Home / Ekobiz

Monday, 16 November 2020 - 06:00 WIB

Ekonomi Kaltim Perlahan Mulai Membaik, Triwulan III 2020 Alami Pertumbuhan hingga 2,39 Persen

Industri batu bara masih menjadi salah satu penopang ekonomi di Kaltim. (Satria Mega Dirgantara/Wayout.id)

Industri batu bara masih menjadi salah satu penopang ekonomi di Kaltim. (Satria Mega Dirgantara/Wayout.id)

WAYOUT.ID, SAMARINDA – Mendekati pengujung tahun, pertumbuhan ekonomi Kaltim perlahan-lahan membaik.

Hal ini terlihat dari capaian pada triwulan III 2020 sebesar 4,61 persen. Jika dibandingkan dengan triwulan II, ekonomi di Bumi Mulawarman tumbuh sebesar 2,39 persen (q-to-q).

“Membaiknya perekonomian Kaltim ini ditopang oleh membaiknya lapangan usaha utama. Serta kembali menggeliatnya konsumsi pemerintah maupun masyarakat,” kata Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Kaltim Tutuk SH Cahyono.

Tren tersebut juga terlihat dari persentase pertumbuhan walau mengalami kontraksi sebesar 4,61 persen. Yang secara tahunan atau year on year (yoy) lebih baik ketimbang kontraksi triwulan sebelumnya 5,46 persen.

Sayangnya, kondisi Kaltim masih berada di bawah pertumbuhan ekonomi nasional yang terkontraksi 3.49 persen (yoy). Lebih lanjut, kata Tutuk, lapangan usaha utama pemicu pertumbuhan ekonomi yang dimaksud tak lain adalah industri pengolahan serta pertambangan, baik minyak, gas, dan batu bara.

Khusus industri pengolahan ini dipicu oleh beroperasinya kilang minyak Balikpapan yang sebelumnya sempat menghentikan produksi. Sedangkan, pertambangan batu bara masih mengalami kontraksi meskipun menunjukkan perbaikan dari triwulan sebelumnya.

“Hal ini disebabkan oleh curah hujan lebat yang berakibat dengan terganggunya produksi batu bara. Meski demikian permintaan ke negara pengekspor selain Tiongkok mulai membaik,” jelasnya.

Kemudian dia lanjutkan, dari sisi pengeluaran, perbaikan ekonomi juga terlihat dengan adanya perbaikan konsumsi rumah tangga (RT) dan ekspor meskipun masih terkontraksi.

Penyebabnya ialah dimulainya fase adaptasi kebiasaan baru di tengah pandemi virus corona atau Covid-19. Kondisi tersebut mendongkrak terbukanya sejumlah lapangan pekerjaan.

Sementara itu, pulihnya volume ekspor bersumber dari perbaikan ekspor batu bara serta tingginya permintaan crude palm oil atau CPO. Tingginya pertumbuhan ekspor CPO juga diiringi oleh peningkatan harga. Dari 7,66 persen (yoy) pada triwulan sebelumnya menjadi 31,71 persen (yoy).

Baca Juga:  Kaderisasi Terus Berjalan, Kader Internal Bank Kaltimtara Melenggang Jadi Direktur Utama

“Penyebab utama tingginya ekspor CPO tersebut tak lain karena pengiriman ke Tiongkok yang mengalami pertumbuhan 28,27 persen (yoy) sedangkan triwulan sebelumnya minus 33,42 persen (yoy),” ujarnya. (***)

Reporter: Satria Mega Dirgantara

Editor: Bima Putra Perkasa

Share :

Baca Juga

Ekobiz

Kendati Belum Mencapai Kata Final, APBD Kaltim Tahun 2021 Diperkirakan Naik Sebesar Rp 2 Triliun

Ekobiz

Jelang Natal dan Tahun Baru, Disperindagkop-UKM Kaltim Pantau Barang Pokok Via Aplikasi

Ekobiz

Stok Cabai Rawit di Samarinda Menipis Jelang Natal dan Tahun Baru, Ini Imbauan Gubernur Kaltim

Ekobiz

Pertumbuhan Ekonomi Melambat, APBD Kaltim 2021 Diprediksi Cuma Sekitar Rp 9 Triliun

Ekobiz

Masyarakat Indonesia Optimistis Krisis Ekonomi Segera Berlalu, Ini Penyebabnya

Ekobiz

Pertamina Ekspor 200 Ribu Barel Soral ke Negeri Jiran, Nilainya Fantastis

Ekobiz

Kendati Tak Memberikan Kontribusi untuk PAD, BUMD di Samarinda Tetap Dapat Kucuran Modal

Ekobiz

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Sulit Diterawang, Kok Bisa Begitu Ya?