Home / Politik

Monday, 16 November 2020 - 06:00 WIB

Warga Desa Sandaran Inginkan Jalan Mulus, Mahyunadi-Kinsu Pastikan Infrastrukur Terpenuhi

Warga Desa Sandaran begitu antusias mendengarkan program-program calon Bupati Kutim, H Mahyunadi SE MSi. (ist)

Warga Desa Sandaran begitu antusias mendengarkan program-program calon Bupati Kutim, H Mahyunadi SE MSi. (ist)

WAYOUT.ID, SANGATTA – Kondisi jalan di Desa Sandaran, Kecamatan Sandaran jauh dari kata mulus. Warga setempat menginginkan infrastruktur jalan dibenahi. Sehingga nyaman untuk dilewati. Semangat perubahan untuk Kabupaten Kutai Timur (Kutim) didengungkan oleh warga.

Salah seorang warga Desa Sandaran, Kastuni telah menjatuhkan pilihannya kepada calon Bupati dan Wakil Bupati Kutim, H Mahyunadi SE MSi dan H Lulu Kinsu. Dia mengaku tidak ingin jatuh ke lubang yang sama. Perhatian yang diharapkan pemimpin sebelumnya bertepuk sebelah tangan.

“Makanya saya memilih nomor satu, Mahyunadi-Kinsu. Karena belum pernah bupati. Sebab pemimpin yang kemarin tidak ada perhatiannya sama sekali ke kampung kami, saya yang bertanggung jawab terhadap suara bapak (Mahyunadi-Kinsu, Red.) di sini (Desa Sandaran, Red.),” tegas Kastuni.

Bukan tanpa sebab Kastuni menginginkan perubahan. Gegara jalanan yang tidak layak, dia bersama warga lainnya memilih lewat Kabupaten Berau tatkala harus ke luar kota. Itulah mengapa, dia pun siap menagih janji Mahyunadi-Kinsu jika jalanan tidak kunjung dibenahi dalam satu periode.

“Jika satu periode Mahyunadi-Kinsu gagal memperbaiki jalanan kami, maka saya angkat kaki ke Berau. Karena saya malu Pak. Selama ini setiap bulan saya ke Sangatta atau Samarinda, harus melalui Berau dulu. Malu kita harus lewat kabupaten orang,” tegasnya.

Hal yang sama disampaikan Idris, kepala dusun setempat. Dia mengaku bosan dengan janji pemerintah lantaran jalanan tidak terurus. Dia berkeyakinan bahwa Mahyunadi-Kinsu dapat membawa perubahan. Minimal memperbaiki jalan untuk memperlancar mobilitas masyarakat.

“Bosan dijanji dengan pemerintah kemarin, karena jalanan tidak terurus. Seharusnya mereka (pemerintah, Red.) malu. Dan, semoga bapak (Mahyunadi, Red.) terpilih dan berbeda dari pemerintah sekarang dan memberikan kami perubahan,” tegas Idris yang disambut tepuk tangan warga lainnya.

Baca Juga:  H Lulu Kinsu Jadi Satu-satunya Pengusaha di Pilkada Kutim, Yakin Bakal Jadikan Kutim Makin Maju

Selain jalan, pelayanan publik juga menjadi sorotan. Salah seorang ketua rukun tetangga (RT), Saiful mengatakan, selama ini mengurus kartu tanda penduduk (KTP) harus ke Sangatta terlebih dahulu. Selain jauh, tentunya menguras banyak waktu dan tenaga.

“Masalah KTP harus dituntaskan. Sehingga saya sangat setuju dengan program e-government Mahyunadi-Kinsu yang mempermudah pengurusan KTP, dokumen, dan perizinan lainnya,” katanya.

Mahyunadi pun menyambut antusias curahan hati warga. Saat bersilaturahmi ke Desa Sandaran, dia didampingi ketua Fraksi Nasdem DPRD Kutim, Hj Kamsiah Rahman. “Keinginan kami sederhana. Mewujudkan Kabupaten Kutai Timur yang maju, mandiri, dan sejahtera berlandaskan gotong royong. Tentunya ini bukan sekadar kalimat. Tapi Mahyunadi-Kinsu sudah menyiapkan langkah nyata dalam mengubah Kutim,” tegas Mahyunadi.

Ketua DPRD Kutim 2014-2019 itu menegaskan komitmennya dalam mewujudkan pembangunan infrastruktur yang merata dan proporsional. Bukan tanpa alasan Mahyunadi-Kinsu menyanggupinya. Kemampuan anggaran Kutim menjadi alasan bagi calon nomor urut satu untuk menyelesaikan persoalan infrastruktur hanya dalam satu periode.

