Home / News

Monday, 16 November 2020 - 06:00 WIB

Lanjutkan Penertiban Bangunan di Sungai Karang Mumus, Pemkot Samarinda Butuh Dana Rp 4 Miliar

Bangunan di sekitar kawasan Sungai Karang Mumus Samarinda. (Satria Mega Dirgantara/Wayout.id)

Bangunan di sekitar kawasan Sungai Karang Mumus Samarinda. (Satria Mega Dirgantara/Wayout.id)

WAYOUT.ID, SAMARINDA – Terus berlanjut. Pembongkaran rumah di sempadan Sungai Karang Mumus segmen Pasar Segiri akan terus dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda. Lokasi yang akan ditertibkan adalah di rukun tetangga (RT) 26 dan 27 Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Samarinda Ulu.

Saat ini, laporan penilaian dari tim appraisal sudah diterima Pemkot Samarinda. Hasilnya diperlukan dana Rp 4,08 miliar untuk proses penanganan dampak sosial setelah penertiban.

“Nilai nominal yang disampaikan tim appraisal belum final. Karena masih ada revisi atas usulan yang bakal disampaikan oleh tim terpadu dari berbagai unsur,” ujar Sekretaris Daerah Kota (Sekdakot) Samarinda, Sugeng Chairuddin.

Nilai rupiah itu diperoleh setelah tim appraisal turun menaksir harga bangunan di dua RT tersebut. Total ada 308 rumah masuk dalam penilaian. Dasarnya sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 62 Tahun 2018 tentang Penanganan Dampak Sosial Kemasyarakatan dalam Rangka Penyediaan Tanah untuk Pembangunan Nasional.

Di dalamnya tertuang estimasi nilai pembiayaan pembersihan, mobilisasi, sewa rumah, hingga tunjangan kehilangan pendapatan. Meski sudah mendapat besaran dana kerahiman yang hendak dibayarkan, namun anggaran yang tersedia di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan hanya Rp 3,3 miliar.

“Jadi kalau Rp 4 miliar masih ada kekurangan sekitar Rp 700 juta, sehingga kami minta untuk ditinjau kembali seperti biaya pembongkaran bangunan,” terangnya.

Permintaan peninjauan kembali itu dianggap wajar, sebab sebelumnya ongkos pembongkaran tak tersedia tatkala penertiban di RT 28 pada awal Juli 2020 lalu berlangsung. Pemilik rumah lah yang bersedia membongkar bangunannya dengan sukarela. Sementara pemkot lewat Satuan Polisi Pamong Praja alias Satpol PP hanya membantu mobilisasi dengan bantuan truk.

“Besaran dana kerahiman di dua RT ini harusnya tidak jauh berbeda dengan anggaran saat pembongkaran di RT 28,” kata Sugeng. (***)

Baca Juga:  Safaruddin Dijagokan untuk Memimpin KKSS Kaltim, Banjir Dukungan dari Masyarakat

Reporter: Satria Mega Dirgantara

Editor: Bima Putra Perkasa

Share :

Baca Juga

News

Jatam Sebut Dua Anak Tewas di Lubang Tambang, Ini Jawaban ESDM Kaltim

News

513 Kasus Menunggu Hasil Swab, Begini Gambaran Kasus Covid-19 di Benua Etam

News

Soal Status Lahan Kantor Golkar Kaltim yang Ternyata Milik Pemkot Samarinda, Ayub: Bidang Hukum Masih Pelajari

News

Akhir Pekan Ini di Balikpapan, Rapid Test Massal Ibu Hamil di Seluruh Puskesmas

News

Tiga Kecamatan di Samarinda Zona Merah, Total Kasus Meninggal Terpapar Covid-19 Kini 804 Kasus

News

Zairin Zain Dikabarkan Positif Covid-19, Begini Respon Dinas Kesehatan Samarinda

News

Mahasiswa Cium Aroma Rasuah di Proyek Bendungan Marang Kayu, Begini Respon Pemprov Kaltim

News

Kluster Perusahaan Masih Mendominasi di Balikpapan, Pemerintah Bentuk Satgas Terpadu