Home / News

Saturday, 14 November 2020 - 06:00 WIB

Temukan Tambahan Petunjuk soal Berita Hoaks yang Menimpanya, Andi Harun Datangi Polresta Samarinda

Andi Harun saat dijumpai awak media setelah memberikan petunjuk baru dan penambahan dua saksi terkait laporan pencemaran nama baiknya ke Polresta Samarinda, Jumat (13/11/2020) sore. (Satria Mega Dirgantara/Wayout.id)

Andi Harun saat dijumpai awak media setelah memberikan petunjuk baru dan penambahan dua saksi terkait laporan pencemaran nama baiknya ke Polresta Samarinda, Jumat (13/11/2020) sore. (Satria Mega Dirgantara/Wayout.id)

WAYOUT.ID, SAMARINDA – Terkait berita hoaks yang beredar di kanal YouTube dan menyeret AH sebagai tersangka tindak pidana korupsi medio 2006 silam di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kaltim, mendapatkan tanggapan serius dari Andi Harun.

Pada pekan silam, tim kuasa hukum Andi Harun telah memberikan laporan dugaan pencemaran nama baik ini ke Polresta Samarinda. Namun pada Jumat (13/11/2020) pukul 14.30 Wita, Andi Harun justru bertandang sendiri guna memberikan keterangannya kepada tim penyidik Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Satreskrim Polresta Samarinda.

“Saya menindaklanjuti laporan kuasa hukum terhadap dugaan tindak pidana pencemaran nama baik dalam UU ITE (Undang-undang Infromasi dan Transaksi Elektronika). Saya di-BAP (Berita Acara Pemeriksaan) penyidik dan memberi seluruh keterangan yang diperlukan untuk penyidikan maupun penyelidikan terhadap laporan perkara ini,” ungkap Andi Harun saat dijumpai pukul 16.45 Wita tadi.

Mengenai kasus perkara ini, Andi Harun mengapresiasi kinerja kepolisian yang bertindak cepat dan profesional merespon laporan yang dilayangkan tim kuasa hukumnya.

“Hari ini juga saya sampaikan bahwa kami menemukan tambahan petunjuk kasus ini. Mudahan dengan tambahan petunjuk ini secepatnya perkara bisa terungkap,” jelasnya.

Hanya saja, saat disinggung awak media mengenai petunjuk baru yang dia serahkan, Andi Harun enggan berkomentar banyak. Sebab menurutnya, hal tersebut tak perlu diumbar ke hadapan publik untuk kepentingan penyelidikan dan penyidikan kasus yang telah menyeret nama baiknya tersebut.

“Banyak hal bisa terjadi seperti spekulasi dan penghilangan barang bukti atau mengganggu proses yang dilaksanakan sekarang, jadi saya tidak bisa ungkapkan,” jawabnya.

Dengan adanya petunjuk baru ini, tentu diharapkan agar perkara tersebut bisa cepat menemukan titik terang dan pihak berwajib bisa meringkus para pelaku yang berada di balik layar penyebaran berita hoaks tersebut.

Baca Juga:  Kilometer 13 dan Lamaru Dijaga Ketat, Masuk ke Balikpapan Wajib Jalani Rapid Test Antigen secara Acak

Petunjuk baru ini pun diakui Andi Harun ditemukan saat sedang melakukan lawatan ke DKI Jakarta beberapa pekan silam. Kunjungan Andi Harun ke ibu kota negara ini pun memang tak hanya bertujuan ke pencarian petunjuk tersebut.

“Saya tidak ingin masuk ke sana soal dugaan pelaku, saksi dan terutama proses pemberkasannya,” tegasnya.

Selain menyerahkan bukti petunjuk terbaru, lanjut Andi Harun, lawatannya ke kantor kepolisian ini juga membawa dua saksi tambahan.

Dengan ini, Andi Harun juga menyampaikan kalau kasus penyeretan nama baiknya ini akan terus berkembang dan tak surut sampai saat ini saja.