“Komitmen kami di bidang infrastruktur adalah penambahan ruas dan peningkatan kualitas jalan, elektrifikasi listrik di semua desa, sambungan instalasi PDAM di semua desa, serta penyelesaian pelabuhan laut Sangatta dan pembangunan bandara,” kata Mahyunadi.

Menurutnya, dengan infrastruktur yang baik, maka akan konektivitas antardaerah, antarkecamatan, dan antardesa akan terhubung. Dengan demikian, ekonomi akan tumbuh, pembangunan akan terjadi, dan sudah barang tentu kesejahteraan masyarakat akan meningkat.

“Kalau sudah jalannya terhubung dengan baik, mobilitas masyarakat akan tinggi, aktivitas transportasi meningkat, persoalan lain seperti jaringan telekomunikasi, kebutuhan rumah tangga, dan lainnya akan terpenuhi secara otomatis,” tegasnya.

Apalagi dengan dukungan mayoritas suara di DPRD Kutim, Mahyunadi-Kinsu kian optimistis perbaikan infrastruktur bisa digesa. Pun demikian dengan relasi dan koneksi di Pemprov Kaltim hingga pemerintah pusat, program-program Mahyunadi-Kinsu dapat terlaksana.

Baca Juga:  Ada Guru Honorer di Kutim Digaji Rp 50 Ribu Per Bulan, Mahyunadi-Kinsu Suarakan Perubahan

Sebagai informasi, calon nomor urut satu ini diusung koalisi partai politik (parpol) besar yang terdiri dari Partai Golongan Karya (Golkar), Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan, Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Nasional Demokrat (Nasdem), serta Partai Amanat Nasional (PAN). Juga didukung Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Partai Gelora, dan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura).

Di sektor pemerintahan, Mahyunadi-Kinsu berkomitmen mewujudkan tata kelola pemerintahan yang berorientasi pada pelayanan publik dan berbasis elektronik. Penerapan e-goverment dan e-budgeting dalam penyelenggaraan pemerintahan akan diterapkan.

“Sekarang sudah zaman canggih. Mau urus KTP, kartu keluarga, akta, dan perizinan cukup lewat handphone. Banyak daerah lain yang berhasil. Saya pastikan Kutim mampu mewujudkan itu di tangan Mahyunadi-Kinsu,” kata Mahyunadi.

Membangun Kutim ke depan tidaklah mudah. Di tengah meningkatnya angka kemiskinan, banyaknya infrastruktur jalan yang rusak, kualitas pendidikan yang harus ditingkatkan, fasilitas kesehatan yang belum merata, hingga kesejahteraan masyarakat harus diselesaikan. Jika salah memilih pemimpin pada 9 Desember mendatang, harapan untuk menikmati program-program tersebut di atas akan sirna.

Oleh karena itu, dibutuhkan pemimpin yang memiliki kualitas, pengalaman, dan paham dengan kondisi masyarakat. Kehadiran masyarakat dalam rangka membawa Kutim untuk perubahan sangat dibutuhkan. Syaratnya adalah, pada tanggal 9 Desember mendatang, coblos nomor satu, Mahyunadi-Kinsu. (***)

Reporter: Bima Putra Perkasa

Editor: Prananda Dwi Indra Purnama

Share :

Baca Juga

Politik

Edi Damansyah-Rendi Solihin Perkenalkan 10 Program Unggulan dan 23 Program Dedikasi untuk Kukar

Politik

Safaruddin untuk Masyarakat Kaltim: Isra Mikraj Bukti Kuasa dan Kebesaran Allah SWT

Politik

Warga Desa Marukangan Keluhkan Jaringan Telekomunikasi, Mahyunadi-Kinsu Pastikan Terkoneksi

Politik

Mahyunadi Tegaskan Kemenangan Bukanlah Tujuan, Namun Jalan Menuju Kesejahteraan Masyarakat Kutim

Politik

APK Liar di Samarinda Bakal Ditertibkan, Termasuk di Tiang Listrik dan Fasum

Politik

Sudah Tiga Calon Kepala Daerah Meninggal karena Covid-19, Dua dari Kaltim

Politik

Barkati-Darlis Terakhir Mendaftar, Pilkada Samarinda Diikuti Tiga Kontestan

Politik

Hai Ges! Ada Info Menarik Nih, Insya Allah Basri Rase Akan Bangun Rumah Kreasi Milenial di Bontang