Home / News

Wednesday, 18 November 2020 - 06:00 WIB

Jembatan Dondang Retak Gegara Ditabrak Tongkang, Dishub Kaltim Masih Menunggu Hasil Penyelidikan

Jalur Jembatan Dondang yang retak diberi tanda panah. (ist)

Jalur Jembatan Dondang yang retak diberi tanda panah. (ist)

WAYOUT.ID, SAMARINDA – Jembatan Dondang di Kecamatan Muara Jawa dilaporkan retak. Jembatan yang jadi penghubung antara Muara Jawa dan Kecamatan Sangasanga ini ditabrak tongkang.

Saat ini peristiwa tersebut dalam penyelidikan otoritas setempat. Retaknya jembatan tersebut sempat viral di media sosial. “Jadi, kita tunggu saja hasil penyelidikannya,” ujar Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltim, Arih Franata Filifus Sembiring, Selasa (17/11/2020).

Jembatan Dondang memiliki peran penting, lantaran tak hanya menghubungkan dua kecamatan di Kutai Kartanegara (Kukar), tapi juga menjadi pemangkas jalur menuju Balikpapan.

Pasalnya, jembatan ini akan memperpendek jarak tempuh antara Samarinda dengan Balikpapan. Jalur ini menjadi alternatif ketiga bila hendak menuju Kota Minyak selain lewat Jalan Soekarno-Hatta dan Jalan Tol Balikpapan-Samarinda.

Tujuan pembangunan jembatan juga untuk memecah konsentrasi arus lalu lintas dari Samarinda menuju Balikpapan.

“Yang jelas, Dishub Kaltim dasarnya menginginkan ada proses hukum dan pertanggungjawaban dari pihak-pihak yang menyebabkan terjadinya masalah ini,” kata Arih.

Kejadian ini bukan kali pertama. Pada awal Juli 2016 lalu, jembatan dengan bentang mencapai 840 meter tersebut juga pernah ditabrak ponton.

Kala itu yang tersenggol adalah sisi kanan dari arah Samarinda pada segmen 2 dan 3. Itu sebab Dishub Kaltim sebagai pengawas keamanan sarana dan prasarana transportasi darat, laut, sungai, dan udara berharap kejadian ini segera dituntaskan, termasuk teknis fisiknya.

“Jembatan bagian dari akses transportasi masyarakat setempat dan umum. Kami harap ini bisa dipastikan keamanannya,” sebutnya.

Pembangunan Jembatan Dondang menghabiskan dana sebesar Rp 140 miliar dengan tinggi 5 meter. Diresmikan oleh Gubernur Kaltim saat itu, Suwarna Abdul Fatah pada tanggal 10 Agustus 2004, dibuka dengan dua jalur.

Jembatan ini merupakan jalur alternatif dari Samarinda-Muara Jawa-Balikpapan dengan jarak lebih pendek sekitar 90 kilometer daripada jalur yang lazim digunakan yakni 115 kilometer.

Baca Juga:  Tiga Kecamatan di Samarinda Zona Merah, Total Kasus Meninggal Terpapar Covid-19 Kini 804 Kasus

Ditabraknya Jembatan Dondang inipun direspon pihak dewan di Karang Paci. Wakil ketua DPRD Kaltim, Muhammad Samsun meminta ada tindakan tegas yang bisa dilakukan.

“Ini bukan kejadian pertama jembatan ini ditabrak tongkang. Harus ada tindakan tegas, sebab jembatan ini sangat vital bagi warga Kaltim,” ujar Samsun. (***)

Reporter: Satria Mega Dirgantara

Editor: Prananda Dwi Indra Purnama

Share :

Baca Juga

News

Warga Binaan Rutan Klas IIA Samarinda Meninggal Dunia, Status Probable Covid-19

News

Kasus Harian di Balikpapan Semakin Menurun, Vaksinasi Covid-19 Pun Terus Digencarkan

News

Lima Wartawan Jadi Korban Kebrutalan Polisi, Ini Jawaban Kapolresta Samarinda

News

Lebaran di Tengah Pandemi, Safaruddin: Kita Rayakan Kemenangan dengan Mematuhi Protokol Kesehatan

News

Akhir Pekan Ini di Balikpapan, Rapid Test Massal Ibu Hamil di Seluruh Puskesmas

News

Suami-Istri, Rektor Unmul dan Kepala Dinas Kesehatan Kaltim Positif Covid-19

News

Pasien Covid-19 yang Sembuh Bertambah, Samarinda dan Kaltim Kini Masuk Zona Risiko Sedang

News

Angka Pasien Covid-19 di Kaltim Tak Sampai 2 Ribu Orang, Wali Kota Samarinda Positif Terpapar