“Dan semua prosesnya kita serahkan ke penyidik dan kami percaya ke-profesionalan Polri,” katanya

Dalam perjumpaan dengan awak media, Andi Harun juga jelaskan alasannya hingga membawa kasus berita hoaks ini ke ranah kepolisian.

“Awalnya saya anggap ini biasa saja di dunia politik. Akan tetapi pada empat hari yang lalu anak saya bertanya kepada saya, apa saya memang tersangka tindak pidana korupsi,” jelas Andi Harun saat dijumpai Jumat (13/11/2020) sore tadi di ruang Satreskrim Polresta Samarinda.

Sebab pertanyaan sang buah hati inilah yang akhirnya menjadi ancaman serius menurut Andi Harun, terkait pemberitaan hoaks yang menyeret inisial karibnya tersebut.

“Ini menjadi pukulan bagi saya. Karena saya memberi nafkah, makan, minum istri dan anak-anak dari usaha kerja keras sendiri, dengan kucuran keringat sendiri. Bekerja dari siang dan malam, kerja untuk memberi nafkah yang halal,” tutur polikus kawakan itu.

Andi Harun juga menekankan, agar para pelaku maupun mereka yang berperan sebagai otak intelektual pada kasus ini harus sadar dengan apa yang telah diperbuatnya telah menyerang keluarganya secara keseluruhan.

Baca Juga:  Kluster Perusahaan Masih Mendominasi di Balikpapan, Pemerintah Bentuk Satgas Terpadu

“Mereka harus sadar kalau mereka tidak hanya menyerang saya atau menistakan saya, tapi dia telah menistakan dan menyerang keluarga saya, istri, dan anak saya berjumlah tiga orang,” tambahnya.

Andi Harun menginginkan agar jangan sampai timbul kesan buruk di dalam keluarganya akibat pemberitaan tersebut. Sebab karakter anak Andi Harun juga dipertaruhkan dalam perkara ini.

“Jangan sampai timbul kesan, saya bawa nafkah ke rumah itu dari tindak pidana korupsi. Maka dari itu perkara ini mereka pelaku harus sadar kalau mereka punya anak dan istri mereka juga punya keluarga. Bahwa tindakan ini sangat melukai perasaan dan berbahaya kepada keluarga,” bebernya.

Diharapkan Andi Harun, agar dengan adanya tambahan petunjuk dan saksi pada perkara ini bisa memberikan titik terang pengungkapannya.

“Saya tentu sebagai pelapor berharap kasus ini bisa cepat terungkap dan menimbulkan efek jera agar tidak ada lagi korban fitnah selanjutnya,” pungkasnya. (***)

Reporter: Satria Mega Dirgantara

Editor: Prananda Dwi Indra Purnama

Share :

Baca Juga

News

Meninggal Akibat Covid-19 Dapat Dana Bantuan, Segini Nilainya

News

Operasi Lilin Mahakam Jelang Natal dan Tahun Baru, Polisi Amankan 932 Gereja dan 85 Objek Wisata

News

Proyek MYC Pemprov Diduga Tak Punya Amdal dan Kajian Teknis, Usulan Kurang Diterima Kemendagri

News

Sudah Berjalan Dua Minggu, Pelanggaran Perwali di Balikpapan Masih Tinggi

News

Selain Ajak Masyarakat Berpartisipasi Tekan Lonjakan Kasus Covid-19, Safaruddin Juga Imbau Petugas untuk Lebih Humanis

News

Bisnis Prostitusi Online di Samarinda Terungkap, Korbannya Masih Berusia Belasan Tahun

News

Hasil Tes Swab Massal di Bandara APT Pranoto Samarinda, 160 Pegawai Dinyatakan Negatif Covid-19

News

Enam Jabatan Tinggi di Kaltim Segera Terisi, Gubernur Punya Hak Prerogatif Memilih