilih Nomor Dua! Berikut Visi, Misi, dan Program Neni Moerniaeni-Joni Muslim untuk Kota Bontang

Politik

Wujudkan Kota Bontang Bebas Kuota, Basri Rase-Najirah Adi Darma Bakal Sebar Wifi Gratis untuk Masyarakat

Politik

Hai Ges! Ada Info Menarik Nih, Insya Allah Basri Rase Akan Bangun Rumah Kreasi Milenial di Bontang